[OneShot] [TOP-Seungri-OC] The Soulmates…

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!

Enjoy reading ! ^_^ Seri sebelumnya : Break Up dan Beautiful Affair Does Exist you’d better read that first ^_^

—————————————————————————————————————————-

“ Do you love me? Do you ever love me? Did you love me?”

“Oppa…”

“LEE YEO RIN!”

“Seunghyun oppa.. aku sangat mencintai oppa.. pertanyaan-pertanyaan oppa tadi menyakiti hatiku…” suara isakan mulai terdengar. Beberapa  bulir airmata mulai membasahi sudut-sudut mata kecil Yeorin. Hatinya tersayat mendengar seseorang yang dicintainya dengan amat sangat mempertanyakan cinta itu dengan cara yang sangat keji.

Choi Seunghyun, kekasih Yeorin, membawanya ke Holy Land, sebuah lembah kecil yang sangat hijau dibelakang tempat kerja mereka, gedung YG Entertainment. Tempat ini adalah tempat penuh arti bagi Yeorin. Lembah ini berjasa dalam mempertemukannya dengan Seunghyun untuk pertama kalinya. Saat itu Yeorin belum bekerja untuk YG dan Seunghyun masih seorang trainee. Yeorin menyimpan dengan apik kenangan itu dalam hatinya, khawatir jika kekasihnya tahu, laki-laki itu akan menjadi semakin besar kepala.

“Kalau kau memang mencintaiku, kenapa kau tega membuat hatiku terluka?” suara Seunghyun yang sebelumnya meninggi kini justru terdengar lirih dan menyayat hati.

“Oppa?” bisik Yeorin sambil merangkum wajah sendu Seunghyun.

“Aku tidak mengerti  maksud oppa…” Yeorin melanjutkannya sambil mengangkat wajah Seunghyun yang tertunduk dengan kedua tangan kecilnya, “Tatap aku Oppa. Katakan… apa salahku?”

“Butuh waktu bertahun-tahun bagiku untuk bisa mendapatkanmu kembali. Kini, saat kau sudah kembali di sisiku, kenapa cintamu sudah hilang dan terbang?” Seunghyun menjawab lirih dan menatap lurus ke bola mata hitam Yeorin.

Yeorin membisu dan berusaha mencerna segala yang dikatakan kekasihnya itu.

“Kau pergi begitu saja selama bertahun-tahun. Aku menunggu dengan perasaan sakit. Kini, kau kembali tapi tidak dengan cintamu. Haruskah aku menunggu lagi dengan perasaan sakit? Atau kita akhiri saja semua agar sakit ini lekas pulih?”

Yeorin menggelengkan kepalanya. Tidak.. apa maksud Oppa berkata seperti itu? Bagaimana bisa dia ingin mengakhiri hubungan ini begitu saja? Setelah semua yang sudah kami lalui hingga bisa mencapai ke titik ini?

Baca lebih lanjut

Iklan

[OneShot][Taeyang-OCs] Story of Bestfriends

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!


-Happy Reading-

 

“Kita tidak akan pernah bertengkar kan Heera?” tanyaku pada Choi Heera di suatu senja yang indah. Mentari tenggelam di ufuk barat begitu nampak jelas terlihat indah dari bukit di mana saat itu aku dan Heera duduk  bersama.

“Tentu saja  tidak Saerin. Kita kan sahabat! Kenapa kau bertanya seperti itu?” Heera menampakkan  wajah bingungnya yang lugu.

“Entahlah… Hahaha,” Aku menjawab sambil  tertawa. Heera yang tidak mengerti hanya ikut tertawa saja. 

Choi Heera dan Cho Saerin,dua sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Choi Heera dan Cho Saerin, dua sahabat  yang pernah mengukir kebahagiaan bersama. Ya, aku dan  Heera pernah melakukannya. Bisakah kalian menggarisbawahi kata pernah yang sedang kutulis saat ini? Heera dan aku hanyalah sebuah sejarah. Waktu, ruang dan manusia itu kini sudah tidak lagi sama.

Choi Heera dan Cho Saerin sudah tidak lagi sama seperti masa lampau. Sejarah tetap hanyalah sebuah  sejarah.

“Saerin…” suara  Eomma menghentikan  sementara kegiatanku menulis  catatanku kali ini.

