[FF YG Family] [OneShoot] Love isn’t as Complicated as You Think

Casts :

-BigBang ‘s YoungBae
-BigBang’s member
-2NE1’s member
-Yang Hyun-Suk
-Choi Heera (OC)
-and others co-casts

Disclaimer : I didnt own any casts here except the ‘OC’ and the story line is mine do not coppy my story! ^^ thankyou xD

Author : Sekar

Love isn’t as complicated as you think

-HeeRa’s POV-

“HeeRa…” seseorang memanggilku. Langkah cepatku terhenti, aku menoleh ke belakang dan melihat siapa orang yang memanggilku.

“Young Bae ssi??” aku mencoba mengingat-ingat kembali. Ya.. dia benar-benar Young Bae.. tidak mungkin aku bisa melupakan wajah tampan dan senyuman menggoda khas miliknya itu. Meski sudah hampir 6 tahun meninggalkan Korea namun bayangan mengenai pria ini selalu mengisi pikiranku. Haduh.. apa sih yang kau pikirkan HeeRa?

Bisa kulihat YoungBae menghampiriku. Senyum itu masih terpampang lekat di wajahnya. Ah.. selalu saja membuat jantungku berhenti berdetak. Bagaiman bisa kau punya senyum seindah itu?? Kini dia sudah sampai di depanku.

“Mau menikmati Americano Coffee dulu? Kalau kau tidak sedang terburu-buru??” aku hanya bisa mengangguk menanggapi ajakannya.

-YoungBae’s POV-

“Hyeong… kau tidak makan?” Seungri masuk ke kamarku dan mengajak makan.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku sedang tidak ingin diganggu. Ingatanku kembali memutar memori  6 tahun yang lalu.

“Besok aku pergi YoungBae…” HeeRa datang ke rumahku di sore hari yang gelap karena mendung.

“Ke mana??” aku hanya bisa bertanya seperti itu.

“Indonesia… Kemarin Appa dan Eomma resmi bercerai, aku memilih ikut Eomma kembali ke Indonesia…” dia bicara terisak, menahan tangis yang mungkin sudah dibendungnya sejak tadi.  Aku memeluknya mencoba memberi kekuatan pada gadis yang terkenal kuat itu. Kini dia sangat rapuh seperti dedaunan kering yang jatuh dari tangkainya. Seberapa dalam luka hatimu HeeRa?

Dia menumpahkan segalanya di pundakku. Setelah itu dia pamit pulang dan menghilang dari kehidupanku. Kini, setelah lama aku menunggu akhirnya dia kembali.

“Hyeong… Hyeong..” ternyata Seungri sudah ada di sampingku dan mengguncang-guncang tubuhku.  Aku hanya menggumam tidak jelas. Enggan aku menanggapi sikapnya yang kian hari justru semakin gila.

“Hyeong.. ayo cepat makan… Sajangnim memanggil kita, katanya mau ada kabar baru…”

“Kabar apa??” kini aku mulai tertarik. Seungri hanya menggelengkan kepalanya. “Makanya.. supaya kita tahu Hyeong cepat bangun lalu makan… lalu kita ke kantor YG!! Palli… “ Seungri menarik-narik tubuhku lagi. Ah..Ah.. Aw.. aku hanya bisa meringis kesakitan.

Akhirnya disinilah kami berada sekarang. Ruang latihan YG Entertainment. Kami yang kumaksud adalah aku, Seungri, GD, TOP, Daesung, Yang Sajangnim,  Chaerin dan Hye Sun noona.

“Okay… aku mengundang kalian semua ke sini untuk memperkenalkan Director Stylist kita yang baru Choi HeeRa…” Deg. Bisa kurasakan jantungku berhenti berdetak mendengar  nama itu. Mungkinkah mereka orang yang sama? Mungkinkah Choi HeeRa yang dimaksud Sajangnim adalah…

“HeeRa..” aku tercekat. Ya .. itu memang dia. Dia masuk dari ruang studio yang memang memiliki pintu khusus yang menyambung dengan ruang latihan. Itu benar-benar HeeRa. Daesung menyikutku, “Kau mengenalnya?” dia bertanya sambil berbisik. Aku mengangguk. “Teman masa kecilku..” aku menambahkan sambil berbisik pula. Daesung menangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

“Annyeonghasseyo, Choi HeeRa imnida… dowajuseyo” HeeRa membungkukan badannya. Kukira dia akan melupakan tata cara dan budaya Korea setelah pergi hampir enam tahun.

