[One Shoot] [Seungri-OC] The Photograph

Author : DC_oda
Genre : romance
Length : one shoot
Cast : – Park Hyunseul  (OC) (you) – Lee Seunghyun
Disclaimer : DC_ODA  ©ALL RIGHT RESERVED ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING
WITHOUT MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

Happy reading ~~~

-Park Hyunseul’s POV-

Cekrek…. Cekrek….

Entah sudah berapa shot yang kulakukan. Entah sudah berapa gambar kuambil dari model yang sama. Kuperhatikan sejenak layar kamera DSLR nikonku ini, terpampang jelas di situ sebentuk manusia tampan yang tersenyum menawan pada gadis yang lebih muda darinya. Manusia -yang entah mendapat anugerah apa hingga bisa lahir setampan itu-  tak sadar bahwa aku sedang mengabadikan setiap gerak yang ia buat.

“Gamshamnida…” gerak mulut malaikat tampan menawan itu terabadikan jelas dalam lensa kameraku yang membidiknya dengan pasti.

Usai sudah pembicaraannya dengan gadis yang kuduga adalah juniornya itu. Ini juga menandai selesainya pekerjaan lensaku yang menjadi sarana bagiku untuk mengikuti rekam jejak geraknya sejak tadi. Kuhentikan kegiatanku memotret laki-laki itu. Kini aku mulai melihat-lihat hasil bidikanku. Wah… ternyata aku benar-benar berbakat mengambil candid manusia! Tapi tunggu sebentar…

“Ack…” tanpa sadar mulutku berdecak.

Aku kaget melihat hasil terakhir jepretanku. Mataku liar mulai mencari sosok yang sejak tadi tanpa disadari (atau bisa juga sadar) menjadi modelku. Setelah menemukan yang kucari, aku menjadi semakin kaget karena dia sejak tadi sudah memperhatikanku. Aku yang bingung harus berbuat apa hanya bisa menundukkan kepala tanda memberi salam hormat padanya.

Pasti kalian semua bingung  sebenarnya aku ada dimana. Biar kujelaskan. Aku adalah siswa tingkat dua tahun akhir SMA. Aku mengatakan begitu karena meskipun baru tingkat dua namun aku akan lulus dan masuk universitas bersama-sama dengan siswa-siswi tingkat tiga. Ya! Aku mengikuti jalur percepatan disekolahku, SMA Sin Hwa.

Sekarang aku berada di rumah salah satu juniorku di SMA. Kami sedang mengadakan acara pesta perkenalan klub fotografi atau biasa disebut peper. Peper adalah ajang perkenalan siswa-siswi tingkat satu yang mengikuti klub fotografi dengan para seniornya termasuk alumni. Di sini semua anggota klub fotografi baik yang masih bersekolah di SMA Sin Hwa maupun yang sudah lulus berkumpul bersama dalam suasana kekeluargaan. ^_^

Karena namanya saja klub fotografi maka semua yang ada disini tentunya menyukai kegiatan memotret, termasuk aku. Aliran fotografiku adalah candid. Aku sangat menyukainya, karena dalam teknik ini yang dibutuhkan adalah kejujuran dan hasilnya pun adalah sebuah kejujuran dari apa yang sudah terjadi disekitar kita.

“Hyunseul..” Minji memukul ringan pundakku. Aku cukup berterimakasih atas perlakuannya ini karena Minji menyadarkanku bahwa sekarang laki-laki tadi sedang berjalan mendekatiku.

“Ada apa Minji-ah?” tanyaku.

“Itu.. sejak tadi Seunghyun seonbae memperhatikanmu! Dan lihat… sekarang dia sedang berjalan ke arah kita!” ucap Minji dengan nada yang menurutku berlebihan.

“Oh, orang itu namanya Seunghyun..”

“Hush! Kau memanggilnya ‘orang itu’ ? cari mati kau? Dia itu adalah alumni  yang terkenal sekali, namanya Lee Seunghyun. Kau tidak tahu?”

“Mwo… dia Lee Seunghyun? Alumni yang keluar saat kita baru masuk tahun pertama? Alumni yang terkenal karena ‘kerajinannya’ beradu jotos dengan murid-murid sekolah tetangga?”

“Ya.. itu aku!” tiba-tiba saja suara renyah nan merdu bergaungan di samping telingaku.

“OMONA!!” aku kaget sekali hingga terlonjak melihatnya sudah ada di sampingku.

