[Skydragon] [RiRin] The Greatest Queen Lee (Chp 1 part 1)

EPISODE 1 :  “MEMOAR” —

 

Pintu lift itu terbuka, seorang gadis cantik dengan sepasang manolo blahnik keemasan bermodel gladiator terpasang apik dikedua kaki jenjangnya melangkah masuk ke dalam box angkut tersebut. Wajahnya menarik dengan mata segarisan bulan sabit melempar senyum kemanapun pandangannya terlempar, bibir kecil yang mungkin akan siap meneriakan lengkingan  jika ada yang menganggunya, tak lupa barisan gigi putihnya yang mungil berjejer. Mungkin kesemua itulah yang menambah apik setelan zara yang membalut tubuhnya.

“Pagi…” suara gadis itu mengalun di udara. Hal ini membuat satu-satunya pria yang ada di dalam lift itu terpaska tersenyum kecil meski untuknya pribadi tersenyum bukanlah hal yang pantas dibagikan ke sembarang orang.

 

Kwon Jiyong, pria tak murah senyum itu, sungguh tak habis pikir dengan kebiasaan rekan kerja barunya di Life Good & Co. , yang tak lain tak bukan adalah perempuan yang kini tengah berada di lift yang sama dengannya. Baru seminggu Jiyong bekerja di  finance firm  ini dan gadis satu ini sudah banyak menjungkirbalikkan ritme hidupnya.

 

“Kau tidak ingin kopi pagi ini? Aku bisa membuatkannya kalau kau mau…” suara kecil dan tipis itu kembali mengalun mengacaukan sistem regulasi Jiyong. Mereka hanya berdua sekarang di lift ini, sudah tentu orang yang diajak bicara adalah Jiyong. Ini membuat pria itu tak bisa melakukan pilihan lain selain menjawab dengans sesingkat dan seefisien mungkin.

“Tidak perlu. Aku tidak suka kopi 2-1-0 milikmu itu!” Jiyong menjawab ketus dan membuat gadis itu membuang tawa renyahnya.

 

“Lalu apa? Kopi 2-1-0 racikanku adalah yang terbaik! Dua sendok kopi, satu sendok gula, dan nol krimer. Good americano coffee! Itu baru kopi yang sesungguhnya!” gadis itu berbicara dengan lugas dan penuh tawa tanpa memperdulikan Jiyong yang sudah menunjukkan wajah aku-mau-mati-saja andalannya saat sedang suntuk.

 

“Terserah kau saja…” Jiyong tak lagi memperdulikan perempuan di sampingnya dan mulai bersiap akan keluar karena sebentar lagi lift itu akan terbuka di lantai 12 yang merupakan tempat tujuannya, ruang kerjanya berada. Baca lebih lanjut

[OneShot] [TOP-Seungri-OC] The Soulmates…

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!

Enjoy reading ! ^_^ Seri sebelumnya : Break Up dan Beautiful Affair Does Exist you’d better read that first ^_^

—————————————————————————————————————————-

“ Do you love me? Do you ever love me? Did you love me?”

“Oppa…”

“LEE YEO RIN!”

“Seunghyun oppa.. aku sangat mencintai oppa.. pertanyaan-pertanyaan oppa tadi menyakiti hatiku…” suara isakan mulai terdengar. Beberapa  bulir airmata mulai membasahi sudut-sudut mata kecil Yeorin. Hatinya tersayat mendengar seseorang yang dicintainya dengan amat sangat mempertanyakan cinta itu dengan cara yang sangat keji.

Choi Seunghyun, kekasih Yeorin, membawanya ke Holy Land, sebuah lembah kecil yang sangat hijau dibelakang tempat kerja mereka, gedung YG Entertainment. Tempat ini adalah tempat penuh arti bagi Yeorin. Lembah ini berjasa dalam mempertemukannya dengan Seunghyun untuk pertama kalinya. Saat itu Yeorin belum bekerja untuk YG dan Seunghyun masih seorang trainee. Yeorin menyimpan dengan apik kenangan itu dalam hatinya, khawatir jika kekasihnya tahu, laki-laki itu akan menjadi semakin besar kepala.

“Kalau kau memang mencintaiku, kenapa kau tega membuat hatiku terluka?” suara Seunghyun yang sebelumnya meninggi kini justru terdengar lirih dan menyayat hati.