“Ne!”  kujawab dengan enggan panggilan eomma sambil melangkah lesu menuju ruang makan tempat suara eomma tadi berasal.

“Saerin-ah! Kau sudah besar rupanya! Wah.. kau semakin cantik  saja,” bibi Gong,  sahabat eomma sedang duduk  di ruang makan dan melihatku mulai menuju ke sana. Bibi Gong selalu saja begitu, mengatakan hal  yang baik-baik  tentangku padahal aku tahu dengan jelas dia tak lebih dari seorang penjilat.

“Ne, ahjumma..” sapaku pada bibi Gong berusaha terlihat ramah meski rasanya ingin sekali kujambak rambut pendek model boyish-nya lalu kuseret dia keluar dari rumahku ini.

“Saerin-ah, kenapa kau masih begitu! Tersenyumlah! Lihat bibi Gong saja sudah bisa merelakan kepergian Heera. Jangan membuat bibi Gong semakin sedih karena melihatmu masih saja bersedih,” Eomma berbisik  sambil menggiring tubuhku untuk duduk dan bergabung makan malam dengan eomma, bibi Gong dan paman Choi.

“Ne..” bisikku pelan pada eomma.

Kalau bukan karena aku tidak ingin membuat eomma bahagia, aku tidak akan pernah sudi duduk dan  makan bersama dengan  orang sekotor  bibi Gong! Sampai matipun aku tidak akan pernah mengampuninya.

Makan malam kali ini sungguh sangat memualkan. Setiap nasi  yang masuk ke dalam  perutku serasa ingin menghambur keluar. Entah karena efek dari obat yang kukonsumsi  demi mengembalikan lagi kesehatanku atau karena  kehadiran salah satu orang yang paling kubenci  di dunia. Aku tak tahu yang mana yang menjadi penyebabnya.

“Eomma, aku sudah selesai. Aku naik ke atas dulu. Banyak tugas kantor yang harus kuselesaikan…” pamitku pada eomma. Meski tidak menjawab aku tahu eomma pasti sedang bingung karena aku tidak menghabiskan sup jagung kesukaanku kali ini.

Sungguh demi apapun yang ada di langit, aku ingin pergi  saja dari dunia ini.

Heera,  tidak bisakah kau membawaku sehingga kita bisa melanjutkan perang itu di neraka? Tidak bisakah Heera?

***

Ponsel di nakas  samping tempat tidurku bergetar  dan membuatku  sadar sudah saatnya untuk bangun dan kembali menatap hari. ‘SAERIN-AH! FIGHTING!’ tulisan Hangeul milik Heera  terpampang jelas di lemari baju yang posisinya tepat  di depan tempat  tidurku.  Tulisan itu memang sengaja kupindah ke  sana agar setiap bangun aku tidak lagi merasa telah kehilangan orang itu. Tidak! Tidak pernah!

Untuk mengusir suasana buruk hatiku, kuambil ponsel di atas nakas  yang sukses membuatku bangun sepagi ini. Setelah kunyalakan layarnya,  ternyata ada sebuah pesan  masuk.

From : YB-SUN

Saerin.. are you okay? If you only knew,  I have bad days during this time. Blame me for everything! Don’t ever blame yourself or my mother. She doesn’t know anything. Please…

Tidak perlu kuulangi membaca lagi karena aku sudah sangat mengerti maksudnya. Dasar pria laknat! Sudah  sekian tahun  dan  kau baru berani menghadapiku! LAKNAT! BERENGSEK! TIDAK TAHU MALU! Tidak ubahnya seperti ular dalam kisah penciptaan! Dia yang sudah  membawaku  masuk  dalam perangkap si jahat dan membuat satu persatu orang yang kukasihi meninggalkanku! Dong Youngbae! Kau pikir selama ini aku hanya menyalahkan  diriku saja? Atau bibi Gong? KAU SALAH!

To : YB-SUN

Youngbae-ssi, you’re  such as a jerk yet bastard! KEEP THAT!

Kutekan tombol  kirim dan mengirim pesan  singkat itu sebagai balasan untuknya. Dia kira aku  siapa? Cho Saerin  yang begitu mudah diperdaya  seperti dulu lagi! Sama sekali bukan! Kau sedang menggali lubang kuburmu sendiri Youngbae!

