[TOP-CL][TabiSan][One Shoot] Not Just A Love Story!

List Casts

–          Lee Chaerin

–          Choi Seunghyun

–          Park Sandara

–          Kwon Jiyong

–          Lee Seunghyun (Seungri)

–          Lee Jinki (Onew)

–          Gong Minji

—————————————————————————————————————————————————————-

-Hari ini aku berdiri di sini di ujung  tebing di kawasan perbukitan desa Yeopdong. Aku melihat ke bawah sambil menangis. Mungkinkah aku sebodoh itu? Mungkinkah aku senaif itu? Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.-

Melihat lembah curam yang menganga di bawah sana membuat hatiku sempat ciut. Kegelisahan yang merayap selama  ini seakan lenyap. Berganti dengan kegundahan baru yang mebuatku ingin lekas-lekas ditelan oleh mulut lembah itu.

“AAAAAA……..” Aku bertertiak sekencang-kencangnya. Toh tidak ada siapapun di sini lecuali aku, angin dan rerumputan yang berdesir menyapu telingaku. Kukeluarkan semua kegundahanku, amarahku dan dendamku. Pantaskah aku mendendam padanya ? bisa jadi ia tapi mungkin juga tidak… aku juga tidak pernah mengerti… yang jelas setelah ini tidak pernah akan ada yang sama lagi.

*** ***

Chaerin POV

Aku tersentak seketika. Kukedipkan mtaku berkali-kali berharap bayangan yang kulihat di depan sana akan berubah. Sayangnya, nihil. Semuanya tetap sama. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana Seunghyun oppa dan Dara berpegangan tangan dengan erat. Bergandengan sepanjang jalan menyusuri beberapa outlet terkemuka di mall megah ini.

Saat ini aku sedang menghabiskan sisa liburanku dengan berbelanja ke Hyundai Mall. Siapa sangka aku justru melihat pemandangan paling tidak sedap yang tak pernah kubayangkan.

Choi Seunghyun, kekasihku dan Sandara Park, teman baikku bermesraan di depan mataku. Oh Tuhan.. mimpi apa aku semalam?

Kucoba berpikir jernih… aku mengirim e-mail singkat pada Dara :

To : Darong@live.co.kr

From : CL_faithLee@centro.co.kr

Darong…. Kau dimana? Aku mau mengajakmu ke Lotte World.. main bersama hari ini… reply ASAP .. thanks …J

With love,

CL_Fait\hLee

Satu menit, dua menit…. Sepuluh menit sudah aku menanti balasan dari Darong. Kopi Americano yang kupesan di Bohreur Café ini bahkan sudah tinggal separuh.

~Hey… Preety Boy…~ IPhoneku berbunyi. Segera saja kuambil dari atas meja dan ternyata benar, Dara sudah membalas e-mailku.

To : CL_FaithLee@centro.co.kr

From : Darong@live.co.kr

Mian CL-roo, aku sedang sibuk, tugas anatomi dari professor Park belum kukerjakan… mungkin lusa aku baru bisa menemanimu jalan-jalan…. Bagaimana kalau kau ajak Minji, kudengar  dia sudah selesai dengan tugas anatominya… J sekali lagi maafkan aku ya Chaerin…

With Love,

Dara sweet Dara xD

PRAK… kubanting ponselku itu ke lantai. Beberapa orang di dalam kafe langsung melihat ke arahku. Namun, aku sudah tidak peduli lagi. Sekarang jelas bahwa Dara dan Seunghyun oppa.[1]  memang melakukan affair dibelakangku. Bagaimana bisa dua orang yang kupercaya melakukan hal menjijikan seperti ini. Aku benar-benar tidak habis pikir.

Air mata turun perlahan dari kedua mataku. Mula-mula hanya setetes dua tetes, lama-kelamaan rasa frustasi dan ketidakpercayaan itu meluap menjadi hujan air mata. Aku menangis tersedu-sedu di kafe ini. Kafe di mana tiga tahun yang lalu Seunghyun oppa menyatakan cintanya  padaku. Kafe di mana seminggu yang lalu Seunghyun oppa menyatakan ingin mengikat sumpah denganku melalui ikatan pernikahan yang suci. Oh tidak.. air mata ini terus mengalir tanpa bisa kukendalikan.