“Oppa?” bisik Yeorin sambil merangkum wajah sendu Seunghyun.

“Aku tidak mengerti  maksud oppa…” Yeorin melanjutkannya sambil mengangkat wajah Seunghyun yang tertunduk dengan kedua tangan kecilnya, “Tatap aku Oppa. Katakan… apa salahku?”

“Butuh waktu bertahun-tahun bagiku untuk bisa mendapatkanmu kembali. Kini, saat kau sudah kembali di sisiku, kenapa cintamu sudah hilang dan terbang?” Seunghyun menjawab lirih dan menatap lurus ke bola mata hitam Yeorin.

Yeorin membisu dan berusaha mencerna segala yang dikatakan kekasihnya itu.

“Kau pergi begitu saja selama bertahun-tahun. Aku menunggu dengan perasaan sakit. Kini, kau kembali tapi tidak dengan cintamu. Haruskah aku menunggu lagi dengan perasaan sakit? Atau kita akhiri saja semua agar sakit ini lekas pulih?”

Yeorin menggelengkan kepalanya. Tidak.. apa maksud Oppa berkata seperti itu? Bagaimana bisa dia ingin mengakhiri hubungan ini begitu saja? Setelah semua yang sudah kami lalui hingga bisa mencapai ke titik ini?

Baca lebih lanjut

[Skydragon] [RiRin] [Teaser] The Greatest Queen Lee

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

Enjoy reading / Re : It’s still TEASER ^^~

——————————————————————

“Chaerin, kau di sini?” seseorang dengan jubah panjang berwarna merah terang dan mahkota hitam kerajaan menyapa seorang anak kecil yang tengah terduduk menatap indahnya langit malam yang bertaburan bintang di wilayah Jongmyo (Kuil Leluhur) di sisi kiri istana utama.

“Yang Mulia…” perempuan kecil dengan hanbok kuning lembut  itu kini menolehkan pandangannya pada sang Raja.

“Ayah ingin tahu kenapa kau masih berkeliaran hingga kesini di tengah malam yang selarut ini..” ujar pria itu.

“Yang Mulia, aku tidak  mengerti kenapa harus ada kematian jika Dewa sudah menciptakan hidup untuk kita,” rambut panjang dari si kecil yang tergelung manis berwarna hitam bergerak-gerak seiring kepalanya yang berpindah arah bergantian antara langit dan ayahnya.

“Chaerin kemarilah…” Chaerin pun mendekati sang Raja dan dengan tangkas tangan kekar pria itu membawa Chaerin dalam timangannya.

“Kau tahu sayang..” Raja memulai penjelasannya pada Chaerin dengan lembut dan hati-hati , “Semua hal diciptakan berpasangan. Baik dan buruk. Kaya dan miskin. Pria dan wanita. Juga yang utama kehidupan dan kematian. Dewa sudah membuat itu semua  demi kebaikan kita. Kau mengerti sayang?”

Chaerin menatap mata ayahnya dan membawa wajahnya pada sebelah telinga ayahnya, “Tapi aku ingin Yang Mulia Paduka Raja dan Yang Mulia Permaisuri tidak boleh meninggalkanku,” kata-kata gadis kecil itu memicu gelak  tawa orang nomor satu di Joseon saat itu.

“Tentu sayang. Ayah berjanji…”

“Aku memegang janji Yang Mulia sebagai janji ayah pada anaknya yang tidak boleh diingkari,” Chaerin berkata penuh keseriusan.

========================================================================

AN : Howdy all.. seriously ini aneh banget gak sih? /kyaaa/ berhubung beberapa chapter lagi YMS udah selesai aku pikir akan seru kalau aku membuat serial berikutnya. This is so random since it’s my first time writing about “Joseon Centris” . Ini murni rekayasa dan gak benar-benar terjadi di masa Joseon. Hanya latar dan nama rajanya saja yang aku pinjam ^__^

terimakasih untuk readers /LOOOVVVEEESSS/

-Sorayong

[OneShot][Taeyang-OCs] Story of Bestfriends

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!


-Happy Reading-

 

“Kita tidak akan pernah bertengkar kan Heera?” tanyaku pada Choi Heera di suatu senja yang indah. Mentari tenggelam di ufuk barat begitu nampak jelas terlihat indah dari bukit di mana saat itu aku dan Heera duduk  bersama.