“Ouh.. mianhe seonbaenim…” Minji refleks  menunduk dan meminta maaf pada Lee Seunghyun yang sok ini.

“Untuk apa minta maaf? Kau kan tidak bicara apa-apa. Temanmu ini saja yang sejak tadi berkoar-koar tidak meminta maaf sama sekali…” Lee Seunghyun mulai bicara dengan intonasi seorang ‘seonbae’.

Di SMA Sin Hwa sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak tingkat dua itu di sebut ‘presiden’, murid tingkat tiga disebut ‘raja’ dan alumni disebut sebagai ‘dewa’. Kalian tentu mengerti maksudku kan? Hmm… di SMA Sin Hwa asas senioritas bukanlah hal baru lagi. Setiap murid yang angkatannya lebih muda wajib menghormati yang lebih tua dan dilarang menggunakan banmal. Apalagi jika lupa menaruh embel-embel ‘seonbae’ phuff…. Habis lah kau kalau begitu!

“Park Hyunseul!! Park Hyunseul!! “ dari kejauhan Lee Chaerin , kakak kelasku memanggil namaku. Tanpa basa-basi dan berpamitan dengan Seunghyun, aku langsung berlari mendekati Chaerin dan meninggalkan Seunghyun serta Minji begitu saja. Entah apa yang kupikirkan, namun aku tidak mau Seunghyun tahu kalau sejak tadi aku memotretnya.

-Seunghyun’s POV-

Kejadian di acara peper kemarin masih bisa kuingat dengan jelas. Hyunseul…Park Hyunseul. Nama gadis yang mengambil gambarku diam-diam itu adalah Hyunseul. Dari yang kudengar kemarin dia adalah siswi tingkat dua kelas percepatan. Hmm… berarti dia akan lulus tahun ini kan?

“Astaga… kenapa aku jadi memikirkannya terus?” aku mengacak-acak rambutku.

Drrt…drrt..

Ponselku bergetar. Secepat kilat ku ambil barang terpenting dalam hidupku itu dari atas nakas samping tempat tidur. Kulihat sejenak, ternyata ada email masuk.

From : chaelin_sielEE@centro.co.kr

To : SeunghyunI@live.co.kr

Subject : IMPORTANT PHOTOGRAPHY CLUB

Annyeonghaseyo seonbae-nim. Aku hanya ingin memberi tahu hari ini ada jadwal pertemuan perdana klub fotografi dengan pelatih Nam dari China. Kalau seonbaenim tertarik bisa langsung datang ke SMA Sin Hwa hari ini pukul 2 PM! ^^ kami akan senang kalau Seonbae-nim bisa datang…

p.s. : Pelatih Nam hanya akan datang sekali dalam tahun ini ke Korea, jadi jangan sia-siakan kesempatan emas ini😀

tertanda,

Chaerin lee –ketua klub

WOW! Fotografer Nam! Dia adalah fotografer China terkenal yang sudah bekerja bertahun-tahun untuk majalah National Geographic. Nam Xiao Erl, nama ini begitu terkenal seantero jagat raya fotografi. Foto-foto hasil bidikannya tak perlu diragukan lagi.

Benar kata Chaerin, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini! aku harus datang!!

-Hyunseul’s POV-

“Hey, Hyunseul! Sebenarnya kenapa kemarin saat acara peper kau kabur begitu saja dari Seunghyun seonbaenim?” tanya Minji padaku. Saat ini kami sedang duduk bersama di balkon depan ruang klub fotografi.

“Ah, masalah itu lagi…” aku menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan keras.

“Lihat ini!” aku memberikan kameraku pada Minji.

“….” Minji mendalami beberapa hasil jepretanku dan dia tiba-tiba saja berteriak histeris!

“ASTAGA HYUNSEUL!!! KAU !! INI KAN SEUNGHYUNPMPHHH” aku segera menahan mulutnya yang sudah akan meneriakkan nama Lee Seunghyun.

“Psst!!! Ia aku mengambil gambarnya kemarin dulu waktu peper!”

“dan parahnya dia tahu kau sedang memotretnya! Lihat ini digambar terakhir! Dia melihatmu sambil tersenyum pula!! Astaga Hyun-ah!”

“ia.. aku tahu ! sudah cukup! Aku benar-benar malu sekali…” aku menutup mukaku menahan malu.

