[ONE SHOOT] [Daesung-Bom] Please Don’t Cry My Boy…

casts : Park Bom
Kang Dae Seong (Dae Sung)

u/ yg mau protes tnt pairingannya aku cuma mau pesen kalau pairingan ini aku buat u/ memperingati ultah daesung (meskipun telat) :DDD kalo gg suka gg ush baca.. and jangan bashing please.. thanks

happy reading ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Love seems to change easily,
In place of our own greed, a painful scar is left,
gotta let you go …
And please don’t cry

Aku mencoba menahan amarahku. Aku terluka. Hatiku tersayat dan tergurat. Oh… masih ada deritan sembilu yang menusuk tapi dia masih menambahnya, menggores luka dalam yang meninggalkan jejak kelam.

Laki-laki itu berdiri di sisiku, berteriak meluapkan amarah yang sebelumnya terkotaki. Bagai tak mau kalah seribu kata membuncah dan keluar dari mulutku. Mengalahkan toleransi diri masing-masing , kami berdua saling beradu. Berharap bukan kami yang kalah.

Aku ingin pergi darinya…. Meninggalkannya…. Tapi kemudian tangis pecah dan penyesalan menjemput.

Kang Dae Seong. Dialah pria yang selama ini mengisi relung hatiku. Bahkan hingga detik ini ketika aku memutuskan menyelesaikan segalanya. Tak bisa kupungkiri, memang hanya dia  yang sanggup membuatku begini. Aku terjatuh berkali-kali hingga perih tak terasa lagi.

Kini beda cerita, aku menang… dan aku ingin mengakhiri semua penderitaan yang ada.

I guess I was not really the person for you..
I couldn’t hold back my stupid heart which pained you..
And please don’t cry….

Ya… aku memang bukan wanita yang pantas untuknya. Perbedaan diantara seorang Park Lee Bom dengan Kang Dae Seong terlalu jauh. Terlalu sering aku membuatnya terluka. Sama seringnya dengan luka hatiku yang diukir olehnya.

Tak ada alasan yang sama bagiku untuk terus seperti ini. Aku menangis setiap saat karena Dae Seong. Diapun menangis setiap saat karenaku. Ini bukan cinta yang utuh dan nyata. Ini cinta yang menyakitkan. Saat cinta begitu menyakitkan, haruskah itu dipertahankan?

Kami berdua dijodohkan, saling mengenal, mencoba menelisik hati satu sama lain. Kami mencoba menumbuhkan benih-benih cinta yang disemai kedua orang tua kami. Memang cinta itu tumbuh, namun penghalang besar itupun tumbuh. PERBEDAAN. Terlalu banyak kata beda dalam hubungan ini.

Here’s the end for both of us,
and until the world would allow our love then,

Kini sudah kumantapkan hati dan pikiranku untuk mengakhiri semuanya.

“Dae Seong…. Let’s break up…” aku berujar pelan dan lirih. Aku bahkan tidak tahu apa Dae Seong mendengarnya atau tidak. Mataku tetap tertuju ke bawah. Melihat marmer-marmer indah yang menyelimuti alas gedung tempat kami berada saat ini.

“Kau yakin? Tidak bisakah kau mencoba bertahan?” suara jernihnya masih sama mengisi relung kalbuku.

“Ne.. sudah terlalu lama aku menahan sakit… aku bisa mati kalau begini terus. Kita terlalu sering bertengkar dan beradu pendapat. Aku sudah terlalu lelah… hubungan ini… kurasa….”

“orangtuamu?” selanya.

“ne?” tanyaku kaget. “Ya.. orangtuamu… mereka, tidak akan marah dengan keputusanmu?” dia melanjutkan lagi.

“aku tidak tahu… tapi yang aku tahu hanya satu, mereka bisa melihat bahwa kita berdua terlalu terluka dengan keputusan ini….” Aku kembali mendalami marmer-marmer berwarna abu-abu kemerahan yang begitu membius.

“kau tahu… aku tidak pernah berharap ini terjadi Bomie…”Dae Seong berkata lirih lebih untuk dirinya sendiri. Aku sudah tidak kuat lagi. Aku mengenggam jari jemarinya singkat, mencoba mencari kehangatan yang sama. Nihil. Tangannya sangat dingin saat ini. Aku melepaskan genggaman itu dan kemudian pergi keluar dari gedung gereja St. Peter dimana seharusnya kami menggelar pernikahan kami sebulan lagi.

It’s okay baby please don’t cry,
this long journey is about to end
But someday, we will meet again,
In the next life, we will see each other again

Tidak Dae Seong… jangan… jangan menangis seperti itu. Jangan gundah seperti itu.

Kini aku sedang berada di ruang keluarga di rumahku. Aku menikmati kesendirianku saat ini. Aku menghabiskan waktu minum tehku kali ini dengan menyaksikan penampilan live dari Dae Seong. Mantan kekasihku yang juga mantan tunanganku itu memang adalah seorang penyanyi. Suaranya sangat indah dan merdu menyapu telingaku.

Kali ini dia sedang menyanyikan lagu terbarunya, Baby Don’t Cry. Lagu itu seperti pesan untukku agar jangan menangis. Sayangnya, bagaimana aku tidak menangis melihat dia menyanyi dengan bulir-bulir air mata yang menetes di setiap nada yang menggema. Aku tahu dia sangat terluka, karena akupun tak kalah terluka dengan perpisahan ini.

Inilah keputusan yang sudah kubuat. Kumohon Dae Seong jangan menangis. Akupun berjanji untuk tidak menangisi perpisahan ini lagi.

Percayalah, jika dikehidupan mendatang kita bertemu lagi, maka aku akan menjadi milikmu. Karena mungkin dikehidupan mendatang aku sudah belajar untuk menahan egoku dan mengerti keinginanmu. Mungkin dikehidupan mendatang kita berdua sudah tidak lagi saling bertengkar dan menyakiti satu sama lain.

Berjanjilah padaku untuk tidak meneteskan air mata untukku dan hubungan kita lagi, kekasih hatiku untuk selamanya, Kang Dae Seong.

-finished-

AN/ inspired from Parkk Bom’s Don’t Cry song…❤

8 thoughts on “[ONE SHOOT] [Daesung-Bom] Please Don’t Cry My Boy…

  1. Ohhh..D-lite sama aku ajaaaa! haha..
    nice,Sekar…disela2 bikin yg bersambung,sering2 bikin one shot begini yaaa…sapapun pairing’y,gw dah kadung jd fans ff mu,not a big deal! marv,Sekar!!!^^

  2. ANNNYEOOOG!
    Ini Dicta! Kunjungan balik nih. . . . Hehehehe. . . .
    Onn, crita x DAEBAK! DAEBAK SERATUS JEMPOL! ! Eh, tpi bleh gk ngerikues pair ff nih. . . .
    Bikinin TaeBoom couple dunk! Hehehehe. . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s