[One Shoot] [Taeyang-Bom] Love is Ouch!

Hei all… atas saran dari kak Teeka, @justteeka maka mulai sekarang di tengah pembuatan FF Chaptered aku akan memposting beberapa FF One Shot.. hehehe.

Nah.. setelah kemarin membuat FF untuk pairingan Daesung-Bom , sekarang aku membuat FF untuk pairingan Taeyang-Bom seperti yang di request oleh Dicta, @DictaVIPforever… (yee…)

casts : Taeyang (Young Bae)
GD (Jiyong)
Bom
CL (Chaerin)

happy reading all ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kalau ada mentari pagi tersembunyi tak mau muncul dari timur sana,
maka belum saatnya aku datang…

Kalau ada rembulan malam yang belum bersinar karena awan menutupnya,
maka pintu hatimu itu belum terbuka untukku…

-Sun

Sun… itu adalah puisi pagi yang biasa dia kirimkan padaku lewat e-mail. Sun, matahari, ya.. dialah ‘taeyang’ ku.. dialah ‘matahari’ dalam hidupku…

Namun… kini aku menilik kembali I-Phone ku dan tidak kutemukan satupun e-mail pagi yang biasa kuterima darinya. Ini sudah hari ke sepuluh sejak dia tidak lagi mengirimiku puisi-puisi pagi pembuka hari yang begitu menyejukkan. Ada apa gerangan?

Dia itu adalah Young Bae, Dong Young Bae. Teman masa kecilku yang padanya sudah kutitipkan separuh nafas, jiwa dan hatiku. Young Bae dan aku sudah berhubungan lama. Berhubungan yang kumaksudkan adalah bersahabat dan bersaudara. Dia begitu baik padaku, begitupun sebaliknya aku baik padanya.

Akupun tidak pernah mengerti bagaimana bisa hidupku tertambat pada orang yang bahkan tidak pernah kuketahui perasaannya. Aku bahkan tidak pernah mencoba mencari tahu, warna apa yang diberikan hati Young Bae padaku. Merahkah? Putih? Jingga? Merah Jambu? Atau bahkan Kelabu? Aku tidak pernah tahu.

“Bom… Bommie… ya.. ada telepon untukmu..” Eomma ku mengetuk pintu kamarku sambil berbicara dari luar.

“Telepon?” tanyaku sambil membereskan tempat tidurku. Sudah menjadi kebiasaanku untuk langsung membereskan tempat tidur setelah bangun pagi.

“Ne.. cepat keluar dan angkat teleponnya.. ini dari Sae Rin…”

Omo? Sae Rin? Ada apa dia meneleponku pagi-pagi?  Sae Rin adalah adik dari Young Bae. “Ne… eomma… aku turun sebentar lagi.”

Segera aku bergegas keluar kamar dan turun ke lantai bawah di mana meja telepon berada.

“Sae Rin, waeyo?”
“Eonnie… Young Bae oppa…” kudengar isak Sae Rin dari ujung telepon.
“Hm.. ada apa dengan Young Bae?” aku mencoba relaks dan menenangkannya.
“…….” Bruk… aku menjatuhkan gagang telepon. Aku tidak percaya. Aku tidak mau percaya. Aku tidak bisa percaya. Aku… aku… hitam.. dan kelam… semuanya menjadi hitam.

“Bommie…” hanya teriakan Eomma memanggil namaku lah hal terakhir yang bisa kudengar.

*** ***

“Kau sudah bangun sayang?” Eomma duduk di samping ranjangku.

Aku tidak bisa mengingat hal yang baru saja terjadi. Oh tidak… aku mengingatnya.

“Young Bae…” rintihku.

“Ne.. Eomma sudah tahu.. tenang ya sayang… “ Eomma memelukku dan mengusap-usap punggunggku. Aku terguguk dan menangis di pelukan Eomma. Aku runtuh. Separuh hati dan nafasku pergi. Mentariku enggan menyembul lagi. Pagiku tidak akan bersinar lagi. Aku harus apa lagi?

“Percayalah Bommie… kematian bukan akhir dari segalanya…” Eomma bicara sambil masih mengelus punggungku.

Benarkah hal itu? Benarkah kematian bukan akhir dari segalanya? Aku sangat ingin mempercayai hal itu.

*** ***

No One’s POV

Seorang wanita terduduk di bangku panjang di sisi sungai Han. Sungai Han yang memanjang ke ufuk timur  itu bagaikan metafora hidupnya yang masih terkihat panjang di ujung sana. Wanita itu memandang kosong ke sisi sungai. Matanya mencoba menelisik masihkah sinar matahari senja yang memantul dari air sungai yang jernih itu begitu menyakitkan untuknya?

Hati manusia tidak ada yang tahu. Pikirnya. Begitupun perasaan manusia, kembali dia berpikir.

Akhirnya wanita itu menghela nafas sejenak, mengisi rongga paru-parunya dengan berbagai gas yang meliputi bumi ini. Mebiarkan bebannya bebas melayang bagaikan helium yang terbang makin lama makin tinggi dan membumbung di udara.

Setelah di rasanya cukup, wanita berambut coklat itu segera pergi dan meninggalkan bangku itu untuk selamanya. Karena bagi dia terlalu banyak kenangan yang tertinggal di sana. Dia ingin pergi dan meninggalkan kenangan itu untuk selamanya.

Wanita itu pergi meninggalkan sepucuk surat bertuliskan tangan dari seseorang. Sebuah kenangan yang tergores penuh luka di atas kertas putih tanpa makna.

Dear my spring,

Bom… terlalu banyak memori yang kita lewati… senang suka, sedih duka , semua kita lewati bersama.

