[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.8)

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

Chaerin’s

Sepi. Berbulan-bulan tanpa seorang Kwon Jiyong dan aku merasa sepi. Terkadang kita akan merasakan pentingnya seseorang saat orang itu sudah pergi dari sisi kita. Jiyong oppa lenyap begitu saja bagai angin tanpa jejak.

“Chaerin ah..” panggil sebuah suara ringan yang melayang meniti awan.

“…..” aku masih membisu.

“Ayo kita masuk, di sini dingin. Angin bulan februari tidak bagus untuk kesehatan. Dingin sekali kan? Ayo masuk, nanti kau sakit,” Youngbae oppa. Dialah yang mencoba menguatkanku saat ini. Youngbae oppa menarik tubuhku dalam pelukannya. Hal ini membuatku berdiri dari posisi dudukku semula di bangku teras rumahku.

Tubuhku pasrah saja. Dia membawaku sejauh ini, membuatku makin menggila dan mati penasaran. Aku terjebak dalam pikiranku sendiri. Apakah hilangnya Jiyong oppa dari RS Seoulma yang tiba-tiba itu karenaku? Apakah aku ini monster yang akan membahayakan nyawanya? Apakah aku sebenarnya yang mengakibatkan segala hal yang menimpa Jiyong oppa itu?

Youngbae oppa sudah membawaku ke dalam rumah dan mendudukanku di sofa ruang keluarga.

“Youngbae-ah… terimakasih, bibi tidak tahu lagi harus bagaimana kalau tidak ada kamu,” kudengar ibuku berbicara pada Youngbae oppa. Aku muak mendengarnya. Aku benci berpura-pura terus seperti ini. Aku tidak suka dibohongi dan membohongi. Aku benci semua bentuk kebohongan apapun tujuannya.

Setelah itu aku tidak tahu lagi apa yang mereka berdua bicarakan. Pikiranku terus memutar kepingan memori yang terekam seminggu yang lalu.

“Hyeong.. sudahlah mungkin memang Jiyeon noona hanya belum siap….” Youngbae sedang berbicara dengan kakaknya, Hyunbae oppa saat aku tanpa sengaja lewat di depan ruang kerjanya.

“Entahlah Youngbae. Aku punya firasat dia tahu sesuatu. Aku takut Jiyeon ternyata tahu kalau aku tak lebih dari manusia jahanam yang dengan tega merampas hidup orang lain,” Hyunbae oppa terlihat sangat frustasi. Aku bisa melihatnya dari celah pintu masuk yang kubuka sedikit.

“Jika yang oppa maksud itu Jiyong maka aku juga turut andil….” Youngbae oppa berkata dengan nada sedikit tak rela. Aku tercekat. Kenapa mereka menyebut nama Jiyong oppa? Apakah itu Jiyong oppa-ku? Ada berapa nama Jiyong di semenanjung korea ini ?

“Setidaknya kau melakukannya karena Chaerin, sementara aku? Hanya mengikuti perintah belaka. Tak ada tujuan, tak ada pencapaian, hanya sebuah perintah yang harus kujalankan,” penyesalan itu kental terasa dalam setiap deru nada yang meluncur dari mulut Hyunbae oppa. Aku semakin bingung. Namaku? Mengapa mereka menyebut namaku? Ada apa denganku?  Kututup pelan pintu ruang kerja Youngbae yang tadi  kubuka sedikit untuk mengintip ke dalam.

“Kau dengar Chaerin? Banyak dokter-dokter di RS Incheon yang mengkhawatirkan keadaanmu…” suara lembut Eomma sukses membawa ingatanku kembali kea lam nyata. Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku. Siapa aku ini? Siapa Kwon Jiyong? Siapa Dong Hyunbae? Dan yang pasti siapa Dong Youngbae? Aku bingung.

“Park Jiyeon eonni..” aku berseru pelan namun tegas.

Eomma dan Youngbae yang berada di dekatku sedikit kaget. Setelah beberapa hari tidak mengeluarkan suara, justru nama Jiyeon eonni yang kuserukan. Aku harus bertemu dan bertanya padanya ada apa dengan ini semua. Jiyeon eonni adalah calon istri Hyunbae oppa yang tepat dihari pernikahan mereka, dia membatalkan segalanya. Dihari itu juga aku mendapat kabar duka tentang tewasnya Kwon Jiyong tanpa ditemukan jasadnya.

“A..Ada.. apa dengan Jiyeon noona?” Youngbae oppa nampak tercengang mendengarku menyebutkan nama wanita itu.

“Kenapa kau mencari Jiyeon sayang?” Eomma juga bertanya padaku, namun aku bisa melihat kalau Eomma memang hanya penasaran. Sementara Youngbae oppa, aku melihat ada garis-garis kekhawatiran dalam sinar matanya.

