[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.11/15)

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

Enjoy reading~

Chaerin masih tidak mempercayai apa yang ditangkap  oleh kedua matanya. Lekas Chaerin bergegas menyusul Youngbae yang mengejar Minji. Chaerin berlari penuh harap bahwa penantiannya yang begitu panjang akan jawaban semua mimpi buruknya bisa terjawab hari ini. Sosok tegap Youngbae berhasil Chaerin susul, perlahan namun pasti Chaerin mengikuti sosok itu sambil tetap menjaga jarak di antara keduanya. Chaerin tidak  ingin Youngbae menyadari kehadirannya.

Kini Youngbae telah masuk ke dalam sebuah ruangan yang Chaerin ketahui sebagai ruangan laboratorium tempat para staf ahli melakukan berbagai observasi terhadap pasien. Celah yang tertinggal di sudut pintu tak lebih dari limabelas derajat, namun Chaerin berusaha memanfaatkan celah tersebut sebaik-baiknya.

Dari balik celah itu, Chaerin dapat mendengar segala percakapan orang-orang di dalamnya yang ia yakini adalah Youngbae dan Gong Minji.

“Apa maksudmu dengan muncul di hadapanku dan Chaerin?” Youngbae mendesis menahan amarah dalam setiap nada yang keluar dari mulutnya.

“Aku tidak bermaksud apapun. Aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang pegawai laboratorium baru di sini..” Minji berkilah dengan tetap menyembunyikan ketakutannya.

“Tugasmu di Rumah Sakit ini hanyalah untuk memata-matai bukan untuk mengganggu kehidupan pribadi atasanmu..” kembali Youngbae berdesis.

“Aku tahu bahwa aku  harus memata-matai kelompok Yang-Goon, mengenai itu kau tak perlu mengingatkanku lagi. Satu hal lagi, aku  tidak berniat mencampuri urusan pribadimu, dan  kau juga bukan atasanku karena kau hanya memakai  jasa perusahaan tempatku bekerja,” Minji tak kalah dingin dalam menghadapi pria  ini.

“Kau ini benar-benar….”  Youngbae kini memajukan kari telunjuknya laiknya hendak menusuk kedua mata tajam Minji. Tanpa gentar  sedikitpun Minji menampik tangan itu dan mengancam,  “Jaga sikap anda.  Jika anda tidak bisa melakukannya, aku tak  akan segan-segan membongkar segala  hal tentang Gong Nam Byul pada media. Oh ya  tunggu, bagaimana  bisa kami memiliki nama keluarga yang sama?  Sebuah kebetulan yang  ajaib…” Minji mendecak kagum.

Youngbae kembali menghujaninya dengan tatapan  maut yang mungkin akan  sanggup menelannya hidup-hidup. Sementara itu di luar  Chaerin mendekap mulutnya,  berusaha untuk tidak mengeluarkan suara apapun.Segalanya sudah cukup jelas. Minji memang mengetahui tentang Gong Nam Byul yang selalu menghampiri mimpi Chaerin. Secepat hembusan  angin, Chaerin pergi menjauh dari tempat itu menghindari  kemungkinan Youngbae dan  Minji menyadari kehadirannya.

Sesampainya di dalam ruang praktiknya, Chaerin  segera memanggil perawat Kang dan meminta ijin pulang lebih awal dengan alasan klise,keperluan keluarga mendesak.

“Bagaimana dengan beberapa pasien yang sudah membuat janji hari ini Dokter Lee?” tanya perawat Kang.

“Oh mengenai itu aku sudah membicarakan dengan dokter park,beliau menyetujui untuk mengambil  alih pasien  itu. Kau mengertikan?”Chaerin membereskan beberapa  barang yang dia  bawa ke Rumah Sakit hari ini dengan  tergesa-gesa.

“Ya saya mengerti  Dokter Lee,” perawat Kang hanya bisa menatap gadis di  depannya ini dengan seribu tanda tanya.

“Baiklah  kalau begitu…  aku pergi dulu. Terimakasih ya…”Chaerin lekas keluar dari tempat itu tanpa sekalipun menolehkan kepalanya.

Sepeninggal Chaerin perawat Kang mengeluarkan ponsel tipisnya dan mengetikan sebuah pesan singkat yang entah ia kirimkan pada siapa.  Di saat yang sama di ruangan lain, Minji menerima pesan singkat dari ponselnya dan membacanya  penuh guratan tanda tanya.

From : AGN K
Subj. : Daily LC

Target operasi LC meninggalkan RS dan pulang lebih awal dengan  alasan “kepentingan  keluarga mendesak”. Tindak lanjut plan B.

Minji menatap bingung pada ponselnya. Bagaimana bisa wanita itu dengan  sembarangan meninggalkan tugasnya di Rumah Sakit? Ckckck.

“Gong Minji, kau tidak makan siang?” tanya salah seorang teman kerjanya.

“Ah… oh itu aku ingin ijin pulang cepat  bolehkah? Ada kepentingan keluarga mendesak,” Minji berujar.