“HAHAHAHA….” Bisa kudengar tawa yang begitu keras dari Minji. Ya ampun dia ini temanku atau bukan sih? -.-“

“Minji, Hyunseul! Fotografer Nam sudah datang…” kudengar Jiyeon eonni, pelatih kami sebelumnya memanggil dari arah dalam.

“Ne..” aku dan Minji menjawab bersamaan sambil memasuki ruang fotografi yang biasa kami sebut dengan KG (kage).

Kage saat ini bisa dikatakan cukup penuh atau kalau boleh jujur penuh sekali. Yah.. tentu saja, ada fotografer sekaliber pelatih Nam yang mau datang ke sini pastinya banyak orang ingin menghadiri kelas singkatnya ini.

“Jadi, kalian bisa memulai dengan teknik hitam putih……” Pelatih Nam mulai bicara dan menyampaikan ilmunya kepada kami. Sayangnya aku menjadi tidak lagi tertarik saat melihat ada objek bagus yang sedang menanti untuk diabadikan.

Cekrek…. Cekrek…

Aku benar-benar menikmati setiap detik mengambil gambarnya. Dia adalah tipe orang yang sangat jujur dengan air muka yang sangat tenang. Benar-benar sasaran empuk untuk lensa kameraku ini. Sayang sekali, kegiatanku terpaksa terhenti sejenak karena kameraku yang mendadak ngadet. Kucoba mematikan kemudian menyalakannya lagi.

“Yes..” desahku pelan saat kameraku berhasil menyala kembali.

Aku mulai memposisikan kameraku ke arah jam tiga di mana tadi orang itu berdiri.

“Mwo?” aku bingung karena mangsa kameraku sudah tak ada lagi di sana.

Bisa kurasakan ada seseoramg yang mencolek punggungku dari belakang. Biasanya ini adalah kebiasaan Minji. Dasar anak yang satu itu selalu saja menggangguku. Aku membalikkan badan dan sungguh kaget melihat siapa yang ternyata sedang berdiri di belakangku.

“Se..seunghyun seonbae??” ujarku terbata-bata.

“Hai Hyunseul! Apa kabar?” Seunghyun seonbae menyapaku biasa saja bahkan dia tahu namaku. Berarti bisa kusimpulkan bahwa Seunghyun seonbae tidak tahu bahwa sejak tadi aku memotret dirinya. Yah… syukurlah kalau begitu.

Kini, karena sudah tidak bisa lagi mengambil candid Seunghyun seonbae maka aku lebih memilih memperhatikan penjelasan pelatih Nam yang sudah datang jauh-jauh dari China. Untuk sementara aku melupakan obsesiku pada candid Seunghyun seonbaenim.

-Seunghyun’s POV-

Astaga dia ini betul-betul. Apa wajahku ini terlalu tampan ya? >.<” Masakan sejak kemarin dia selalu mengambil gambarku diam-diam! Dasar! Akan kubalas dia… hehehehe

-Hyunseul’s POV-

“Demikian kelas hari ini. Terimakasih atas perhatian kalian dan maaf merepotkan,” Pelatih Nam bicara sambil membungkukan badan. Kami pun melakukan hal serupa dengannya.

“Gamshamnida Nam Seongsaengnim…..” ujar kami semua bersama-sama.

Akhirnya kelas fotografi hari ini selesai juga. Sejak tadi aku terlalu fokus hingga melupakan segalanya. Pelatih Nam memberikan banyak sekali pelajaran yang sangat berguna untuk semua fotografer-fotografer baru seperti kami ini. Wah…dia baik sekali.

“Hyunseul…” Minji memanggilku.

“Apa??”

“Temani aku ke toilet yuk!”

“Ne? Baiklah, tapi sebentar aku taruh kameraku di sana dulu ya,” ujarku sambil menunjuk ke arah meja kecil di sudut ruang kage. Meja itu memang sudah menjadi hak milik siswa tingkat dua, di mana kita bisa menaruh beberapa benda kita untuk dititip sebentar di sana.

“Minji… Kajja” ajakku pada Minji setelah aku menitipkan kameraku sebentar di meja itu.

*** ***

“Aku pulang…” ujarku saat sudah tiba di rumah. Sepertinya Appa dan Eomma belum pulang kerja. Rumah ini sangat sepi sekali.

KRING

Telepon rumah di ruang keluarga berbunyi.

“Yeobosseyo..”

“Ne.. ini betul rumah keluarga Park?” terdengar suara renyah dari ujung sana. Sepertinya aku tidak asing lagi dengan suara ini. Suara siapa a kira-kira?

“Begini, tuan Park ada?”