“Jiyeon eonni.. aku mau bicara padanya,” entah kenapa suaraku semakin memburu seakan bertarung dengan waktu yang bergulir semakin cepat.

“Jiyeon noona sudah pergi Chae.. dia pergi ke Moscow beberapa hari yang lalu,” Youngbae oppa menjelaskan padaku sesingkat yang dia bisa.

Aku patah arang, hilang arah, tak tahu lagi harus bagaimana. Tanpa kusadari bulir air mata turun perlahan dari dua mataku ini. Entah karena sedih, bingung, lelah, atau merasa tersakiti. Aku sendiri tak bisa menggambarkan perasaanku sekarang.

“Chae-ah.. jika kita sudah besar nanti aku berjanji akan mengatakan yang sebenarnya padamu… percayalah Chaerin, kau akan tahu yang sebenarnya…”  lekat sekali dalam ingatanku bahwa Youngbae oppa pernah mengucapkannya. Apa sebenarnya yang dia tahu namun tidak kuketahui? Siapakah aku? Apakah aku ? Aku tidak pernah tahu.

“Arghh….” Aku mengerang karena sakit yang dengan semena-menanya menghampiri diriku. Bagaimana ini? Setiap ingin membuka lembaran lama yang pernah terjadi dalam hidupku selalu seperti ini. Sakit kepala ini akan selalu menghantuiku bersama dengan mimpi buruk yang serta merta dibawanya. Aku muak!

*** ***

Jiyeon’s

“Jiyeon!” Sajangnim memanggilku. Aku membalik badanku dan bisa kulihat wajah pria yang sudah seperti kakak tertuaku itu.

“Sajangnim!” aku menyapanya lalu memeluk tubuh laki-laki paling dapat dipercaya menurut versiku ini.

“Kau tahu Jiyeon, aku sangat terkejut mendengar kabar bahwa kau membatalkan pernikahanmu,” kini Sajangnim sudah mengurai pelukan kami.

Aku menggelengkan kepalaku.

“Jadi Sajangnim pikir aku akan menikah dan menyerah pada pihak lawan?” tanyaku bergurau namun tak dapat dipungkiri hatiku sendiripun terluka.

“Gummy Eonni!” suara lain memanggilku dari arah belakangku. Aku sudah bisa menebaknya.

“Eonni!” kini dia memeluku dari belakang.

“Minji ya! Berapa usiamu sekarang? Kenapa kau masih seperti anak kecil saja?”  aku menggiringnya untuk berdiri menghadap padaku dan Sajangnim. Gadis kecil yang sudah seperti adiku ini benar-benar tidak berubah.

“Minji, belajarlah memanggilku dengan nama Korea ku. Kita akan kembali ke Korea sebentar lagi kan?”

“Ani eonni! I love speaking English and call you as your English name! it’s thousand times more sweet than your Korean name,” Minji berkilah.

“Terserah kau sajalah!” aku menyerah dan dia tersenyum penuh kemenangan sementara Sajangnim hanya bisa tertawa melihat tingkah laku kami.

Aku baru tiba di Moscow beberapa hari yang lalu. Menikmati sejenak pemandangan indah ibukota Rusia ini dengan suhu yang dibawah batas normal. Itu kesenanganku sejak dulu, berteman dengan dingin. Sama seperti saat aku mendekati Hyunbae yang terkenal sebagai karang es. Aku tercipta untuk mencairkan karang-karang bekuan itu.

Sayangnya, hatikupun luruh karenanya. Pekerjaan dan cinta yang menyatu bukanlah pilihan yang baik saat kau bekerja seperti diriku ini.

Memilih meninggalkan Hyunbae adalah jalan terbaik yang bisa kuputuskan sesaat setelah membaca email singkat dari Kang Daesung bahwa dia sudah memastikan keluarga Dong memang otak dari segala kekacauan yang terjadi selama ini. Keluarga Dong, ya betul! Keluarga calon mempelai priaku. Sedetik setelah itu aku sadar, aku tidak bisa menikah dengannya.

“Jiyong…” aku menyebut nama itu saat melihat seorang pria yang sedang berjalan  di lorong seberang tempatku berdiri saat ini. Pria itu berhenti menatap gugusan lantai-lantai marmer di bawahnya dan menatap ke arahku.

“Gummy noona?” tanyanya memastikan.

“Jiyong..” aku berlari menghampirinya. Aku benar-benar terkejut. Aku tidak menyangka sama sekali bahwa Kwon Jiyong, teman masa kecil Minji ini juga direkrut untuk bekerja di sini. Tidak mungkin. Sejauh yang kutahu, Kwon Jiyong terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses dibidang pemasaran dan pencitraan produk lewat dunia maya.