“HeeRa eonni, selamat datang… semoga betah bekerja di sini..” Chaerin membalas perkenalan HeeRa. HeeRa hanya tersenyum. Senyuman itu lagi. Khas sekali, dua lesung pipit dengan mata yang bersinar membesar, tidak seperti orang Korea kebanyakan.

-HeeRa’s POV-

“Kau tidak cerita kalau akan bekerja di YG ?” Youngbae memulai pembicaraan ini. Saat ini kami sedang menikmati jam makan siang kami di retoran ‘Otto De Massh’ salah satu restoran Italy favoritku di Seoul.

“Untuk apa?” balasku. Dia merengut. Aku tertawa melihat aksinya kali ini.

“Hei.. jangan tertawa.. tidak lucu sama sekali!!” dia menjadi semakin marah.

“hei.. tenang Youngbae.. aku tidak tahu kalau kau juga bekerja di YG, emh.. maksudku, aku tidak tahu kau sudah resmi menjadi artis YG Family. Terakhir kita bertemu kan kau masih menjadi trainee…” aku bicara sambil sesekali menyeruput  Chardonnay  Wine yang memang menjadi teman yang cocok untuk fagottini yang sekarang sedang ku santap.

“terang saja kau tidak tahu, kau kan benar-benar menghilang…” Youngbae bicara kali ini aku tahu dia sedang serius.

“Youngbae, aku memang harus pergi dan ingin pergi. Terlalu banyak kenangan buruk di Korea saat itu… rasanya aku hampir gila, kau tahu?” aku menyentuh tanggannya yang menggenggam gelas kaca di atas meja. Youngbae masih bungkam, aku menjadi kikuk.

“Jadi… kau masih belum mencari kekasih juga?” tanyaku mencoba mencairkan suasana.

“belum.. tidak ada yang sesuai kriteriaku….”

“ckck.. memangnya wanita seperti apa yang menjadi kriteriamu?”

“entahlah… yang jelas dia harus seorang wanita yang mengerti bagaimana cara membuatku nyaman berada di dekatnya…” mata Youngbae mengarah ke jendela kaca yang ada di samping kirinya. Matanya seperti mencoba menerawang ada apa dibalik jalan sana.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-No One’s POV-

“Jye In.. Jye In…” aku mencari-cari Jye In di lorong-lorong gedung YG. Jye In adalah kucingku. Aku membawanya ke kantor karena tidak ada yang mengurusnya di Apartement. Bibi Hwang, yang biasa menjaga apartement ku harus menghadiri wisuda anak sematawayangnya. Kalau kutinggal  Jye In sendiri bisa-bisa nanti dia kenapa-kenapa.

“Jye In.. Jye In..  come here my pussy.. come here see your mama.. Jye In..”  Aku terus mencoba memanggil Jye In.

“Eonni… Eonni.. “ ada seseorang yang memanggilku. “Ne…” aku meneggakkan badanku yang sedari tadi membungkuk demi menemukan Jye In. Ternyata yang memanggilku adalah Minji.

“Eonni mencari siapa?” tanyanya polos.

“Aku sedang mencari Jye In, kucingku, tadi Seol Jang, petugas kebersihan di sini tidak sengaja membuat Jye In lepas dari puppies bag nya.

“Astaga… mau kubantu.. siapa tahu kalau di cari berdua lebih cepat ketemu..”

“kalau itu tidak merepotkan?”

“tentu tidak eonni…” Minji berujar sambil tertawa ringan.

Akhirnya kami berdua mencarinya. Minji mencari ke arah gedung selatan sementara aku focus di daerah utara di mana ruang-ruang latihan berada. Semoga saja Jye In bisa ditemukan. Dia adalah kucing kesayanganku.

Aku benar-benar menyayanginya karena dia adalah satu-satunya penghubungku dengan segala kenangan tentang …..

“Youngbae? “ aku melihatnya di dalam salah satu ruang latihan tari. Kebetulan pintunya tidak tertutup rapat. Aku bisa melihat dengan jelas bayangan tubuh Youngbae  dan dia tidak sendiri. Ada seorang lain bersamanya, sepertinya wanita, entahlah.

“Aku… aku… mencintaimu….” Deg… jantungku berhenti berdetak… Youngbae.. tidak salah lagi itu suara Youngbae. Dia mengungkapkan perasaannya pada orang lain, pada gadis lain.