“Tentu  saja. Aku akan mengatakannya pada  sunbaenim. Kau pergilah..”

“Begitukah? Terimakasih banyak Eunsoo…” Minji segera  membereskan meja kerjanya dan pergi dari  ruang kerjanya di laboratorium  RS Incheon.

*** ***

Gong Nam Byul Gong Minji

Chaerin mengetikan kedua nama itu pada situs pencari google . Kini dia sudah ada di rumahnya dan mengunci diri dalam kamar berkutat dengan laptopnya. Tiba-tiba saat perjalanan pulang ke rumahnya, sebuah ide cemerlang yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya muncul. Kenapa tidak sejak dulu Chaerin mencari jawaban dari semua pertanyaannya itu lewat mesin pencari yang bahkan  disebut Goddess portal itu.

Sayang sekali setelah beberapa detik menunggu Chaerin harus puas dengan hasil “maaf data yang anda cari tidak dapat di temukan” terpampang  di depan layar laptopnya.

Chaerin mendesah sebentar meluapkan kekecewaanya. Tak habis akal, Chaerin mengganti kata  kunci di borang pengisian. Kini dia hanya menuliskan nama “Gong Nam Byul”. Sepersekian detik kemudian berbagai data dan situs muncul memenuhi isi layar. Hampir semuanya adalah situs portal berita dengan tanggal  yang bisa dikatakan “out of date”aka kadaluarsa karena berasal dari berita-berita sekitar tahun  1998 sampai 1999.

Mata Chaerin sigap memindai semua tulisan itu. Kemampuan membaca cepatnya kala masih menjadi mahasiswa terbukti di sini. Setelah meilhat beberapa situs,akhirnya Chaerin memutuskan untuk focus pada suatu artikel yang begitu menarik perhatiannya.

KISAH TRAGIS KECELAKAAN YANG MENGHABISI KELUARGA GONG.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Gong  Huh-gak , seorang ilmuwan sukses pada masanya, serta seluruh keluarganya  pada Februari 1998  masih menjadi perhatian hingga saat ini. Kecelakaan mobil  di tengah badai musim salju, di daerah sekitar perbukitan deol –guk yang menewaskan Huh-gak  serta istrinya Jang Sejin, juga kedua anak mereka, Gong Nam Byul dan Gong Minah masih menyisakan banyak tanda tanya. 

Sampai pada kalimat itu  Chaerin tidak bisa lagi  menahan isak tangisnya yang hanya bisa  ia tutupi dengan dekapan pada mulutnya. Ia tak ingin seorangpun mendengar tangisnya. Chaerin meneruskan membaca artikel yang dirilis Osen itu dengan penuh kesedihan serta rasa takut yang membuncah. Paragraph demi paragraf  yang dibacanya semakin membuatnya yakin bahwa segala mimpi buruknya bukan hanya sekedar mimpi melainkan sepenggal memori yang mendesak ingin keluar dan ingin diakui pula kehadirannya.

Artikel itu cukup kuat dan pas untuk dirangkaikan dengan memori-memori lama bernama mimpi  buruk itu. Hanya satu yang Chaerin butuhkan untuk saat ini. Gadis ini hanya membutuhkan  sebuah kepastian tentang segalanya. Kepastian untuk melangkah dan  mempertanyakan  segalanya. Lebih lagi,  Chaerin membutuhkan keberanian.

Hal  inilah  yang menjadi alasan kuat bagi  Chaerin untuk segera melangkah  keluar dari kamarnya untuk  mencari semua itu, kepastian dan keberanian. Hanya ada satu tempat untuk mendapatkan segalanya.

*** ***

Ciiit…. Ban mobil yang beradu dengan aspal jalan menimbulkan bunyi yang memekakkan telinga. Chaerin telah sampai di  tempat di mana dia bisa mendapatkan  kembali kepastian dan keberanian yang ia cari itu.

Langkah kecil Chaerin mantap tergambar dalam deru langkah sepatu hak tingginya. Setelah sampai  beberapa meter dari tempat tujuannya Chaerin berhenti melangkah dan seketika itu pula tubuhnya menjadi kaku.

Bayangan yang diihatnya saat ini membuatnya tidak tahu lagi harus berkata apa. Matanya tak mungkin salah melihat. Meskipun hanya dari sudut samping yang tak lebih besar dari sudut terbesar yang bisa dibuat oleh sebuah segitiga ditambah lagi tiang  cakram penghalang yang menutupi bayangan dirinya Chaerin  yakin dengan pasti bahwa pengelihatannya tidaklah salah. Bayangan itu memang adalah…

“Kwon Jiyong,” sapa Daesung-yang Chaerin kenali  sebagai kekasih Bom dan teman Youngbae–pada sosok  bayangan   yang  dilihat Chaerin dan  kini tengah berdiri membatu di depan  batu nisan yang bertuliskan hanja dan hangul dengan karakter-karakter huruf  yang membentuk kata Kwon dan Jiyong.