“Appa belum pulang…”

“Oh, jadi kau anaknya ya? Hm.. baiklah. Sampaikan saja pada Appamu bahwa keluarga Lee akan datang berkunjung minggu depan,”

“Ne, baiklah..”

“Terimakasih,”

“Sama-sama,”

Telepon ditutup. Pikiranku masih mencoba mengingat-ingat suara siapa tadi itu. Suaranya tak asing lagi ditelingaku ini.

“Hah… yasudahlah..lebih baik sekarang aku melihat-lihat hasil bidikanku tadi,” putusku sambil mengambil kamera Nikon kesayanganku ini.

Kunyalakan kameraku. Kupilih menu galeri di mana semua foto tersimpan. Betapa kagetnya aku saat melihat bukan foto-foto Seunghyun yang ada di sana, melainkan foto diriku sendiri. Oke, lebih tepatnya foto candid  diriku. Semuanya diambil baru saja saat aku mengikuti kelas fotografi pelatih Nam.

“INI BUKAN KAMERAKU!!!” akhirnya aku menyadarinya. Memang tipe kameranya sama dengan kameraku, namun isinya bukanlah hasil bidikanku!!

Segera saja aku melihat ke bagian bawah kameraku. Aku adalah tipe orang yang selalu menandai barang-barang kepunyaanku, termasuk kameraku yang satu ini. Aku menandatanganinya dengan spidol perak dan masih terukir jelas tanda tanganku di sana.

“Phuff.. berarti ini masih kameraku…”

Tunggu sebentar, aku meraba lagi dan bisa merasakan adanya sesuatu di bagian bawah kameraku. Kucabut benda yang mengganggu itu, dan ternyata itu adalah selembar post-it  kecil berwarna biru laut, warna kesukaanku.

ANNYEONGHASSEYO….

Aku lebih pandai mengambil gambar candid kan?? Jujur kau sangat cantik dan natural sekali!! Atau itu hanya karena aku berada di-angle yang tepat saat membidikmu??

With Love,

Lee Seunghyun

Itulah yang tertulis di selembar post-it yang kini sedang kupegang. Wajahku merona dan memerah. Ternyata Seunghyun seonbae mengetahui aku mengambil gambarnya dan membalasku dengan mengambil gambarku juga! T.T

Tadi dia menyebutkan aku cantik. Oh Tuhan.. mimpi apa aku semalam. Kutepuk pipiku beberapa kali. Masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi. Tiba-tiba saja aku menjadi sulit bernapas. Jantungku berdebar cepat dan darahku mengalir deras memenuhi otakku. Mungkinkah aku sudah…. Ja..tuh.. cin..ta…?? Pada Seunghyun seonbae?? Kumohon katakan tidak!

*** ***

-Seungri’s POV-

“Seunghyun… , “ terdengar suara Eomma memanggilku dari bawah sana. Sekarang aku sedang ada di dalam kamarku, menatap beberapa foto yang tergantung rapi di sisi kanan tembok kamarku. Semuanya sama, empat foto dengan model yang sama.

“Park Hyunseul…” aku mengeja namanya. Membiarkan nama itu bergaungan di relung hatiku. Wah.. tampaknya gadis yang bahkan belum berumur 17 tahun itu sudah berhasil mencuri hatiku ini. Dia berhasil mengobrak-abrik ketenangan batinku dengan kebiasaan uniknya. Kebiasaannya mengambil diam-diam potret diriku.

Aku tertawa sendiri. Tertawa pada diriku, tertawa pada kebodohanku yang hanya bisa menatapnya. Bukankah seharusnya cinta itu dikatakan? Bukankah seharusnya cinta itu ditunjukkan dengan tindakan?

“Seunghyun!!!! TURUN!!” baiklah geraman marah eomma kali ini berhasil membuatku melupakan sejenak gadis manis yang meluluh lantakan hatiku.

Kulangkahkan kakiku menuruni anak-anak tangga, membawa jasadku ini kepada kedua orang tuaku.

“Pagi Eomma, Appa…” aku menarik salah satu kursi dan segera bergabung dengan kedua orang tuaku di meja makan. Sarapan hari ini tidak begitu menggairahkan. Semangkuk sup jagung dengan beberapa jenis salad terhidang di meja makan. Aku hanya mengambil secukupnya, sekedar menyenangkan Eomma yang sudah memasaknya.

“Seunghyun…” kini Appa yang bicara.

“Ne?”