“Nado saranghaeyo oppa… “ kudengar balasan untuk Youngbae. Suara itu seperti tak asing lagi di telingaku. Ya, itu Chaerin. Chaerin dan Youngbae… astaga kenapa aku begitu bodoh. Air mata turun perlahan dari kedua pelupuk mataku. Aku sedih, kecewa, putus asa, entah apalagi perasaan yang berbaur di lubuk hatiku.

Aku segera menghentikan kegiatanku mengintip dua sejoli baru itu. Aku mencoba menahan perasaanku. Kubalikkan badanku dan berjalan lagi seperti tak ada apapun yang terjadi. Diterpa badai masalah selama ini membuatku menjadi manusia yang lebih kuat. Perceraian Eomma dan Appa, sulitnya memulai hidup baru di Jakarta, kesendirian melawan keadaan membuatku tak mudah menjatuhkan air mata. Aku harus bisa. Aku bisa. Kata-kata itu yang saat ini terus menggema di dalam relung jiwaku.

“Eonni…” Minji memanggilku.

“Ne??” aku mencoba bersikap senormal mungkin seperti saat sebelum aku melihat kejadian itu.

“Lihat ini… Daram….” Minji menunjukkan Jye In yang tadi dia sembunyikan di balik punggungnya.

“Wah… kau baik sekali.. terimakasih ya…” ujarku mengumbar senyum pada Minji. “ Jye In… mommy miss you… why you left me alone ha?” kini giliran Jye In mendapat curahan perhatianku.

“Gomawo Minji-ah.. kau benar-benar baik sekali.. Jye In say thank you!” “meong…” Jye In menggerak-gerakkan salah satu kakinya berusaha menggapai tangan Minji. Tingkahnya ini sukses membuat Minji tertawa, begitu juga denganku.

“Wah… ada apa ini ? kok semuanya tertawa??” Youngbae . Itu suara Youngbae. Meski tak bisa melihatnya karena dia berjalan dari arah belakangku, namun dengan mudah aku bisa mengenalinya. Aku tidak kuat, bisa-bisa nanti pertahananku jebol jika melihatnya lagi. Oh tidak, jangan sampai itu terjadi.

“ehmm… Minji aku duluan ya… tadi Teddy oppa mencariku, aku harus buru-buru.. anyeong..”

“owh..ne anyeong” ujar Minji pula sambil membungkukan badan. Aku segera pergi begitu saja setelah membalas salam dari Minji.

-Youngbae’s POV-

Sudah genap sebulan. Ya, sudah sebulan sejak aku melihat perubahan pada sikap HeeRa. Dia bukan Heera yang dulu lagi. Ada yang berubah. Entah ini perasaanku saja atau memang begitu adanya aku juga tidak tahu.

Kemarin, aku dan BigBang baru kembali dari Jepang setelah menyelesaikan semua kegiatan promo. Menurut jadwal yang akan menjemput kami di Bandara Incheon adalah Heera tapi dia absen dan digantikan oleh HyunJae, bawahannya.

“Heera sedang ada meeting dengan beberapa staff  untuk membicarakan masalah 2NE1” HyunJae memberi alasan padaku dan anggota BigBang yang lain mengenai ketidakhadiran Heera.

Lalu sekarang, aku mencoba menelponya tapi tidak dia angkat. Sudah sejak semalam aku mengirim e-mail padanya tak ada satupun yang dia balas. Astaga, kepalaku hampir pecah menghadapinya. Dia ini workaholic atau apa sih?

Tiba-tiba sebuah ide gila muncul di kepalaku. Segera saja kusambar long coat biruku yang tadinya tergantung di pojok ruangan dekat pintu masuk kamarku. Secepat kilat aku menuju basement dan mengemudi mobil Audi kuningku. Aku tiba-tiba berpikiran untuk……

Heera’s POV

Ting Tong…

Siapa malam-malam begini datang ke apartement? Ku lihat dari layar CCTV dan yang tampak di sana hanya sebuah bungkusan besar entah apa isinya. Karena rasa penasaran yang besar, kubuka saja pintu apartement dan ternyata…

“Hallo…”

“Youngbae-ssi , ada apa ke sini malam-malam?? Bukannya besok kau ada show di JungAng university? Kenapa ke sini?” aku sedikit kesal padanya. Sudah malam-malam datang, mengganggu suasana hatiku saja. Kenapa dia tidak datang ke rumah Chaerin saja, CL kan kekasihnya. Huh.. dasar!