*** ***

~letting  you go… letting you go.. I got this yeah…~

IPhone di atas nakas samping tempat tidurku berbunyi. Kulihat sebentat ke arah layar…. Huh… dia lagi.. aku benar-benar muak. Sudah hampir seratus kali Dara mencoba menghubungiku. Aku sudah tidak tahan dengan orang itu. Aku muak memikirkan bahwa dia mencuri kekasihku. Aku muak ketika membayangkan Seunghyun oppa memegang erat tangannya dan merangkulkan tangan besarnya ke pinggang kecil milik Dara.

“ARGH…..” aku menutup telingaku dengan guling besar. Sejak tadi yang bisa kulakukan hanyalah menangis dan mengurung diri di kamar. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Setelah melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Dara dan Seunghyun oppa berselingkuh aku menjadi tidak waras. Aku menangis sesenggukan di kafe Bohreur. Aku pulang dengan keadaan berantakan. Aku tersandung hampir lima kali saat menaiki tangga untuk menuju ke kamarku di lantai dua. Ah… ini semua karena dua mahkluk sialan itu!

~~letting  you go… letting you go.. I got this yeah…~

IPhoneku kembali berbunyi. Entah kenapa kali ini tanganku bergerak meraihnya dan menjawab panggilan masuk dari Dara.

“Ia.. halo,” ujarku.

“Chaerin … kumohon  Chae… Ini semua tidak seperti yang kamu kira…”  bisa kudengar Dara berkata seperti itu. Sama. Nadanya seperti memelas, namun entah bagaimana tampangnya saat ini.

Aku coba untuk menenangkan hatiku. Meski suaraku masih sengau, namun setidaknya aku tak lagi sesenggukan.

Aku mulai bicara, “ Dara…. “ kutahan beberapa detik. “Aku tidak  tahu lagi harus bicara apa…Aku lelah! Tadi aku sudah memutuskan hubunganku dengan Seunghyun oppa, jadi sekarang kau tidak perlu lagi menyembunyikan semuanya. Kau bisa bebas menjalin hubungan apapun bentuknya dengan Senghyun oppa…”

“Chaerin~ah… mian..mianheyo… tapi aku tidak bisa bedusta pada diriku sendiri. Aku menyayangi Seunghyun oppa… aku benar-benar mencin…”

“Cukup….” Aku menyela kata-katanya. Aku sudah muak.

“Kau juga bicara seperti itu saat merebut Jingyo oppa, Seungri, Jinki oppa, dan yang lainnya. Terlalu banyak Dara…..” lanjutku beberapa detik kemudian.

“Dara…. Aku rasa kau perlu mencari teman baru ,sahabat yang baru, yang dengan rela memberikan kekasihnya padamu!”  KLIK. Kumatikan ponselku. Aku sudah tidak peduli lagi pada hal-hal yang terjadi dengannya setelah ini. Aku lelah menghadapi semua kelakuannya.

Aku mengenal Dara sejak enam tahun yang lalu. Sandara Park. Nama yang begitu indah seindah rupanya yang nampak sempurna. Bak tanpa cacat, dia menjadi sahabatku selama enam tahun. Menemaniku di saat sepi, tertawa bersamaku di saat kebahagian menyapa. Kami menangis untuk hal yang sama, tertawa untuk hal yang senada, dan malangnya, kami juga jatuh cinta pada manusia yang sama.

Masih terngiang jelas di otakku bahwa Dara pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Dara-lah satu-satunya malaikat yang bersamaku saat seluruh dunia menjadi kelam, gelap tanpa cahaya setitikpun. Dara adalah satu-satunya sahabat yang bertahan dan membuatku tegar saat Appa dan Eomma bercerai. Saat itu rasanya dunia runtuh jatuh tepat di atasku. Menindihku hingga tak mampu bernapas.

“ Kamu dan Sandara  itu satu hati. Kalian  cantik, pintar, dan kaya, tapi dia punya sesuatu yang tidak kau miliki….” Seungri, salah seorang matan kekasihku pernah mengungkapkan pendapatnya itu padaku. Akupun dengan polos bertanya padan Seungri apa perbedaan yang dia maksud.

Dia membungkuk dan  berbisik tepat di telingaku , “Kelicikan!”

Aku menganga. Tidak pernah terbayangkan sedikitpun tentang hal itu.  “Atau lebih tepatnya kecerdikan,” kali ini suaranya sudah kembali normal. Tak lama kemudian dia meninggalkanku sendirian. Ya, setelah itu dia berjalan ke arah yang berlawanan. Dia meninggalkanku dalam kesendirian untuk menjemput kebahagian yang membentang bersama Dara.