Aku bukanlah seseorang yang pandai berkata-kata. Aku hanyalah seonggok kalimat beruntai tanpa makna. Tapi kau perlu tahu satu hal… kehadiranmu dalam duniaku begitu bermakna. Kau membuatku berharga.

Hari ini.. sungai han akan menjadi saksinya,

Aku ingin kau membaca surat ini dan sesudahnya bisa tersenyum dan memberikan senyuman terindahmu itu untukku. Hari ini, tepat di sini, dan melalui surat ini, aku, Dong Young Bae, ingin melamarmu menjadi istriku. Menjadi satu-satunya wanita yang ada dalam garis kehidupanku kelak. Aku ingin hanya kau lah yang menjadi ibu dari anak-anakku. Aku ingin kau tetap ada ketika aku sudah tua renta nanti… maukah kau ?

Kalau kau mau, kumohon lempar kertas ini ke dasar sungai di depanmu dan peluklah aku. Datanglah padaku… bagaimana?

Yang mencintaimu, yang menunggu jawabanmu, dan yang sekarang ada di depan matamu,

Dong Young Bae.

Kertas itu terbang dan terjatuh. Seseorang memungutnya dan membacanya.

“Dong Young Bae?” ujar pria yang tadi membaca surat itu.

“Jiyong oppa…” panggil seorang wanita lain yang berlari kea rah pria itu.

“Ah.. Chaerin… kau sudah dapat es krim strawberry nya?” Tanya pria bernama Jiyong itu.

Chaerin mengangguk sambil menunjukkan segelas es-krim berwarna merah jambu yang dia genggam dengan tangan kanannya.

“Itu apa oppa?” Tanya Chaerin sambil menunjuk kea rah kertas yang tadi di baca Jiyong.

“Entahlah.. ini sepertinya surat… dari Dong Young Bae..”

“Young Bae? Wah? Bukankah itu penyanyi yang baru saja meninggal karena kecelakaan seminggu yang lalu? Menurut rumor dia meninggal saat akan pergi ke rumah kekasihnya… kabarnya dia baru saja akan melamar kekasihnya itu…” ujar Chaerin berapi-api.

“Ohya.. mungkin saja itu benar… surat ini memang dari Young Bae ditunjukkan untuk Bom… dan memang isinya seperti ingin melamar wanita bernama Bom itu..” Jiyong berkata sambil memberikan sepucuk surat yang sedari tadi dipegangnya pada Chaerin.

Kini, Chaerin mendapat giliran membaca surat itu. Setitik air mata mulai turun dari dua manik bola matanya. Lalu… hujan itu turun. Chaerin menangis hingga sesenggukan.

“Ini benar-benar kisah cinta yang tragis…” ujar Chaerin.

Jiyong hanya memandangnya tanpa mengerti mengapa wanita di depannya ini bisa langsung menghujankan air mata hanya karena sepucuk surat.

-Finished-

AN/

ottae? mian ya kalau gaje… maklum bikin nya pake jurus cepat kilat! hhoho mana ada helium2nya lagi hohoho *efek kelamaan belajar kimia* ckckck…
gamsha sudah mau baca… apalagi komen.. hihihihi…😀 thanks all ^^ love you

xoxoxo

11 thoughts on “[One Shoot] [Taeyang-Bom] Love is Ouch!

  1. nangkring di sini😀 nomor satu lagi xD hohoho

    ah… keren!! *bercucuran air mata*

    btw, enak bgt lho ya mau olimpiade malah bikin FF! gua bilangin bu Risda lho! ~lols tapi keren ada heliumnya.. .. .. emg ngefek bgt ya belajar kimia seharian sama gurumu itu hohoho

    yah intinya keren deh! BRAVO !! *prok..prok*

    • HAAAA…… i know you! Pasti kak Bima!! yakan yadong? siapa lagi yang dengan bangga pake nama Blackjack! ~lols…

      apa kbr kak?

      ohya thx buat commentnya.. ia nih lagi pusing bgt! mana lagi banyak ide buat nulis FF tapi nge-net dibatesin cckck😦 sedih aku …

      kak bima main donk ke sini! kutunggu selalu *kyk judul lagu gg sih?* hehehe :X

  2. yaaaaa!!!! Young Bae gw dibikin metonk…… T_T)
    tapi tak apeu lah…dia pasti lg nunggu gw di surga!haha..
    thanx,Sekar..LANJUTKAN!!^^

    • kak teeka.. ia nih abisnya wajahnya Bom sama Taeyang cocok untuk yang sedih2 sih… hehehe😀

      wah bukannya taeyang nuggu Bom ya di surga.. tapi kak teeka juga ditungguin sih, kan mau dikasih tanda tangannya nti ~hehehe

      thanks juga kak udh mau baca😀 *.*

  3. OH, TUHAN. . . . . . Tolong Gampar aku skerang! ! ! ! !
    Ini . . . . . . . . . . Sumpah, gila, haaak, sesak. . . . Sesak napaaaaaaaassss!
    Onnn, tanggung jwb! Dicta sampe gak bsa napas waktu baca surat yongbae! Oh, Tuhannnnnnnn. . . . . . . . . . . . . *i can’t say anythink again, it’s to. . . . . Amazing!*

  4. kerennnnnnnnnnnnn😉 yaiyalah si sekar gitu :)))) tapi kurang enak akhirannya but bagus kata2nya , like it🙂 Daebak !! , aku repost ya ?

    • oneshoot? ia boleh-boleh tapi mulai next oneshoot bakal aku protect .. jd pake password ^.^ klo mau bisa asking password ke twitter ku aja ya🙂 @DC_oda ^.^ thanks udah mau mampir dan baca❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s