“Tentu saja  tidak Saerin. Kita kan sahabat! Kenapa kau bertanya seperti itu?” Heera menampakkan  wajah bingungnya yang lugu.

“Entahlah… Hahaha,” Aku menjawab sambil  tertawa. Heera yang tidak mengerti hanya ikut tertawa saja. 

Choi Heera dan Cho Saerin,dua sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Choi Heera dan Cho Saerin, dua sahabat  yang pernah mengukir kebahagiaan bersama. Ya, aku dan  Heera pernah melakukannya. Bisakah kalian menggarisbawahi kata pernah yang sedang kutulis saat ini? Heera dan aku hanyalah sebuah sejarah. Waktu, ruang dan manusia itu kini sudah tidak lagi sama.

Choi Heera dan Cho Saerin sudah tidak lagi sama seperti masa lampau. Sejarah tetap hanyalah sebuah  sejarah.

“Saerin…” suara  Eomma menghentikan  sementara kegiatanku menulis  catatanku kali ini.

“Ne!”  kujawab dengan enggan panggilan eomma sambil melangkah lesu menuju ruang makan tempat suara eomma tadi berasal.

“Saerin-ah! Kau sudah besar rupanya! Wah.. kau semakin cantik  saja,” bibi Gong,  sahabat eomma sedang duduk  di ruang makan dan melihatku mulai menuju ke sana. Bibi Gong selalu saja begitu, mengatakan hal  yang baik-baik  tentangku padahal aku tahu dengan jelas dia tak lebih dari seorang penjilat.

“Ne, ahjumma..” sapaku pada bibi Gong berusaha terlihat ramah meski rasanya ingin sekali kujambak rambut pendek model boyish-nya lalu kuseret dia keluar dari rumahku ini.

“Saerin-ah, kenapa kau masih begitu! Tersenyumlah! Lihat bibi Gong saja sudah bisa merelakan kepergian Heera. Jangan membuat bibi Gong semakin sedih karena melihatmu masih saja bersedih,” Eomma berbisik  sambil menggiring tubuhku untuk duduk dan bergabung makan malam dengan eomma, bibi Gong dan paman Choi.

“Ne..” bisikku pelan pada eomma.

Kalau bukan karena aku tidak ingin membuat eomma bahagia, aku tidak akan pernah sudi duduk dan  makan bersama dengan  orang sekotor  bibi Gong! Sampai matipun aku tidak akan pernah mengampuninya.

Makan malam kali ini sungguh sangat memualkan. Setiap nasi  yang masuk ke dalam  perutku serasa ingin menghambur keluar. Entah karena efek dari obat yang kukonsumsi  demi mengembalikan lagi kesehatanku atau karena  kehadiran salah satu orang yang paling kubenci  di dunia. Aku tak tahu yang mana yang menjadi penyebabnya.

“Eomma, aku sudah selesai. Aku naik ke atas dulu. Banyak tugas kantor yang harus kuselesaikan…” pamitku pada eomma. Meski tidak menjawab aku tahu eomma pasti sedang bingung karena aku tidak menghabiskan sup jagung kesukaanku kali ini.

Sungguh demi apapun yang ada di langit, aku ingin pergi  saja dari dunia ini.

Heera,  tidak bisakah kau membawaku sehingga kita bisa melanjutkan perang itu di neraka? Tidak bisakah Heera?

***

Ponsel di nakas  samping tempat tidurku bergetar  dan membuatku  sadar sudah saatnya untuk bangun dan kembali menatap hari. ‘SAERIN-AH! FIGHTING!’ tulisan Hangeul milik Heera  terpampang jelas di lemari baju yang posisinya tepat  di depan tempat  tidurku.  Tulisan itu memang sengaja kupindah ke  sana agar setiap bangun aku tidak lagi merasa telah kehilangan orang itu. Tidak! Tidak pernah!

Untuk mengusir suasana buruk hatiku, kuambil ponsel di atas nakas  yang sukses membuatku bangun sepagi ini. Setelah kunyalakan layarnya,  ternyata ada sebuah pesan  masuk.