Air mataku menetes lagi mengingat semua hal itu. Aku benar-benar tidak kuat. Aku lelah. Aku payah. Aku patah.

Ya Seungri benar. Dara memang sangat licik, atau lebih tepatnya cerdik. Dia pandai menutupi kelemahannya lewat orang lain yang lebih lemah darinya. Dara bisa membuat semua orang didekatnya simpatik dan tunduk pada kehendaknya. Dia seperti ular, namun nampak luarnya begitu putih dan suci bagai merpati.

Tapi, aku bertekad mengalahkan kelicikan itu. Dengan ketulusan, dan kesunyian. Aku bertekad ingin membuat dia meminta maaf! Meminta maaf padaku!

*** ****

            Matahari menyembul di ufuk timur, membuatku terjaga. Hangatnya seperti ingin menenangkanku. Sinarnya seperti ingin menujukkan padaku bahwa lembaran baru harus kumulai. Kutatap seluruh ruangan kamarku.

Tidak ada lagi foto-foto kemesraanku dengan Seunghyun oppa tergantung di sana. Tidak ada lagi keceriaan bunyi alarm pagi pemberian Seughyun oppa yang biasa kumatikan penuh senyum di pagi hari. Tidak ada lagi nyanyian pagi yang biasa Seunghyun oppa lantunkan lewat telepon padaku. Ah… aku benar-benar rindu semua itu. Aku… aku…. Masih mencintainya… sangat.

Tidak Chaerin, tidak boleh. Ingatlah betapa terlukanya dirimu. Ingatlah betapa jahatnya dia padamu. Ingatlah bagaimana dia melupakan segala janji indah yang diukir bersamamu di Bohreur Café. Mencintainya adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Ya… sebuah kesalahan terbesar.

Aku segera mempersiapkan diriku untuk berangkat kuliah. Beberapa diktat anatomi, dan tugas-tugas sistem imunitas yang belum selesai kukerjakan berserakan di lantai. Aku memungutnya. Aku mencoba tegar. Aku mencoba berdiri kuat. Ya.. aku harus bisa!

*** ***

Author POV

Mobil Audi merah memasuki lapangan parkir Seoul Nation University. Seorang gadis cantik semampai tinggi keluar dari dalamnya. Chaerin. Nampak bahwa dia sangat amat menikmati paginya kali ini. Dia telah berhasil menipu dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Dia berhasil membuat dirinya terlihat tegar meski hati manusia tiada yang tahu.

Chaerin berjalan penuh kepercayaan diri ke gedung fakultas kedokteran. Tiba-tiba saja mata kecilnya membelalak begitu besar. Tak lama kemudian, wanita itu menghela napas dan melanjutkan langkahnya ke arah sepasang sejoli yang sukses membuat otot-otot matanya berkontraksi melebihi batas di pagi hari.

“Chukae[2]…” Chaerin menjulurkan tangan kanannya. Seunghyun  meraihnya. Mereka bersalaman.

“Gomapta[3]….,karena kamu mau mengerti bahwa ternyata yang kucintai itu Dara…. meskipun sebelumnya kita pernah berhubungan dan aku pernah melamarmu…” Seunghyun  berbicara.

Chaerin menjawab singkat dan dingin , “ya…” Anggukkan kepalanya mengakhiri obrolan dingin dan sarat amarah itu.

Semenjak itu Dara dan Chaerin  tidak lagi saling bicara. Mereka  berdua tidak sedekat dulu. Chaerin memang mencoba menjauh dari Dara. Meskipun mantan sahabatnya itu bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

*** ***

Chaerin POV

Aku sudah akan pulang ke flat saat  Dara mendekati mobilku. Dia datang dengan tampang marah. Tak lama kemudian aku menghampirinya. Baru saja akan kusapa dia, Daria menamparku. Sakit hatiku. Aku marah dan berkata, “Apa maksudmu menamparku?”

“YA! Gossip apa yang kau sebarkan di kampus ini?” dia berteriak di depanku.

Aku mencoba tetap tenang dan berpikiran dingin, “ Dara, aku tidak menyebarkan gossip apaun! Dengan cerebrum[4] mereka yang encer itu tentu saja akan mudah bagi mereka untuk  tahu kalau kau  sudah merebut  Seunghyun dari sahabatmu  sendiri!” Jangan pernah membayangkan aku mengucapkannya dengan teriakan. Tidak! Aku tetap mencoba bersikap dewasa.

Dengan kesal dia meninggalkanku. I Don’t Care. Toh, aku sama sekali tidak  butuh dia. Dia pergipun aku tidak mati.