Ketimbang memikirkan laki-laki yang sudah pergi sekian tahun itu, lebih baik  aku mempersiapkan  diri untuk  pekerjaanku pagi ini. Sebagai seorang staf ahli  sumber daya manusia, hari  ini aku  harus menemui atasan baruku. Dia baru saja dipromosikan dari  Jepang  dan dipindahkan ke Korea karena keberhasilannya meningkatkan nilai saham perusahaan tempatku bekerja.

Seusai mandi kumasukkan beberapa arsip yang harus kukirim pagi ini ke kantor pusat di Milan, Italia ke dalam tas tanganku.  Kadang aku berpikir bagaimana bisa lulusan psikologi  dari Seoul Nation  University sepertiku ini bisa terjebak dalam sebuah perusahaan swasta semacam ini.

Nasib! Siapa yang bisa menebaknya. Baca lebih lanjut

[Skydragon][One Shoot][ENG] I Love You, My Santa

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!

-Happy Reading-

Do you believe on santa? Yeah! I mean the real Santa Claus. I don’t or at least I didn’t believe it until one day I found my real santa that I want to be mine. Laugh at me? Ya ya ya.

I met a girl named Chaerin when I was on senior high school. She was my junior that so damn baddass and so famous among the boys in my school. I were famous too, trust me. Everyone called us as Baddest Couple that acted like Tom and Jerry.

We always fight one another. She didn’t ever respected me as her senior. She was the first juniors of mine that didn’t want to call me “Seonbae”. I was so mad at her.

“Hey you girl! Who are you? What did you do here in “Senior Areas”?” one day I asked angrily at her because I saw her was eating in the area in cafeteria that should be only for the students who were on their last year in senior high school. No one of the juniors have ever eaten in that area, yeah except her. She was the first one!

Do you know her answer? “I’m eating. Do you want eat too? Please don’t disturb my lunch time! Thankyou.” Then, she just continued eating her  food. I was speechless. I want to angry and scream in front of her face but I just couldn’t do that. I don’t know why.

Another day, she had just arrived at our school. There’s an unwritten rule that none of the juniors can be dropped by their driver or parents in front of the school’s gate. All juniors must be walking from the nearest halte from our school.

Once again! She just broke those unwritten rule. She had just arrived at school and was dropped by her driver in front of the school’s gate. She came out from her car and acted like a princess! WHOAH! I was so angry.

I walked into her and scream in front of her face, “YOU ARE JUST A JUNIOR HERE! YOU ARE STILL ON YOUR FIRST YEAR AND YOU ACTED LIKE A SENIOR! PLEASE RESPECT YOUR SENIORS!”

Slapped!

She slapped  my cheek. Damn her!

“Do respect you junior first then you will get your respect as senior!” she whispered at me and then continued talking with her cheesy voice, “ISN’T THAT TRUE? GIVE AND TAKE! GIVE JUNIORS RESPECT AND JUNIORS WILL BE RESPECTING THEIR SENIORS, NE?” and everyone just clapped their hands shown the agreeness at Chaerin’s statement.

I hate a loss. I was so shy to be treated like that in front of everyone by this stupid junior named Chaerin. I was lost my control. After the end of the study time, I went to my favorite place ever, boxing arena near my school.

Yeah, I do boxing. I love boxing. But I have never used my good punch to kill anyone. I swear! ><

After more than an hour spent my time in boxing arena, I went home. Unfortunately I met a group of  people that known as my school’s enemy. They were from Daehee senior high school, one of Sunghwan, my school’s big enemy.

“Hey you Jiyong! What are you doing here? Preparing for our next fight? Huh? You chicken!” TOP, the leader of these group that I bet he was drunk said those stupid sentence to me.

As I said before, I was lost my control. With no second thought, I hit his stomach. Seems like miss fortune weren’t on my side at that time. They were consist of five people and of course I was just alone and lost against them five.

I had been battered and so pitty. I thought I was fainting already. But urhm.. not really, I could see but not clearly that someone help me. She, yeah this people was a girl, helped me by hit and defeat them one by one. She is a hero for me.

I didn’t know anything about her. I was fainting and when I woke up in the morning I had been on my bed, in my apartment. I asked my eomma, that lived there with me. But she said she didn’t know anything. She just said that the hero of mine was leaving me alone in front of my apartment’s door after she rang the bell.