From : YB-SUN

Saerin.. are you okay? If you only knew,  I have bad days during this time. Blame me for everything! Don’t ever blame yourself or my mother. She doesn’t know anything. Please…

Tidak perlu kuulangi membaca lagi karena aku sudah sangat mengerti maksudnya. Dasar pria laknat! Sudah  sekian tahun  dan  kau baru berani menghadapiku! LAKNAT! BERENGSEK! TIDAK TAHU MALU! Tidak ubahnya seperti ular dalam kisah penciptaan! Dia yang sudah  membawaku  masuk  dalam perangkap si jahat dan membuat satu persatu orang yang kukasihi meninggalkanku! Dong Youngbae! Kau pikir selama ini aku hanya menyalahkan  diriku saja? Atau bibi Gong? KAU SALAH!

To : YB-SUN

Youngbae-ssi, you’re  such as a jerk yet bastard! KEEP THAT!

Kutekan tombol  kirim dan mengirim pesan  singkat itu sebagai balasan untuknya. Dia kira aku  siapa? Cho Saerin  yang begitu mudah diperdaya  seperti dulu lagi! Sama sekali bukan! Kau sedang menggali lubang kuburmu sendiri Youngbae!

Ketimbang memikirkan laki-laki yang sudah pergi sekian tahun itu, lebih baik  aku mempersiapkan  diri untuk  pekerjaanku pagi ini. Sebagai seorang staf ahli  sumber daya manusia, hari  ini aku  harus menemui atasan baruku. Dia baru saja dipromosikan dari  Jepang  dan dipindahkan ke Korea karena keberhasilannya meningkatkan nilai saham perusahaan tempatku bekerja.

Seusai mandi kumasukkan beberapa arsip yang harus kukirim pagi ini ke kantor pusat di Milan, Italia ke dalam tas tanganku.  Kadang aku berpikir bagaimana bisa lulusan psikologi  dari Seoul Nation  University sepertiku ini bisa terjebak dalam sebuah perusahaan swasta semacam ini.

Nasib! Siapa yang bisa menebaknya. Baca lebih lanjut

[OFFICIAL] I LOVE YOU ALL!

Kya!! tidak terasa bulan depan umur blog ini sudah satu tahun.. ><

Rasanya baru kemarin aku membuat blog ini dengan penuh perasaan bahagia menjadi anak SMA eh sekarang udah mau lulus aja ~curcol~ ^^

Dulu waktu pertama buat ini yang baca mungkin hanya lebih kurang 100-200 orang sebulan. Meskibegitu untuk menyalurkan energi dan minat kuatku untuk menulis aku tetap melanjutkan blog ini! ^^ AND!! ada kabar baik buatku sebagai seorang penulis abal-abal. Setelah 11 bulan menyiarkan berbagai jenis fanfiction nan nista di sini tanpa mengecek site stats sama sekali ternyaa sudah 12.000+ readers yang mampir ke sini dan membaca!

Aku sangat terharu.. mungkin untuk penulis-penulis hebat di luar sana 12.000 bukanlah angka yang fantastik, tapi untukku sebagai penulis pemula yang hanya mengandalkan berkat terindah yang Tuhan berikan yakni otak, ide, pengelihatan, dan inda peraba, angka 12,000 merupakan sesuatu yang indah.

Bagai menemukan tiara di tengah badai ombak pasang lautan. Bagai menemukan ladang hijau di tengah gersangnya tanah coklat padang pasir. Sesegar itulah dan sebahagia itulah melihat site stats selama 11 bulan ini.

Banyak-banyak terimakasih untuk semua pembaca.. I can’t be without you all ❤ thankyou so much ^^~

Ohya, tidak lupa untuk semua pembaca dan komentator setia ku : kak teeka, kak bima, kak devy, ka’Pal, detas, denis, clarissa,theresia dan masih banyak lagi yang mungkin tidak bisa aku sebutkan satu-satu.

Intinya, I LOVE YOU ALL ^_^

With Bunch Of Loves,

Sorayong

PS : You’re My Star akan segera aku habiskan episodenya +/- 37 hari lagi ^^ jadi sabar ya… ❤

[Skydragon][One Shoot][ENG] I Love You, My Santa

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!

-Happy Reading-

Do you believe on santa? Yeah! I mean the real Santa Claus. I don’t or at least I didn’t believe it until one day I found my real santa that I want to be mine. Laugh at me? Ya ya ya.