“Kok tanggapanmu begitu? Memang kau tidak kangen padaku? Aku saja kangen..” ujar Youngbae sambil menerobos masuk ke dalam Apartemenku.

“YA!! Kenapa kau masuk sembarangan?? Siapa yang mengizinkanmu masuk??” aku kesal sendiri melihat tingkah aneh Youngbae hari ini.

“Tamu datang bukannya dijamu dengan baik… “ dia sekarang malah menuju ke arah dapur sambil tetap memegang bungkusan coklat yang sedari tadi di bawanya.  “Kau ada bahan makanan tidak?” ujarnya lagi. Astaga Tuhan… ada apa ini sebenarnya?

Aku segera menyusulnya ke arah dapur. Memang model dapurku seperti kedai, meja panjang yang langsung menghadap ke kompor listrik dan segala tetek-bengek peralatan dapur lainnya. Sehingga siapapun tamunya bisa langsung melihat kegiatan memasak langsung dari ruang tamu atau kalau mau lebih jelas bisa duduk di ruang makan yang bersebrangan langsung dengan dapur.

Kini aku mengikuti Youngbae ke ujung dapur di mana lemari pendingin berada. Youngbae berusaha mencari bahan makanan yang bisa dia masak sepertinya. Saat dia sedang sibuk memilih bahan makanan aku memegang tangannya.

Youngbae terlonjak kaget. “Pulanglah…”ujarku pelan namun dalam.

“Aku tidak mau…” balasnya.

“Pulanglah Youngbae-ssi”

“Tidak mau… dan berhenti memanggilku sesopan itu…”

“Pulang!” aku meninggikan nada suaraku.

“Tidak mau!!” dia juga menaikkan volume suaranya satu oktaf lebih keras dan tinggi.

“Youngbae kubilang pulang!!”

“Aku bilang aku tidak mau!!”

“Kalau begitu pergi saja ke tempat Chaerin… jangan datang ke sini!!!”  aku sudah benar-benar muak dengan tingkahnya. Apagunanya selama sebulan ini aku mencoba menjauh darinya kalau ternyata dia tetap saja mebuatku seperti ini. Aku lelah!

Hening. Tiba-tiba saja semuanya menjadi hening.

“Apa maksudmu dengan aku pergi ke rumah Chaerin?” Tanya Youngbae memecah keheningan.

“Apa maksudmu bertanya padaku?” aku mulai berpikir dia sudah gila. Kenapa harus menanyakan hal yang tidak seharusnya ditanyakan.

“Karena aku memang tidak mengerti… apa hubungannya dengan Chae?”

“Youngbae… kau ini… Aish.. Jincha… sudahlah sana pergi.. aku mengantuk…” kataku sambil mendorongnya keluar dari dapur.

“Tunggu… tunggu dulu… “ Youngbae memberontak.

“Ash….” Aku tetap mendorongnya.

“Heera…” dia menghentak badanku. “dengarkan aku dulu.. apa maksudmu aku ke rumah Chae? Jelaskan dulu padaku..”

“Kau ini… Kaukan sekarang berpacaran dengannya… untuk apa ke sini? Ha??? Aku mendengar dan melihat dengan mata kepalaku sendiri…”

“…..” hening lagi.

Aku menggunakan kesempatan ini untuk mendorong Youngbae mendekati pintu keluar.

Tiba-tiba saja…

“Ehp..” Youngbae memelukku lalu menciumku. Ciuman lembut yang pernah kurasakan. Aku membalasnya. Lebih kurang 10 detik kami berciuman. Sepuluh detik yang membawaku ke Surga lalu melemparku ke neraka pada kenyataan bahwa dia bukan milikku dan aku melakukan hal yang salah dengan membalas ciumannya.

PLAK… aku menampar wajahnya.

“pulanglah…”

“tunggu dulu.. dengarkan dulu penjelasanku dan kujamin kau tidak akan menyesal… hm? Bagaimana?”

“Jadi sekarang Heera Eonni dan Youngbae oppa pacaran?” Minji bertanya padaku.

Aku hanya mengangguk .

“wah… kalian lucu sekali…” timpal Chaerin.

“Kapan aku bisa pacaran???” Bom berkomentar penuh kekesalan. Hahaha.. dia selalu nampak frustasi jika melihat orang lain sudah menggandeng pasangannya masing-masing.