Chaerin kembali mendekap mulutnya mencoba menjadi ‘invisible’ untuk sementara waktu. Jika  menuruti keinginan hatinya, gadis itu sungguh sangat ingin berlari dan membawa Jiyong pada pelukannya dan berbagi kerapuhan dengan laki-laki yang harusia akui telah merenggut seluruh nafas hidupnya itu.

“Mereka menganggapku orang mati Daesung-ie..” bisik Jiyong dengan suara tercekat yang menyayat hati. Chaerin hanya bisa menahan tangis dibalik tiang cakram dari batu-batu kali besar tempatnya bersembunyi saat ini.

“Itu semua demi kebaikanmu dan kelancaran tugas kita Hyung. Berhentilah bersikap seolah-olah kau ini orang yang paling terluka atas semua konspirasi ini…” Daesung menyela dan membenerkan semua dalil Chaerin atas semua konspirasi yang terjadi bertahun-tahun ini.

“Aku tahu. Justru aku paling mengerti perasaan orang yang menjadi korban dari semua kebohongan ini…” Chaerin bisa mendengan  nada kerapuhan dan dendam dari suara Jiyong yang sudah sekian  lama tak didengarnya. “Ya Tuhan…” Chaerin berkata dalam hatinya. “Bagaimana bisa bahkan aku berdoa untuk arwah Jiyong oppa sementara dia masih ada di  dunia ini. Astaga Tuhan, bagaimana bisa?? Aku benar-benar merindukannya…” Chaerin menjerit pilu dalam angan dan hatinya.

“Kalau  begitu, mari kita keluar dari sini hyung. Kau tidak ingin merusak rencana yang  sudah disusun agency dengan matang kan? Lagipula Minzy sudah menyiapkan segalanya. Jika semua sudah siap, barulah kau  bisa membalas semuanya hyung…” Daesung berhenti bicara  sejenak untuk menghela nafas dan kemudian melanjutkan, “membalas semuanya atas nama Nam Byul…”

Chaerin dengan cepat memproses kalimat Daesung itu. Jadi Minji… astaga, diapun bagian dari semua permainan bodoh ini. Bahkan Kang Daesung pun mengetahui tentang Nam Byul. Jadi  selama ini  hanya dia satu-satunya orang bodoh yang menjadi bidak dalam permainan catur bodoh tak berarti ini.

Seusai itu Chaerin bisa melihat kedua pemuda itu melangkah  pergi keluar menjauhinya. Jiyong sudah berjalan lengkap dengan topi dan  jas coklat yang menutupi tubuhnya dari atas hingga lutut. Chaerin hanya bisa menyimpulkannya sebagai sebuah penyamaran.

Tanpa sadar tubuh Chaerin memanggil nama  Jiyong. Tangannya nanar mencoba menangkap bayangan pria yang tengah  menjauh pergi itu. Kakinya  melangkah kecil  dan lemah mencoba mengejar Jiyong. Mulutnya tak kuat dan hendak berdesis memanggil  nama Jiyong.

“Oppa… Ji…”

“Hentikan tingkahmu…” seseorang berkata dengan dingin  dan cukup keras untuk menyadarkan Chaerin. Badan gadis itu berbalik untuk melihat sosok yang mencegahnya.

“Minji….” Bisik  Chaerin kaget.

“Ya… aku Gong Minji dan aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan semua rencana kami…”

“Minji…. Ini aku… Minji…” Chaerin terduduk lemah dan tertelan dalam isak  tangis  yang sejak tadi dia bedung. “Nambyul….  Nambyul…” desis Chaerin  ditengah tangisnya.

-TBC-

kya… akhirnya Sekar kembali lagi dengan “You’re My Star” chapter 11 …. maaf kalau lama menunggu ya ^^ yang pasti series ini akhirnya akan selesai dalam 4 part lagi ^__^ kya… gak sabar kan??? tetap baca terus ya dan nantikan kk~~ thankyou all *chuu

10 thoughts on “[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.11/15)

  1. woaahh lama bngt sekar😀 partnya ko dikit sihhihihi… Semakin penasaran dan sedikit demi sedikit mulai terkuak,, Okelah sya tunggu lanjutannya dan ff2nya yg lain…

  2. oh God this is great !! Chaerin figure it by herself!! kewl!!! but this too short!!! can’t wait the next part, Sekaaarr…palliiii!!

  3. Mana lanjtnnyaa nih author? *penasarantingkatkabupaten
    buru doong..
    Mash blm paham ada apa dg chae,jiyong,youngbae dan yg lain *lemot
    waiting.. ^^

  4. ahhhhhh… apa chaerin ama minzy itu kakak adek. apa minzy itu gong minah?? ah banyak pertanyaaan berputar2 nihhh.. aku penasaran banget,, BAGUS BANGET cerita ini T^T

    ahh, kenapa minki~ halangin chaerin buat panggil jiyong????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s