I met a girl named Chaerin when I was on senior high school. She was my junior that so damn baddass and so famous among the boys in my school. I were famous too, trust me. Everyone called us as Baddest Couple that acted like Tom and Jerry.

We always fight one another. She didn’t ever respected me as her senior. She was the first juniors of mine that didn’t want to call me “Seonbae”. I was so mad at her.

“Hey you girl! Who are you? What did you do here in “Senior Areas”?” one day I asked angrily at her because I saw her was eating in the area in cafeteria that should be only for the students who were on their last year in senior high school. No one of the juniors have ever eaten in that area, yeah except her. She was the first one!

Do you know her answer? “I’m eating. Do you want eat too? Please don’t disturb my lunch time! Thankyou.” Then, she just continued eating her  food. I was speechless. I want to angry and scream in front of her face but I just couldn’t do that. I don’t know why.

Another day, she had just arrived at our school. There’s an unwritten rule that none of the juniors can be dropped by their driver or parents in front of the school’s gate. All juniors must be walking from the nearest halte from our school.

Once again! She just broke those unwritten rule. She had just arrived at school and was dropped by her driver in front of the school’s gate. She came out from her car and acted like a princess! WHOAH! I was so angry.

I walked into her and scream in front of her face, “YOU ARE JUST A JUNIOR HERE! YOU ARE STILL ON YOUR FIRST YEAR AND YOU ACTED LIKE A SENIOR! PLEASE RESPECT YOUR SENIORS!”

Slapped!

She slapped  my cheek. Damn her!

“Do respect you junior first then you will get your respect as senior!” she whispered at me and then continued talking with her cheesy voice, “ISN’T THAT TRUE? GIVE AND TAKE! GIVE JUNIORS RESPECT AND JUNIORS WILL BE RESPECTING THEIR SENIORS, NE?” and everyone just clapped their hands shown the agreeness at Chaerin’s statement.

I hate a loss. I was so shy to be treated like that in front of everyone by this stupid junior named Chaerin. I was lost my control. After the end of the study time, I went to my favorite place ever, boxing arena near my school.

Yeah, I do boxing. I love boxing. But I have never used my good punch to kill anyone. I swear! ><

After more than an hour spent my time in boxing arena, I went home. Unfortunately I met a group of  people that known as my school’s enemy. They were from Daehee senior high school, one of Sunghwan, my school’s big enemy.

“Hey you Jiyong! What are you doing here? Preparing for our next fight? Huh? You chicken!” TOP, the leader of these group that I bet he was drunk said those stupid sentence to me.

As I said before, I was lost my control. With no second thought, I hit his stomach. Seems like miss fortune weren’t on my side at that time. They were consist of five people and of course I was just alone and lost against them five.

I had been battered and so pitty. I thought I was fainting already. But urhm.. not really, I could see but not clearly that someone help me. She, yeah this people was a girl, helped me by hit and defeat them one by one. She is a hero for me.

I didn’t know anything about her. I was fainting and when I woke up in the morning I had been on my bed, in my apartment. I asked my eomma, that lived there with me. But she said she didn’t know anything. She just said that the hero of mine was leaving me alone in front of my apartment’s door after she rang the bell.

“Ah but those people left this letter for you,” eomma  said as she took a sheet of paper from the kitchen desk.

She gave those letter for me, and those letter made me believe on santa until now. Baca lebih lanjut

[Sequel] [SkyDragon] [Oneshoot] That Man

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

ps: u better read [Taeyang-OC] [SunSky] I Love You My Eonni Hubby first ^.^
this fanfiction is the sequel of those fanfiction 🙂

-Enjoy reading-

A man love you

That man really loves you

Everyday, like a shadow, he follows you around

That man smiles but actually crying

-Jiyong-

Selesai sudah kegiatan Jiyong hari ini. Seperti biasa sebagai model papan atas sekaligus anak pejabat nomor satu di Hannara dang atau biasa disebut GNP, Grand National Party kegiatan Jiyong bisa disebut melebihi orang seumurnya.

“Jiyong-ssi, ada telepon untuk anda dari Kwon Sajangnim…” seorang sekertaris pribadi Jiyong memberikan padanya ponsel hitam kaku dan beku, sebeku pemiliknya, Kwon Jiyong tentu saja.  Jiyong mengambilnya dan segera berbicara dengan orang diseberang sana.