“Ah but those people left this letter for you,” eomma  said as she took a sheet of paper from the kitchen desk.

She gave those letter for me, and those letter made me believe on santa until now. Baca lebih lanjut

[Sequel] [SkyDragon] [Oneshoot] That Man

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

ps: u better read [Taeyang-OC] [SunSky] I Love You My Eonni Hubby first ^.^
this fanfiction is the sequel of those fanfiction 🙂

-Enjoy reading-

A man love you

That man really loves you

Everyday, like a shadow, he follows you around

That man smiles but actually crying

-Jiyong-

Selesai sudah kegiatan Jiyong hari ini. Seperti biasa sebagai model papan atas sekaligus anak pejabat nomor satu di Hannara dang atau biasa disebut GNP, Grand National Party kegiatan Jiyong bisa disebut melebihi orang seumurnya.

“Jiyong-ssi, ada telepon untuk anda dari Kwon Sajangnim…” seorang sekertaris pribadi Jiyong memberikan padanya ponsel hitam kaku dan beku, sebeku pemiliknya, Kwon Jiyong tentu saja.  Jiyong mengambilnya dan segera berbicara dengan orang diseberang sana.

“Aboji, ada apa lagi?” tanya Jiyong dengan nada lelah yang kentara.

“……”

“Aku tahu Aboji.. lagipula nyonya Lee kesayanganmu itu tidak akan mati kutinggal sendiri hingga malam hari…”

“……”

“Jadi sekarang Aboji lebih membela menantumu daripada anakmu sendiri! Astaga gadis itu!! Aku harus pergi…” Sesudah itu Jiyong menutup flip ponsel hitam itu dengan kasar dan memasukkannya ke dalam kantung jasnya.

Jiyong benar-benar membenci semua ini. Pernikahan karena politik. Dia harus menikah dengan Lee Chaerin, anak dari Lee Kijin pemimpin terkuat dari Jayu Seojin-dang atau Liberty Forward Party yang merupakan partai oposisi dari Hannara-dang, partai yang dipimpin keluarganya selama bertahun-tahun.

Pernikahannya merupakan tanda politik bersatunya dua partai besar Korea.Pernikahannya merupakan alat politik untuk mempersiapkan dia melaju sebagai anggota parlemen dari distrik Seoul dan dengan cepat menjadi kandidat perdana menteri Korea di pemilihan berikutnya.

Jiyong benar-benar lelah dengan semua kepalsuan itu.

PIkirannya kembali terbang mengingat kenangan setengah tahun lalu di mana nasib mempertemukannya lagi dengan Chaerin, yang saat itu bahkan belum berstatus sebagai calon istrinya.

“KAU!” Chaerin memekik.

“KAU!” pria itu sama kagetnya dengan Chaerin.

“KWON JIYONG!”

“LEE CHAERIN!”

“KAU!” mereka berteriak bersamaan. Sedetik kemudian nama yang sama keluar dari mulut mereka, “DONG YOUNG BAE!!!”

Ya, Jiyong masih bisa mengingatnya dengan jelas. Kala itu Youngbae, sepupunya yang baru merayakan setahun usia pernikahannya dengan istrinya memberi Jiyong sebuah tiket berlibur ke pulau Nami. Jiyong tidak menolak, lagipula dia memang sudah semakin lelah dengan dengungan untuk menikah dan berkeluarga yang kerap diteriakkan halmeoni tercintanya.

Tanpa ada sedikitpun rasa curiga dengan kebaikan Youngbae yang tiba-tiba itu, Baca lebih lanjut

[ONE SHOOT] [TOP-OC] Break Up

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

Cast: TOP, GD, Taeyang, Seungri, Daesung,  Choi Heera, dll

-Happy reading-

Wajah itu membeku menatap Yeorin dengan tatapan sebeku pegunungan Alpen. Choi Seunghyun, seorang rapper ternama dengan sejuta penggemar yang mengelilinginya.

“Jadi kau memilih berpisah denganku?” tanya Seunghyun dengan suara beratnya.

Yeorin hanya bisa menunduk. Aku harus bagaimana? makinya dalam hati.

“Jawab aku Yeorin, aku sedang tidak berbicara dengan batu!” bentak Seunghyun kali ini dengan amarah yang memuncak.

