[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.7)

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

Pelan namun pasti Jiyong membuka kedua kelopak matanya. Cahaya masuk menyeruak menyapa matanya dari jendela yang terbuka di sisi kiri tempat tidurnya. Efek tidal menjadikan beberapa debu halus turut terlihat bersama sinar matahari pagi itu.

“Di mana aku…” erang Jiyong lemah. Berkutat pada keadaan sekitarnya yang lamat-lamat mulai dia kenali.

“Oppa…” ujar suara kecil masuk melalui pintu kayu di seberang sana.

“Kau? Yeorin. Jangan bilang aku ada di….” Jiyong mulai mengerti keadaanya.

“Ia, oppa sedang di Moscow. Oppa tidak ingat apapun?” kini Yeorin sudah ada di sisi tempat tidurnya yang dilapisi seprai putih bersih tanpa motif.

Jiyong menggelengkan kepalanya masih tak mengerti.

“Huh.. Oppa sudah menyia-nyiakan kerja keras Seunghyun oppa..” ujar Yeorin pura-pura marah. Jiyong hanya diam tak merespon.

“Sudahlah, aku keluar dulu ingin memberitahu yang lain kalau Oppa sudah siuman…” Yeorin berjalan keluar melalui pintu yang sama dengan saat dia masuk tadi.

Jiyong masih belum benar-benar mengerti. Aku di Moscow? Pikiran Jiyong melayang mencoba mencari titik temu semua ini.

“Arghh… kepalaku…” erangnya kini penuh kesakitan.

*** ***

“Argh… kepalaku…” Chaerin mengerang. Tidak, aku harus kuat. Chaerin mencoba bertahan. Dia harus tetap kuat meskipun sakit kepala ini terus membayanginya beberapa hari ini.

Bagaimana tidak. Sudah sebulan sejak berita tewasnya Jiyong dan dia tidak pernah bisa benar-benar tertidur. Tiap kali matanya tertutup dan dia mulai berjalan ke nirvana, bayangan Jiyong memanggilnya terus muncul. Bergantian.. bersahut-sahutan.

Bukk

“Chaerin..”

“Ah.. Youngbae oppa..” Chaerin menyadari siapa yang baru saja ditabraknya.

“kau baik-baik saja?” tanya Youngbae khawatir.

Chaerin menangguk sebentar lalu bicara lirih, “Ya, aku hanya…”

Dan tubuh mungil Chaerin limbung terjatuh. Untung saja Youngbae dengan kedua tangan kekarnya itu dengan sigap menangkap tubuh Chaerin. Ketika diperiksanya Chaerin sudah pingsan, segera Youngbae memapah tubuh itu menuju ruang trauma di lorong utara RS Incheon.

Youngbae menatap sedih ke tubuh Chaerin yang kini terbaring lemah di tempat tidur dengan infuse ditangan kanannya.

“Apa aku salah Chae? Apa aku salah melakukan ini padamu?” Youngbae berbisik pelan. Matanya nanar menatap Chaerin dan tangannya menyapu awan gagal melembut surai rambut Chaerin. Hatinya tak sekuat itu untuk melakukan hal itu.

“Dia sudah tidak ingat makan. Kalau tidak diingatkan dia tidak akan mau makan, “ ujar Nyonya Jang, ibu Chaerin kepada Youngbae saat dia mengabarkan pada wanita itu bahwa Chaerin pingsan di tempat kerja.

“Jagalah dia sebentar Youngbae, lima belas menit lagi Ahjumma akan sampai di sana,” pesan wanita itu. Baiklah menjaganya? Akulah yang membuatnya jadi seperti ini. I’m a dumb one! Perasaan tak layak dan rendah diri kini meliputi batin Youngbae.

Tangis itu pecah begitu saja dan membuat Youngbae sadar bahwa gadis ini memang titik lemahnya. Bahwa gadis yang paling ingin dilindunginya ini justru membuatnya menjadi manusia paling rapuh saat Youngbae bersamanya.

*** ***

“Gong Minzy, you got a phone…” teman Minji  di kantor redaksi berita New York Times memanggilnya.

“Me? Okay. Thankyou Lizzie,” ujar Minji pada temannya itu sambil mengambil alih telepon yang sejak tadi dipegang Lizzie.

“Minzy speaking,” Minji bicara lalu diam sebentar.

“Ah okay I see. So, I’m go to Moscow now? I see sir,”

“Who’s that?” tanya Lizzie yang sejak tadi belum beranjak dari sisi Minji padahal space yang mereka tempati tidak terlalu besar.

“My Uncle from Korea, he asked me to join on our family trip to Moscow. See you Lizzie, I have to packing now..” Minji menggeser sedikit tubuh temannya itu lalu keluar dari ruangan itu.

Another exciting job, ne? Love it! Minji berdecak kagum tak henti sejak tadi.

Dia langsung menyetir Ferari ungu kesayangannya ini ke apartement di kawasan yang terletak beberapa blok dari tempat kerjanya.

Kakinya melangkah masuk ke dalam apartement miliknya yang bersistem keamanan ganda dengan kunci normal dan password sebagai alat masuknya. Setelah mengganti Gucci boots nya dengan sandal rilakkuma yang berbahan wol halus, Minji segera berdiri mematung di depan sebuah pintu kayu besar berwarna coklat gelap.

iPad digenggaman tangan kirinya dia tekan beberapa kali hingga akhirnya pintu di depan wajahnya itu membuka.

“Derringers? Checked! Revolver? Checked! Sisanya biar nanti kupinjam pada Yang Sajangnim saja. Goodbye my beloved guns!” Minji mengambil dua jenis senjata api dari ruangan itu dan segera keluar meninggalkan ratusan lainnya di dalam sana.

-TBC

Okay kita bahas bentar tentang dua senjata api yang kusebutkan barusan ya.

Derringers :

Jenis pistol yang sangat pendek dan kecil. Memiliki dua atau satu laras dengan pengisian peluru langsung di belakang larasnya. Karena ukurannya yang kecil, senjata ini sering disembunyikan sebagai ‘senjata pertahanan terakhir’.

Revolver :

Pistol dengan magazine yang berbentuk silinder berlubang. Larasnya lebih panjang dari laras pistol biasa. Banyak terlihat di film-film koboi dan rajin digunakan James Bond.

Nah, sampai sini dulu ya. See you next week guys ^^

ps: mulai minggu depan aku mau berlakuin password, so that kalo kalian mau minta password bisa lgsg mention twitter aku di @DC_oda kalau gak punya twitter komen aja di sini nanti kita cari cara kasih tahu kamu passwordnya okay? thankyou ^^

13 thoughts on “[Skydragon][SunSky][CONT.] You’re My Star!(Chap.7)

  1. makin penasaran ampe Minzy bawa2 senjata…. ada apa sbnrnya ama masa lalu Chaerin? ulalaaaaa…».«
    ga ketebak dehhh…sukka!!!

    btw,itu warning words di awal mungkin kudu ganti pake ‘bahasa’ aja kali biar abege labil tukang copas ngerti klo perbuatan’y itu hina,ga ngerti english barangkali

    • ia tuh si maknae malah asyik main senapan ckckck…

      kayaknya sih gitu ~~ mana sampe skrg blum d bls sama abege2 itu jiah… kicep mungkin mereka ya? yasudah lah~~ kudoain makin jadi anak pinter dan rajin-rajin mereka semua *ammin*

      thanks udh baca & komen kak ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s