“Aboji, ada apa lagi?” tanya Jiyong dengan nada lelah yang kentara.

“……”

“Aku tahu Aboji.. lagipula nyonya Lee kesayanganmu itu tidak akan mati kutinggal sendiri hingga malam hari…”

“……”

“Jadi sekarang Aboji lebih membela menantumu daripada anakmu sendiri! Astaga gadis itu!! Aku harus pergi…” Sesudah itu Jiyong menutup flip ponsel hitam itu dengan kasar dan memasukkannya ke dalam kantung jasnya.

Jiyong benar-benar membenci semua ini. Pernikahan karena politik. Dia harus menikah dengan Lee Chaerin, anak dari Lee Kijin pemimpin terkuat dari Jayu Seojin-dang atau Liberty Forward Party yang merupakan partai oposisi dari Hannara-dang, partai yang dipimpin keluarganya selama bertahun-tahun.

Pernikahannya merupakan tanda politik bersatunya dua partai besar Korea.Pernikahannya merupakan alat politik untuk mempersiapkan dia melaju sebagai anggota parlemen dari distrik Seoul dan dengan cepat menjadi kandidat perdana menteri Korea di pemilihan berikutnya.

Jiyong benar-benar lelah dengan semua kepalsuan itu.

PIkirannya kembali terbang mengingat kenangan setengah tahun lalu di mana nasib mempertemukannya lagi dengan Chaerin, yang saat itu bahkan belum berstatus sebagai calon istrinya.

“KAU!” Chaerin memekik.

“KAU!” pria itu sama kagetnya dengan Chaerin.

“KWON JIYONG!”

“LEE CHAERIN!”

“KAU!” mereka berteriak bersamaan. Sedetik kemudian nama yang sama keluar dari mulut mereka, “DONG YOUNG BAE!!!”

Ya, Jiyong masih bisa mengingatnya dengan jelas. Kala itu Youngbae, sepupunya yang baru merayakan setahun usia pernikahannya dengan istrinya memberi Jiyong sebuah tiket berlibur ke pulau Nami. Jiyong tidak menolak, lagipula dia memang sudah semakin lelah dengan dengungan untuk menikah dan berkeluarga yang kerap diteriakkan halmeoni tercintanya.

Tanpa ada sedikitpun rasa curiga dengan kebaikan Youngbae yang tiba-tiba itu, Baca lebih lanjut

[DIRECT LINK] SNIPET LIBRARY OF ILOVEYG FANFICTION

Read >> COUPLE | TITLE | LINK

♥  YG FAMILY SERIES :

Skydragon | When Love Comes Over | Part 1  2  3  4[FINISHED]

Taeyang-Heera | Love isn’t As Complicated As You Think | Part 1 [FINISHED] (had been recomended by KoreanIndo)

TOP-Yeorin | Break Up | Part 1 [FINISHED]
TOP-Yeorin-Seungri | Beautiful Affair Does Exist | Part 1 [FINISHED]
TOP-Yeorin-Seungri | The Soulmates… | Part 1 [FINISHED]

♥  YOU’RE MY STAR SERIES :

Skydragon-Sunsky | You’re My Star| Chapter 1 Part1 Part2  Part3   Chapter 2  3  4  5  6  7  8  9 10 11 12 …

Dae-Bom | Please Don’t Cry My Boy | Part 1 [FINISHED]
Dae-Bom | Sequel : The Way I Love You | Part 1  2  3[FINISHED]

[COMING SOON]
Gummy-Hyunbae
Dara-Seungri x Darayang

♥  FAMILY SERIES :

Taeyang-Heera | I Love You My Eonni Hubby | Part 1 [FINISHED]

Skydragon | The Man | Part 1 [FINISHED]

PS : Semua fanfiction yang saya post selain fanfiction-fanfiction di atas berarti merupakan Fanfiction lepas yang tidak bersangkut-paut satu sama lain. Semoga post ini bisa sedikit membantu para readers sekalian ^o^

With love,

Sorayong

[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.9)

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

-Enjoy reading-

“Gong Minji imnida, dowajuseyo..” ujar Minji pada dua makhluk di depannya. Dong Hyunbae dan Dong Youngbae, kakak beradik yang kini tengah memperhatikan Minji dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki.

