[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.10)

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

-Enjoy reading-

“Minji-ah… Minji-ah…” Chaerin  memanggil-manggil dalam  tidurnya.

“Minji-ah…. Minji-ah.. Eomma….” Kini Chaerin terbangun  dengan nafas yang memburu.  Untuk kesekian kalinya, mimpi  buruk  menghantui malamnya. Mimpi itu selalu sama dan berulang laiknya roda film yang memutar gulungan salinan negative film yang sama setiap malam.

“Astaga..” Chaerin berbisik kecil dan  tetap  mencoba  menenangkan dirinya. Diambilnya ponsel di atas nakas  dan dilihatnya pada layar yang menunjukkan waktu saat itu. Pukul tiga pagi, sama seperti  hari-hari  sebelumnya saat mimpi-mimpi buruk   itu membuatnya terjaga.

Chaerin mencoba menerka segala misteri di balik mimpi-mimpinya itu. Adakah mimpi itu sebenarnya kejadian yang pernah hilang dalam hidupnya?

=====================================================================================

“Kwon Jiyong,” sapa Daesung pada sosok  pria yang kini tengah berdiri membatu di depan  batu nisan yang bertuliskan hanja dan hangul dengan karakter-karakter huruf  yang membentuk kata Kwon dan Jiyong. Ya, itu  adalah makamnya. Abu yang sekiranya  dianggap sebagai abu tubuhnya  tersimpan manis di balik batu itu.

“Mereka menganggapku orang mati Daesung-ie..” bisik Jiyong dengan suara tercekat yang menyayat hati.

“Itu semua demi kebaikanmu dan kelancaran tugas kita Hyung. Berhentilah bersikap seolah-olah kau ini orang yang paling terluka atas semua konspirasi ini…” Daesung menyela kesedihan Jiyong dan melempar Jiyong pada kenyataan bahwa segala hal yang diungkapkan Daesung adalah benar.

“Aku tahu. Justru aku paling mengerti perasaan orang yang menjadi korban dari semua kebohongan ini…” Jiyong geram  dan mengepalkan tangannya membentuk tinju dalam genggamannya bersiap meluapkan itu pada siapapun yang dia anggap menjadi dalang dari semua kepalsuan ini.

“Kalau  begitu, mari kita keluar dari sini hyung. Kau tidak ingin merusak rencana yang  sudah disusun agency dengan matang kan? Lagipula Minzy sudah menyiapkan segalanya. Jika semua sudah siap, barulah kau  bisa membalas semuanya hyung…” Daesung berhenti bicara  sejenak untuk menghela nafas dan kemudian melanjutkan, “membalas semuanya atas nama Nam Byul…”

Kalimat penutup Daesung itu sukses membuat Jiyong mengendurkan tinjunya. Tangannya yang tak lagi terkepal, kini bergerak menyematkan kaca mata hitam  yang sedari tadi bertengger  di  sela perpotongan  kausnya. Tak lupa  Jiyong juga memakai topi dan  pernak-pernik  lain yang mampu mengelabui seluruh mata akan kehadiran pria yang “sudah meninggal” ini.

Penyamaran. Ya, itulah yang Jiyong lakukan sampai tiba saatnya nanti mengungkapkan semua kebenaran yang tertutup oleh konspirasi bertahun-tahun ini.

Daesung dan Jiyong pun melangkah keluar dari rumah pemakaman sepi itu. Keduanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Daesung dengan segala pikirannya tentang missi mereka selanjutnya dan Jiyong dengan segala strateginya untuk membuat bintangnya kembali bersinar dan berdiri pada gugusnya yang seharusnya.

=====================================================================================

“Dokter Lee..” seorang perawat menyapa Chaerin yang berjalan memasuki RS yang sudah lama dia tinggal.

“Dokter Lee, kau sudah kembali lagi?” Kini perawat yang lain menyapanya lagi dan Chaerin hanya menanggapinya dengan senyum. Senyum  yang menjadi senjatanya untuk menghindari  berbagai  pertanyaan yang mungkin  datang padanya.

Chaerin memang memutuskan untuk menata kembali hidupnya. Hal  pertama yang Chaerin lakukan adalah menghadapi kenyataan bahwa dia harus kembali pada pekerjaannya semula.  Ini membuat Chaerin setidaknya bisa melupakan sejenak  rasa sakit karena harus kehilangan  Jiyong.

“Chaerin-ah..” suara itu menghentikan langkah mantap Chaerin.

“Youngbae oppa…” Chaerin berusaha membuat suaranya terdengan ceria. Mengubur dalam-dalam kesedihan akan kematian  Jiyong  dan berpura-pura menjadi  baik-baik saja adalah keputusan yang Chaerin  ambil  saat ini.

“Kau sudah kembali?”  tanya  Youngbae sambil mendekati gadis itu.

“Ne..”  Chaerin mengangguk mantap.

“Tentunya aku masih diterima di sini kan?” tanya Chaerin  sedikit bergurau. Sayangnya, Youngbae tidak  menanggapi gurauan itu. Setitik air mata jatuh dari sepasang mata hitam  kelam itu. Youngbaepun tak ayal  membawa Chaerin dalam pelukannya.

“Terimakasih Chae-ah.. Gomawoyo..” bisik Youngbae .