Kupacu mobilku pulang ke rumah.Baru sekitar beberapa menit sampai di rumah, telepon di rumahku berdering.

“Yeoboseyo[5]…  selamat sore,”
“Betul kediaman Lee Chae Rin?”
“Ia.. saya sendiri, dengan siapa saya berbicara?”
“Kami dari RS Incheon, ingin menanyakan mengenai keluarga nona  Park Sandara,” ujar laki-laki bersuara berat itu.
“Dara? Dia teman saya. Keluarganya sedang di Australia, dia di sini tinggal sendiri. Ada apa ?”
“Begini.. nona  Park…….”

Bruk… telepon ku terjatuh. Aku sangat kaget setengah mati. Tidak mungkin. Orang tadi bilang kalau Dara jatuh dari atas tebing di daerah perbatasan Incheon. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku tidak mampu melakukan apapun lagi.  “Daria… kenapa sekarang?” bisikku seakan dia ada di dekatku.

*** ***

            Hujan menghiasi sore kelabu ini. Kemarin, Dara dimakamkan.

Aku terduduk di  samping tempat tidurku. Di sampingku tergeletak sebuah surat. Itu adalah surat dari Dara yang dia buat sebelum melakukan tindakan bodoh. Ya, dia melakukan tindakan bodoh dengan menjatuhkan dirinya dari atas lembah curam itu. Dia membunuh dirinya sendiri.

Baru saja kubaca surat itu, dan air mataku semakin deras mengalir.

Dear  Chaerin ,

Hunhchae……..aku tidak tahu lagi harus berkata apa.
Kau adalah satu-satunya sahabatku sampai kapanpun.
Mungkin selama ini aku sangat jahat padamu….
kurebut semua kekasihmu,belahan jiwamu…
Itu karena untukku, kau terlalu sempurna.

Chaerin-roo, aku tidak akanpernah meminta maaf atas apapun.
Karena perlu kau tahu , mereka semua         memang harusnya jadi milikku……

            Oh ya.. Appa-mu, Paman Lee, bisa kau tanyakan sendiri padanya kenapa dia dan Eomma mu      bercerai….
Karena aku,
Karena aku adalah anak Paman Lee  yang sudah dia buang!
Aku dibuang demi kamu, demi Eomma-mu, demi harta!
Ya, kita saudara tiri! Dan nae Eomma adalah cinta terlarang Appa-mu. Dan aku adalah   harta tak diharapkan , yang tidak akan pernah bisa menerima apa yang kamu           terima dari Paman Lee .

Chaerin…
Aku punya sebuah hadiah untukmu,
RASA BERSALAH!
Karena selamanya  kamu akan mengingat dengan jelas
Kalo sahabat mu, saudara tiri mu..
Masuk ke liang kubur
Karena
DIRIMU SENDIRI!
With Love,

Dara sweet Dara

(ilakis_sekar-)

Footnote :

Oppa : Panggilan untuk kakak laki-laki dari seorang perempuan

Chukae : ungkapan menyatakan selamat

Gomapta : ungkapan terimakasih yang kurang formal, biasa digunakan antar sesama teman

Cerebrum : otak besar manusia

Yeoboseyo : ungkapan seperti ‘Hallo’ saat bertelepon

—————————————————————————————————————————————————————-

Curcol : Sebenernya FF ini aku kirim u/ lomba fanfiction yg diselenggarakan o/ KoreanFFIndo dengan judul asli ‘Noda Dara’ sayangnya blom bisa menang😀
jadi sebagai gantinya kuposting di sini deh … ><” gimana-gimana? komen yak.. jangan lupa xD hehehe terimakasih #bow90derajat

13 thoughts on “[TOP-CL][TabiSan][One Shoot] Not Just A Love Story!

  1. inilah Sekar…selalu ada kejutan! thats the good one,nice story…
    but,koq tumben gw krng dpt ‘feel’y ya??hmmm… mgkn krna ‘porsi’ TOP SeungHyun kurang ‘maen'(i think i know why!*nyengir)
    over all,still..it’s nice to read & worth to wait! GO GO SEKARR!!!

  2. @kak teeka ; hmm.. thanks buat masukannya kak.. ia, kurang greget ya? hehehe maklum kalo urusan TOP emg aku 1/2 hati sih bikinnya.. tp pengen doi eksis juga ^^ kebanyakan typo juga nih aku *jedotinkepala* thanks kak udh mau mampir!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s