“Aku tidak menyangka kau… kau masih hidup? Maksudku.. kau ada di Moscow? Di sini?” aku masih benar-benar tidak habis pikir. Seluruh keluarga dan kenalannya menganggap Jiyong sudah meninggal. Bahkan dari yang kudengar sebelum pergi ke Moscow tunangan Jiyong sampai depressi setelah kabar Jiyong menghilang tanpa jejak di tragedy terbakarnya RS Seoulma.

“Aku bekerja di sini sejak empat tahun yang lalu, aku juga tidak tahu apa-apa. Begitu siuman aku sudah ada di Moscow! Tunggu, tadi noona bilang apa? meninggal? Jangan bilang semua orang korea mengira aku meninggal?” tanyanya bingung. Aku mengangguk.

“Dr. Lee, tunanganmu itu bahkan memilih keluar dari pekerjaannya di RS Incheon dan kabarnya dia menjadi depressi…” aku menambahkan sedikit tentang fakta yang terjadi.

“Chaerin? dia sampai begitu karenaku. Aku bahkan tidak tahu harus bersedih atau bahagia…”

“Ji…” aku bicara getir.

*** ***

“Gong Nam Byul…”

“Gong Nam Byul…”

“Jadi Lee Chaerin dan Gong Nam Byul itu….”

“Psst! Aku belum bisa memberitahu Sajangnim saat ini! Kuharap kau bisa merahasiakannya dengan baik sampai aku sembuh total dan bisa bergabung dengan yang lain ke Moscow? Mengerti Lee Seunghyun?”

“Hey Kang Daesung! Santai saja! Kau tahu, bahkan hingga saat ini rahasiamu bahwa kau pernah mencium Park Bom noona tanpa sepengetahuannya pun tidak pernah kubongkar pada siapapun! Jadi kau bisa mempercayakan berita ini padaku!”

“Seungri! Ini lebih dari sekedar urusan siapa mencium siapa! Ini urusan misi kita selanjutnya, paham? Sudah sana pulang! Kau mau nanti manager gila itu merutuk lagi padaku karena kau jadi tidak pernah ikut jadwal latihan karenaku?”

“Hey hyeong! Kau ini yang selalu mengusirku! Biar saja nanti manager-manager gila itu merutuk padamu. Aku tidak peduli!”

“SEUNGRI!”

*** ***

PS : Gummy-YG’s R&B queen- nama aslinya Park Jiyeon🙂

A/N : makin gaje kah? makin aneh kah? ada beberapa plot yang kupotong karena konfliknya belum cocok untuk sampai kesana ^.^ jadi ya kalau agak aneh harap dimaklumi. Trus, klo ada yang tanya Sorayong/Sekar/Oda kok gak jadi pake password? Nah! Ini karena aku hanya akan memberikan password untuk FF one shoot ^.^ yeay (Y) jadi buat siders bisa tetep seneng deh baca FF chapters di sini.😀
Tapi untuk FF One Shoot emang aku akan ketat dan gak mau sampe keulang untuk ketiga kalinya :p so, klo ada FF One shoot yg di password u know where to asked ne? hehhee🙂 okay then, makasih udah mau baca-komen-like kalian semua baiiiikkkk seekkkaaallliii…❤ bye bye

10 thoughts on “[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.8)

  1. siapa gong nambyul?? Jiyong kerja apa?? Agen rahasia atau apa.. Siapa chaerin..?? Bner2 gk bs d tebak ni.. Oia gr2 ff ini q tau nma aslinya gummy hehe ffnya beda bngt drpd yg lain.. Penuh rahasia semoga chaerin gk jd korban..😀 hahaha thnks ya sekar.. :* *hug*

  2. sukses km bikin pnasaran!! Complicated gtu ya…dan BigBang’y ga rata..YB vs banyak!wkwkwkwk…
    Next chap,plissss….jgn sampe aq ganti umur si Chaerin msh sama pusing’y ma aq,ok! Lanjutkan!!^^

  3. waaah sulit ditebak :O aku penasaraaan, nanti mau bacabaca yang part sebelum-sebelumnya boleh ya eonn hehe😄
    ohiya tawaranku gimana? mau ya? ya? :3 aku suka cerita-ceritanyaa hehe

  4. ahhhhh… aku semakin bingung dan PENASARAN.. ada apa emang dengan gong nam byul?itu chaerin kan? apa yg terjadi ama chaerin seblmunya?

    dan knapa respon jiyong cuma begitu?? what’s going on here? UH ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s