“Ya!” Yeorin kini memberanikan diri menatap kedua mata yang dulu sempat membiusnya. Kedua mata yang pernah membuatnya rela bekerja paruh waktu di YG. Kedua mata yang membuatnya mau melakukan apa saja untuk mendapatkan hati sang empunya tatapan itu.

Bukk

Seunghyun memukul tembok di sebelah kirinya membuat tembok itu kini berlukiskan garis retakan.

“Pergilah! Pergi dan jangan pernah meminta kembali padaku!” ujar Seunghyun geram.

“Ne.. Aku pergi,” jawab Yeorin santai dan melenggang pergi dari ruang latihan di gedung YG, tempatnya dan Seunghyun mengakhiri hubungan mereka. Baca lebih lanjut

[Taeyang-OC] [SunSky] I Love You My Eonni Hubby

TITLE : I love you my Eonni hubby CASTS : Dong Youngbae (Taeyang), Choi Heera (OC), Lee Chaerin (CL), and another surprise cast ^.^ DISCLAIMER :  Sorayong©ALL RIGHT RESERVED ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s! ALL PARTS OF … Baca lebih lanjut

[FF YG Family] [OneShoot] Love isn’t as Complicated as You Think

Casts :

-BigBang ‘s YoungBae
-BigBang’s member
-2NE1’s member
-Yang Hyun-Suk
-Choi Heera (OC)
-and others co-casts

Disclaimer : I didnt own any casts here except the ‘OC’ and the story line is mine do not coppy my story! ^^ thankyou xD

Author : Sekar

Love isn’t as complicated as you think

-HeeRa’s POV-

“HeeRa…” seseorang memanggilku. Langkah cepatku terhenti, aku menoleh ke belakang dan melihat siapa orang yang memanggilku.

“Young Bae ssi??” aku mencoba mengingat-ingat kembali. Ya.. dia benar-benar Young Bae.. tidak mungkin aku bisa melupakan wajah tampan dan senyuman menggoda khas miliknya itu. Meski sudah hampir 6 tahun meninggalkan Korea namun bayangan mengenai pria ini selalu mengisi pikiranku. Haduh.. apa sih yang kau pikirkan HeeRa?

Bisa kulihat YoungBae menghampiriku. Senyum itu masih terpampang lekat di wajahnya. Ah.. selalu saja membuat jantungku berhenti berdetak. Bagaiman bisa kau punya senyum seindah itu?? Kini dia sudah sampai di depanku.

“Mau menikmati Americano Coffee dulu? Kalau kau tidak sedang terburu-buru??” aku hanya bisa mengangguk menanggapi ajakannya.

-YoungBae’s POV-

“Hyeong… kau tidak makan?” Seungri masuk ke kamarku dan mengajak makan.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku sedang tidak ingin diganggu. Ingatanku kembali memutar memori  6 tahun yang lalu.

“Besok aku pergi YoungBae…” HeeRa datang ke rumahku di sore hari yang gelap karena mendung.

“Ke mana??” aku hanya bisa bertanya seperti itu.

“Indonesia… Kemarin Appa dan Eomma resmi bercerai, aku memilih ikut Eomma kembali ke Indonesia…” dia bicara terisak, menahan tangis yang mungkin sudah dibendungnya sejak tadi.  Aku memeluknya mencoba memberi kekuatan pada gadis yang terkenal kuat itu. Kini dia sangat rapuh seperti dedaunan kering yang jatuh dari tangkainya. Seberapa dalam luka hatimu HeeRa?

Dia menumpahkan segalanya di pundakku. Setelah itu dia pamit pulang dan menghilang dari kehidupanku. Kini, setelah lama aku menunggu akhirnya dia kembali.

“Hyeong… Hyeong..” ternyata Seungri sudah ada di sampingku dan mengguncang-guncang tubuhku.  Aku hanya menggumam tidak jelas. Enggan aku menanggapi sikapnya yang kian hari justru semakin gila.

“Hyeong.. ayo cepat makan… Sajangnim memanggil kita, katanya mau ada kabar baru…”

“Kabar apa??” kini aku mulai tertarik. Seungri hanya menggelengkan kepalanya. “Makanya.. supaya kita tahu Hyeong cepat bangun lalu makan… lalu kita ke kantor YG!! Palli… “ Seungri menarik-narik tubuhku lagi. Ah..Ah.. Aw.. aku hanya bisa meringis kesakitan.