“Jangan lupa, hari ini kita makan malam bersama di rumah keluarga Park,”

“Ne.. aku tidak akan lupa,”

“Baguslah kalau begitu. Appa tidak mau kamu mempermalukan keluarga kita,”

Huh! Selalu saja begitu! Appa selalu berbicara seolah-olah aku ini anak yang paling tidak bertanggung jawab. Padahal aku selalu berusaha menjadi anak yang baik. Dasar orang tua jaman sekarang.

*** ***

-Hyunseul-

“Eomma, sebenarnya hari ini acara makan malam apa sih? Kenapa Appa mengundang temannya?”

“Sudahlah jangan banyak bicara…”  Bel rumah kami memotong kata-kata eomma.

“lebih baik sekarang kamu bukakan pintu sana! Eomma mau menyiapkan beberapa menu lagi…”

Dengan gontai aku berjalan dan membuka pintu rumah.

TUHAN BUNUH AKU SEKARANG!

“Se…seunghyun soenbae?”

Orang yang kusebut namanya tadi tak kalah kagetnya denganku.

“Hyunseul? Kau Hyunseul kan?” tanyanya mencoba memastikan apa yang kini terbayang jelas di pelupuk matanya

*** ***

-Seungri’s POV-

“Aku tidak menyangka orang yang mengangkat telepon ku waktu itu adalah kau!”

“…..”

“Pantas aku seperti tak asing dengan suaramu!!”

“….”

“Hey… kenapa kau hanya diam?”

Aku bingung dengan gadis yang satu ini. Kami tidak sengaja bertemu tadi. Keluargaku ternyata bersahabat baik dengan keluarganya. Kami makan malam bersama dan sepanjang makan malam tadi Hyunseul hanya diam saja.

Sekarang, kami sedang ada di taman belakang rumahnya. Aku mencoba berbicang-bincang ringan dengananya, namun yang kudapat malah kesunyian seperti saat ini.

“Begini seonbae…” Hyunseul memulai bicara.

“Panggil saja oppa… aku risih kalau kau memanggilku seolah-olah aku ini seniormu yang galak!” aku memotong bicaranya.

“Hm.. okay, oppa.. aku ingin minta memory card kameraku lagi. Aku membutuhkannya untuk lomba fotografi bulan depan…”

“Baik.. aku akan memberikannya asalkan…..”

Hyunseul segera saja memusatkan seluruh perhatiannya padaku. Kedua manik matanya yang bulat itu tertuju lurus pada dua lingkar hitam mataku.

“Asalkan kau mau menjadi gadisku!”

Entah disambar petir aku mengatakannya begitu saja. Segalanya terlafalkan begitu saja dalam notasi indah nada cinta.

“……” tak ada jawaban darinya. Kucoba memandangnya dan kini aku lega. Wajahnya bersemu memerah bak hamparan dedaunan maple merah di musim semi. Aku ingin tertawa melihat ekspresinya kali ini.

Tak tahan kupeluk dia.

“Tak perlu kau jawab… aku sudah tahu jawabannya….” Bisikku sambil mengusap surai rambut coklatnya. Hyunseul dan aku…. Hahahaha… bukankah kami pasangan bahagia sekarang? Kurasa harus kuucapkan terimakasih pada kamera Nikon milik Hyunseul itu!

-END-

curcol : maaf yah lama banget hiatusnya.. >.<” hehehe… FF ini kubuat karena mendengar cerita temenku lho.. so it’s pure 100 % true story ^___^ nah knp cast nya Seungri? karena untuk membayar rasa bersalahku pada readers sekalian. Entah kalian sudah tahu atau belum, namun salah satu FF ku yaitu “Hanna-Seungri” aka Not A Wrong Choice sudah dipastikan tidak akan lanjut lagi. So, sbg gantinya aku kasih ini aja ya dan FF lain lagi ^___^ hehehe

as usual comments are loves likes are spirits for me !!!😀

7 thoughts on “[One Shoot] [Seungri-OC] The Photograph

  1. aahh ceritanya lucu..😄
    oohh yg hanna seungri gk lanjut ya??😮 klo yg youre my star lanjjut gk tuh..😀 btw sekar fighting buat semua aktvts sekolahnya😀

    • hello ~~
      thanks ya ^.^
      ia hanna seungri gak lanjut karena banyak alasan yg terjadi ~~
      you’re my star ofc akan kulanjutin *entah kapan* *sigh*
      yeay !! makasih *hug*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s