“Untuk apa  oppa?” Chaerin bertanya bingung dan masih belum juga membalas pelukan  hangat Youngbae itu. Youngbae mengurai pelukan itu dan menata surai-surai rambut Chaerin yang berantakan karena adegan  mereka barusan.

Youngbae berkata perlahan pada  Chaerin dan menatap mata itu, mata yang  penuh luka itu, “Terimakasih Chaerin karena  kau sudah kembali ke sini.  Terimakasih karena kau sudah mau melanjutkan hidupmu. Terimakasih karena kau sudah membawa lagi hidupmu ke sini. Terimakasih karena tetap bertahan menghadapi semua ini. Terimakasih Chaerin-ah…”

Youngbae membius Chaerin dengan caranya sendiri. Youngbae membuat gadis itu tak berkutik sama sekali. Youngbae membuatnya menyerah pada apapun yang akan pria  itu lakukan padanya. Youngbae mendekatkan kepalanya pada Chaerin, menghapus jarak di antara mereka. Hingga tak lebih dari sejengkal  lagi bibir merah itu akan dilahapnya, seseorang menghancurkan segalanya.

“Ah.. mianhae..” ujar pengusik  itu yang entah dengan sengaja atau tidak  telah menumpahkan segala barang bawaannya berupa buku-buku besar dan puluhan papan jalan sehingga membuat Youngbae dan Chaerin tersentak.

“Kau tidak apa-apa?” Chaerin yang sadar  segera membantu gadis itu untuk bangkit dari posisi jatuhnya dan juga membantu gadis itu untuk membereskan  beberapa barang bawaannya yang berserakan di lantai. Sementara itu Youngbae hanya bisa menghujamkan pandangan membunuh pada  gadis itu. Youngbae mengenal dengan  sangat orang yang kini tengah Chaerin bantu itu.

“Ne, aku tidak apa-apa. Terimakasih atas bantuannya. Saya permisi dulu..” Gadis itu membungkuk dan lekas meninggalkan Youngbae dan Chaerin.

Youngbae yang tidak ingin kehilangan jejak gadis itupun dengan segera mengejar gadis itu tanpa memperdulikan lagi Chaerin yang bingung melihat tingkah Youngbae.

“Ada apa dengan oppa?” Chaerin berdeham bingung. Matanya berputar memindai segala hal yang ada di ruang tunggu RS itu seolah-olah dinding-dinding dan tiang-tiang di sana bisa menjawab rasa ingin tahunya.

Saat itulah mata kecil  Chaerin menangkap  pelat kecil di sisi sepatu hitamnya.  Dengan cepat  Chaerin mengambil pelat emas itu. “Ini pasti milik perempuan yang terjatuh tadi…” Chaerin bergumam sambil membaca nama yang  tertera pada pelat tanda  pengenal yang  dipakai seluruh staf di RS Incheon ini. “Gong Minji…” Chaerin  membaca  hangul demi hangul yang tertera di sana. Matanya membesar tak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Gong Minji..” Chaerin mengulang berkali-kali dan hasilnya tetap  sama. Nama gadis itu memang Gong Minji. “Mungkinkah dia Minji yang  sama dengan Minji yang ada dalam mimpi-mimpiku selama  ini?”  Matanya  nanar  mencoba mencari sosok Minji berharap ada titik terang yang mampu mengeluarkannya dari   segala  misteri  ini.

——————————————————©Sorayong——————————————————–

A/N : berkali-kali aku revisi tapi tetep aja hasilnya gak sebagus yang aku harapin. Semoga tidak mengecewakan ya readers.
thankyou.

7 thoughts on “[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.10)

  1. huwaaaaa…sedikit!!!!!. pendekkk!!! ga puasss!!!! pengen lagiiii!!!! kkkkkkkk~

    thanx anyway for continue it before im geting older,haha…

    saengil chukae “iloveyg.wp”, keep posted a great story… gud luck for the lovely author, SoraYong..fighting!!!

  2. uwahh.. pendek… tapi ga papa .. yg pnting ini udh d lnjutin..
    ayo eonni… lanjutin lagi… smoga postingan brikutnya bs lbh cpet dan lbh pnjang.. hehe.. #digampar author#…
    >_< kyyaaahhh….. chae rin ktemu minzi.. gmna nih… jd mkin pnasaran..
    jiyong udh blik ke korea.. huhuhuuaaaaaaaaaa……
    semangat yah eonn nlis lnjutannya.. :DDDD

  3. Waaahhh baguuusss
    tapi kependekan T_T//
    ayo lanjutiinn….
    Lanjutiinnn^^….
    Dah lama ini nunggunya
    pokoknya bwt author kereeennn….

  4. Sejujurnya, aku udah mulai lupa sama ini cerita *nyengir*
    Ya ampun onnie, syukur ini cerita lanjutnya sekarang, coba minggu depan, dijamin gak inget sama sekali hahaha
    Bagus onnie, tapi terlalu pendek -__-

  5. Mwo???? apa ini??
    nunggunya luamaaaaaa bgt..
    eh tau2 part ini pendek bgt.. ToT
    Jiyoungnya nongol (?) cuma bentar.. huaaa sekar ada apa dnganmu? *yaampunlebayamatgue._.*
    jangan lama2 please lanjutannya yah..😀 *@GG_azhar* ehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s