Akhirnya disinilah kami berada sekarang. Ruang latihan YG Entertainment. Kami yang kumaksud adalah aku, Seungri, GD, TOP, Daesung, Yang Sajangnim,  Chaerin dan Hye Sun noona.

“Okay… aku mengundang kalian semua ke sini untuk memperkenalkan Director Stylist kita yang baru Choi HeeRa…” Deg. Bisa kurasakan jantungku berhenti berdetak mendengar  nama itu. Mungkinkah mereka orang yang sama? Mungkinkah Choi HeeRa yang dimaksud Sajangnim adalah…

“HeeRa..” aku tercekat. Ya .. itu memang dia. Dia masuk dari ruang studio yang memang memiliki pintu khusus yang menyambung dengan ruang latihan. Itu benar-benar HeeRa. Daesung menyikutku, “Kau mengenalnya?” dia bertanya sambil berbisik. Aku mengangguk. “Teman masa kecilku..” aku menambahkan sambil berbisik pula. Daesung menangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

“Annyeonghasseyo, Choi HeeRa imnida… dowajuseyo” Baca lebih lanjut

[TOP-CL][TabiSan][One Shoot] Not Just A Love Story!

List Casts

–          Lee Chaerin

–          Choi Seunghyun

–          Park Sandara

–          Kwon Jiyong

–          Lee Seunghyun (Seungri)

–          Lee Jinki (Onew)

–          Gong Minji

—————————————————————————————————————————————————————-

-Hari ini aku berdiri di sini di ujung  tebing di kawasan perbukitan desa Yeopdong. Aku melihat ke bawah sambil menangis. Mungkinkah aku sebodoh itu? Mungkinkah aku senaif itu? Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.-

Melihat lembah curam yang menganga di bawah sana membuat hatiku sempat ciut. Kegelisahan yang merayap selama  ini seakan lenyap. Berganti dengan kegundahan baru yang mebuatku ingin lekas-lekas ditelan oleh mulut lembah itu.

“AAAAAA……..” Aku bertertiak sekencang-kencangnya. Toh tidak ada siapapun di sini lecuali aku, angin dan rerumputan yang berdesir menyapu telingaku. Kukeluarkan semua kegundahanku, amarahku dan dendamku. Pantaskah aku mendendam padanya ? bisa jadi ia tapi mungkin juga tidak… aku juga tidak pernah mengerti… yang jelas setelah ini tidak pernah akan ada yang sama lagi.

*** ***

Chaerin POV

Aku tersentak seketika. Kukedipkan mtaku berkali-kali berharap bayangan yang kulihat di depan sana akan berubah. Sayangnya, nihil. Semuanya tetap sama. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana Seunghyun oppa dan Dara berpegangan tangan dengan erat. Bergandengan sepanjang jalan menyusuri beberapa outlet terkemuka di mall megah ini.

Saat ini aku sedang menghabiskan sisa liburanku dengan berbelanja ke Hyundai Mall. Siapa sangka aku justru melihat pemandangan paling tidak sedap yang tak pernah kubayangkan.

Choi Seunghyun, kekasihku dan Sandara Park, teman baikku bermesraan di depan mataku. Oh Tuhan.. mimpi apa aku semalam?

Kucoba berpikir jernih… aku mengirim e-mail singkat pada Dara :

To : Darong@live.co.kr

From : CL_faithLee@centro.co.kr

Darong…. Kau dimana? Aku mau mengajakmu ke Lotte World.. main bersama hari ini… reply ASAP .. thanks …J

With love,

CL_Fait\hLee

Satu menit, dua menit…. Sepuluh menit sudah aku menanti balasan dari Darong. Kopi Americano yang kupesan di Bohreur Café ini bahkan sudah tinggal separuh.

~Hey… Preety Boy…~ IPhoneku berbunyi. Segera saja kuambil dari atas meja dan ternyata benar, Dara sudah membalas e-mailku.