“Jadi anda Minzy Agashi yang dikirim oleh Stanford?” tanya Hyunbae sarkatis. Stanford merupakan kampus Gummy, mantan tunangannya yang meninggalkannya di hari pernikahan mereka.

“Hyeong, “ Youngbae menegurnya. Youngbae berdeham sebentar lalu segera melanjutkan berbicara pada Minji, “Menurut Stanford kau adalah lulusan terbaik mereka sebagai agen mata-mata dan telah bekerja untuk CIA setahun sebelum kau lulus dari Stanford. Lalu kau melanjutkan pekerjaanmu menjadi mata-mata untuk KNI (Korean Nation Intellegent) di kantor berita New York Times. Cukup menarik.”

Minji hanya mengangguk-anggukan kepalanya membenarkan semua yang dikatakan oleh Youngbae.

“Sayangnya di sini tidak dicatat mengenai latar belakang keluargamu. Tidak keberatan jika aku ingin kau menceritakannya? Nama dan pekerjaan orangtuamu saja sudah cukup untuk kami,” Youngbae bicara sambil mengetuk-ketukan mountblanc miliknya di atas meja kaca di depannya.

Minji yang berdiri di depan meja itu menghadap Youngbae dan Hyunbae yang tengah duduk mulai merasa gerah. Untuk apa mereka menanyakan pertanyaan konyol itu, rutuk Minji dalam hati. Tak ada yang berubah dalam mimic wajahnya, Minji sudah sangat terlatih untuk menghadapi situasi seperti ini.

“Di MoU agen tidak pernah tertulis untuk membocorkan rahasia pribadi agen dan agensi kepada pihak ketiga. Dalam kasus ini perusahaan ini merupakan pihak ketiga dan identitas keluarga termasuk dalam rahasia pribadi agen. Kesimpulannya saya tidak diijinkan untuk memberitahukan data itu kepada anda berdua. Saya mohon maaf,” Minji menjawab dengan cukup diplomatis.

Hyunbae terbelalak mendengar jawaban itu. Seumur-umur menangani bisnis ini, belum pernah dia menemukan agen seperti Minji. Hyunbae yang  tersulut emosi sudah berdiri dan hendak mengusir Minji keluar dari kantor mereka secepatnya. Sayangnya, kali ini Youngbae menghentikannya.

“Baiklah Minji, kau diterima. Mulai besok datanglah pukul sepuluh pagi ke sini. Beberapa staf akan menunjukkan apa saja yang bisa kau dapatkan di sini,” Youngbae bicara mendahului Hyunbae dan sukses membuat pria itu berpaling pada Youngbae dan menatapnya penuh tanda tanya. Baca lebih lanjut

[ONE SHOOT] [TOP-OC] Break Up

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

Cast: TOP, GD, Taeyang, Seungri, Daesung,  Choi Heera, dll

-Happy reading-

Wajah itu membeku menatap Yeorin dengan tatapan sebeku pegunungan Alpen. Choi Seunghyun, seorang rapper ternama dengan sejuta penggemar yang mengelilinginya.

“Jadi kau memilih berpisah denganku?” tanya Seunghyun dengan suara beratnya.

Yeorin hanya bisa menunduk. Aku harus bagaimana? makinya dalam hati.

“Jawab aku Yeorin, aku sedang tidak berbicara dengan batu!” bentak Seunghyun kali ini dengan amarah yang memuncak.

“Ya!” Yeorin kini memberanikan diri menatap kedua mata yang dulu sempat membiusnya. Kedua mata yang pernah membuatnya rela bekerja paruh waktu di YG. Kedua mata yang membuatnya mau melakukan apa saja untuk mendapatkan hati sang empunya tatapan itu.

Bukk

Seunghyun memukul tembok di sebelah kirinya membuat tembok itu kini berlukiskan garis retakan.

“Pergilah! Pergi dan jangan pernah meminta kembali padaku!” ujar Seunghyun geram.

“Ne.. Aku pergi,” jawab Yeorin santai dan melenggang pergi dari ruang latihan di gedung YG, tempatnya dan Seunghyun mengakhiri hubungan mereka. Baca lebih lanjut