“Eonni kan tinggal beberapa bulan  lagi sebelum perjanjian dengan YG selesai..” ujarku menenangkannya. Perjanjian yang kumaksud adalah perjanjian bahwa anggota 2NE1 tidak boleh berpacaran dulu dengan siapapun selama 5 tahun. Namun, karena Chaerin berhasil ‘melobby’ Sajangnim maka waktu untuk Dara Eonni dan Bom Eonni dipotong menjadi 3 tahun .

Yang lainnya mengangguk menyetujui pendapatku.

“Ohya Chaerin… dengan bodohnya waktu itu kukira Youngbae menyatakan cinta padamu di ruang latihan gedung selatan.. “

“Jincha?? Eonni.. Youngbae oppa kan hanya memintaku berpura-pura menjadi eonni karena dia ingin berlatih dulu sebelum menyatakannya pada Eonni..” Chaerin menanggapi dengan tawa yang tertahan. Sementara yang lain sudah tertawa sejak tadi.

“Ne.. Youngbae sudah cerita.. aku malu sekali.. sungguh.. astaga.. “ aku menutup mukaku yang mungkin sekarang sudah memerah.

Hal ini membuat yang lain semakin semangat tertawa.

“Ehem..ehem..” suara Sajangnim.

“Heera, tadi kau bilang ingin mengukur badan anggota 2NE1 untuk baju Balmain terbaru, kenapa kalian malah tertawa-tawa di sini??” ujar Sajangnim terdengar sedikit marah.

“maaf Sajangnim, tadi kami hanya mengobrol sebentar karena wakil dari Balmain belum datang…” aku bicara pelan benar-benar takut.

“Hahaha…” Sajangnim tertawa. Aku kaget sendiri mendengar suara tawanya. Aneh.

“mengerjaimu benar-benar menyenangkan. Pantas saja Youngbae betah mengerjaimu setiap hari ya.. “

“Ack.??” Aku bingung.

“Ini… hadiah dariku atas hubunganmu yang baru berjalan dengan Youngbae… kudoakan bisa sampai selamanya.. aku pergi dulu, jangan terlalu lama berada di sini ya! Anyeong semua.. “ Sajangnim bicara sambil menaruh sebuah bungkusan di meja dekat tempat dudukku sekarang. Kemudian pergi.

Aku membuka bungkusan itu dan setelahnya terkejut karena isinya ternyata adalah ….

“KERANG UNGU???” ujar Bom eonni, Chaerin, Dara eonni, dan Minji bersamaan.

Aku hanya mengangguk.

-END-

CURCOL

1. maaf lama gag update..😦
2. ini FF sudah lama mendem di netbook tapi baru sempet posting sekarang
3. aku punya kuis buat FF ini🙂 hadiahnya boleh request FF ato video ato photo deh xD hehehe
soalnya : -Apa kira2 makna kerang ungu dari Yang Hyun Suk buat Heera?
-Jye In mengingatkan Heera sama siapa dan apa ya kira2?
4. FF ini kubuat untuk my lovely sister kak Teeka (@justteeka) semoga puas deh ya kak ^^
5.klo ada yg jawaban kuisnya bener insyaallah aku mau bikin sequelnya. tp klo ternyata gg ada yg ikut ato gg ada yg bener ya sudahlah toh ceritanya juga ONESHOOT kan ~lols (penulis tak bertanggung jawab)
6. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di blog ini ya dengan commet, likes, atau yg lainnya ^^ gamsha #bow90derajat

7 thoughts on “[FF YG Family] [OneShoot] Love isn’t as Complicated as You Think

  1. tanpa ada yg bisa jawab juga tetep bikin sekuel’y dooooooonkkk!! *ngarep

    btw,makasih banyak ya,Sekar.. baca’y senyam-senyum sendiri,hihihiiii.. maap baru post komen sekarang,gegara kmrn via hp gagal terus!

    once moar,thaaaaaaank youuuuuuuu^^

  2. Ping-balik: #Fanfiction On Friday « Koreanindo

      • Ohw at the dolphin bay tp, ttp ja lupa T^T
        mian faktr umur uhuk. . . Uhuk. . . .
        Kyaaa bnaran sekar (iktan manggl sekar) #sksd
        ak bleh rikues Alhamdulillah siswanto
        nmkor : Shin Jee Hee (mnrt msn pncri nama)
        udh tw dnk sm siapa pairingny wkekeke#ngumpetdijambultaeyang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s