To : CL_FaithLee@centro.co.kr

From : Darong@live.co.kr

Mian CL-roo, aku sedang sibuk, tugas anatomi dari professor Park belum kukerjakan… mungkin lusa aku baru bisa menemanimu jalan-jalan…. Bagaimana kalau kau ajak Minji, kudengar  dia sudah selesai dengan tugas anatominya… J sekali lagi maafkan aku ya Chaerin…

With Love,

Dara sweet Dara xD

PRAK… kubanting ponselku itu ke lantai. Beberapa orang di dalam kafe langsung melihat ke arahku. Namun, aku sudah tidak peduli lagi. Sekarang jelas bahwa Dara dan Seunghyun oppa.[1]  memang melakukan affair dibelakangku. Bagaimana bisa dua orang yang kupercaya melakukan hal menjijikan seperti ini. Aku benar-benar tidak habis pikir.

Air mata turun perlahan dari kedua mataku. Mula-mula hanya setetes dua tetes, lama-kelamaan rasa frustasi dan ketidakpercayaan itu meluap menjadi hujan air mata. Aku menangis tersedu-sedu di kafe ini. Kafe di mana tiga tahun yang lalu Seunghyun oppa menyatakan cintanya  padaku. Kafe di mana seminggu yang lalu Seunghyun oppa menyatakan ingin mengikat sumpah denganku melalui ikatan pernikahan yang suci. Oh tidak.. air mata ini terus mengalir tanpa bisa kukendalikan.

*** ***

~letting  you go… letting you go.. I got this yeah…~

IPhone di atas nakas samping tempat tidurku berbunyi. Kulihat sebentat ke arah layar…. Huh… dia lagi.. aku benar-benar muak. Sudah hampir seratus kali Dara mencoba menghubungiku. Aku sudah tidak tahan dengan orang itu. Aku muak memikirkan bahwa dia mencuri kekasihku. Aku muak ketika membayangkan Seunghyun oppa memegang erat tangannya dan merangkulkan tangan besarnya ke pinggang kecil milik Dara. Baca lebih lanjut

[One Shoot] [Taeyang-Bom] Love is Ouch!

Hei all… atas saran dari kak Teeka, @justteeka maka mulai sekarang di tengah pembuatan FF Chaptered aku akan memposting beberapa FF One Shot.. hehehe.

Nah.. setelah kemarin membuat FF untuk pairingan Daesung-Bom , sekarang aku membuat FF untuk pairingan Taeyang-Bom seperti yang di request oleh Dicta, @DictaVIPforever… (yee…)

casts : Taeyang (Young Bae)
GD (Jiyong)
Bom
CL (Chaerin)

happy reading all ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kalau ada mentari pagi tersembunyi tak mau muncul dari timur sana,
maka belum saatnya aku datang…

Kalau ada rembulan malam yang belum bersinar karena awan menutupnya,
maka pintu hatimu itu belum terbuka untukku…

-Sun

Sun… itu adalah puisi pagi yang biasa dia kirimkan padaku lewat e-mail. Sun, matahari, ya.. dialah ‘taeyang’ ku.. dialah ‘matahari’ dalam hidupku…

Namun… kini aku menilik kembali I-Phone ku dan tidak kutemukan satupun e-mail pagi yang biasa kuterima darinya. Ini sudah hari ke sepuluh sejak dia tidak lagi mengirimiku puisi-puisi pagi pembuka hari yang begitu menyejukkan. Ada apa gerangan?

Dia itu adalah Young Bae, Dong Young Bae. Teman masa kecilku yang padanya sudah kutitipkan separuh nafas, jiwa dan hatiku. Young Bae dan aku sudah berhubungan lama. Berhubungan yang kumaksudkan adalah bersahabat dan bersaudara. Dia begitu baik padaku, begitupun sebaliknya aku baik padanya.

Akupun tidak pernah mengerti bagaimana bisa hidupku tertambat pada orang yang bahkan tidak pernah kuketahui perasaannya. Aku bahkan tidak pernah mencoba mencari tahu, warna apa yang diberikan hati Young Bae padaku. Merahkah? Putih? Jingga? Merah Jambu? Atau bahkan Kelabu? Aku tidak pernah tahu.

“Bom… Bommie… ya.. ada telepon untukmu..” Eomma ku mengetuk pintu kamarku sambil berbicara dari luar.

“Telepon?” tanyaku sambil membereskan tempat tidurku. Sudah menjadi kebiasaanku untuk langsung membereskan tempat tidur setelah bangun pagi. Baca lebih lanjut