[CONT.] [YG FF] Not A Wrong Choice Chapter 2

hi all aku balik lagi.. setelah lama tak update-update karena satu dan lain hal (read : ngablu bareng TOP) #plak ! Akhirnya… Akhirnya… aku bisa juga membuat Chapter 2 untuk FF yang menjelimet tak karuan ini!! casts-nya masih tetep sama kok kayak Chapter 1, cuma sekarang lebih fokus ke hubungannya Seungri-Hanna dulu (hehehe)

wokeh.. langsung aja yah… ini dia.. :DD

happy reading ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

CHAPTER II

Hanna’s POV

“Hanna…” eomma memanggilku.

“Ne..” kataku dengan enggan.

“kenapa kau melamun? Ada masalah apa sayang?” Eomma mengelus rambut panjangku. Aku sebenarnya ingin menceritakan semuanya pada Eomma… tapi….

“Gwenchana eomma… aku tidak apa-apa… hanya saja masih sedikit shock karena kejadian kemarin….” Ujarku sambil mencoba tersenyum.

Eomma mengangguk tanda mengerti. Kemudian beliau pergi meninggalkanku sendiri menyepi di ruangan ini. Studioku, tempat biasa aku merenung untuk mendapatkan ide-ide brilliant. Ide-ide yang selalu membuat wajah Yang Sajangnim terulaskan senyum.

Aku melihat sekeliling ruangan ini dan….

~deg…

Aku terpaku pada sebuah kotak kecil di atas meja kerjaku. Sebuah kotak seperti kotak cincin. Sisi-sisinya terbuat dari kaca dan memantulkan setiap sisi bayangan benda yang ada di dekatnya. Air mataku terjatuh lagi… pikiranku berkelebat dan kembali memutar memori beberapa minggu yang lalu. Memori kelam dan suram yang tak pernah kubayangkan.

*** ***

No One’s POV

“Ehem..ehem..” Hyun-Suk berdeham sejenak. Hal ini membuat dua orang di depannya terlonjak kaget dan segera mengurai dekapan hangat yang sedari tadi mereka lakukan.

“Seungri… kau ada di sini?” Tanya Hyun-Suk dengan sikap dingin. Dia tidak menunjukkan emosi apapun. Dia juga tidak tahu harus bersikap seperti apa.  Orang kepercayaannya, Hanna dan anak didiknya, Seungri. Mereka sudah jelas memiliki hubungan lain selain ‘teman kerja’

“Ah.. ne sajangnim.. sudah sejak semalam aku ada di sini menemani Hanna… kasihan.. orangtuanya baru akan tiba dari State besok siang…” ujar Seungri sedikit gelagapan. Tidak bisa dipungkiri saat ini pikirannya sangat kacau. Memikirkan bahwa atasannya yang sudah dia anggap seperti ayah dan kakak sendiri sedikit demi sedikit mulai meraba perasaannya pada Hanna.

“O.. arro…” Hyun-Suk mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia mencoba mencerna kata-kata Seungri.

“Jadi.. Hanna, orangtuamu baru tiba besok siang?” ujar Hyun-Suk kali ini mengalihkan pandangannya pada Hanna yang tergolek lemah di tempat tidur.

Hanna mengangguk meng-iya-kan pernyataan Hyun-Suk. Hatinya sendiri tak kalah ketakutan menghadapi kenyataan bahwa ‘big boss’ bisa jadi salah sangka dengan adegan barusan. Ya… adegan beberapa menit saat Seungri membawanya dalam pelukan yang begitu erat dan hangat. Pelukan kebahagiaan dan luapan kegembiraan. Beberapa menit yang membawa Hanna ke dalam perjalanan singkat di taman Firdaus yang indah.

“Ehem..ehem..” Hyun-Suk kembali berdeham. Kemudian, dia melanjutkan, “Jadi apa diagnose dokter Hanna?”  Hanna menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah mengapa, pita suaranya tak mau bergetar dan mengeluarkan suara. Dia membeku masih tidak tahu harus bersikap seperti apa.

“Hasil laboratoriumnya belum keluar?” Hyun-Suk nampak kaget mendengar hal itu.

“Sebetulnya… hem.. bagaimana kalau kita bicarakan itu nanti saja Sajangnim..” Seungri menyela percakapan singkat itu.

“ha.. betul.. lebih baik sekarang kau istirahat Hanna.. dan kau Seungri.. Jiyong mencarimu! Cepatlah temui dia di dorm.. aku pergi dulu..cepat sembuh Hanna…”

Dan kini tinggalah mereka berdua di dalam ruangan itu. Hanna dan Seungri sama-sama tenggelam dalam pergulatannya masing-masing.

*** ***

“Seungri.. akhirnya kau kembali juga…” jiyong segera menghampiri Seungri yang baru saja masuk ke kamarnya. Saat Seungri ingin menutup pintu kamarnya, Jiyong mencegahnya. “Ada yang ingin kubicarakan… “ ujar Jiyong serius.

“Aku sedang lelah hyoong… nanti saja ya… “ pinta Seungri memelas.

“Ini tentang kau dan Hanna… “

“…..” Seungri terlonjak kaget.

*** ***

Seungri’s POV

“Jadi… katakan padaku sejak kapan kau menyimpan perasaan pada Hanna?” pertanyaan Jiyong Hyoong benar-benar langsung tepat sasaran dan mengena. Oh.. tidak.. aku harus menjawab bagaimana?

“Kenapa Hyoong bertanya begitu?” kurasa itu jawaban paling netral yang bisa kuberikan saat ini.

“Dan kenapa kau mengelak?”

“Siapa bilang aku mengelak?”

“Oh Jebal Seungri.. cukup kau jujur padaku… itu saja… “

“Okay… aku memang menyukainya.. aku memiliki perasaan khusus padanya.. tapi aku tidak pernah tahu sejak kapan itu berlangsung atau sudah berapa lama… yang aku tahu hanya satu… aku ingin dia bahagia dan hidup… itu saja Hyoong.. hanya itu.. “

“Ah.. aro.. “ Jiyong mengangguk-angguk… tiba-tiba saja anggukan teraturnya itu terhenti.

“Apa maksudmu dengan hidup?”

Aku kembali teringat dengan diagnose yang dokter berikan tentang penyakit Hanna. Oh tidak..

“Entahlah Hyoong.. Hanna… dia menderita komplikasi sistem imunitas. Aku lupa tadi dokter menyebutkan apa tapi yang jelas sistem syaraf yang mengatur sistem kekebalan tubuh Hanna terganggu… dokter khawatir kalau virus ringan saja bisa menjadi sangat berbahaya bagi Hanna.. Oh hyoong.. apa yang harus kulakukan??”

Aku benar-benar menemui jalan buntu sekarang. Seluruh lentera yang tadinya menyinari jalanku tiba-tiba saja mati. Aku benar-benar takut kehilangan Hanna. Aku tidak mau perempuan itu hilang dari pandanganku. Apakah ini begitu egois?

“Sabarlah Seungri..” Jiyong Hyoong menepuk pelan pundakku lalu meremasnya seperti ingin memberi kekuatan padaku.

*** ***

gimana?^^ like usuall.. comments are loves :DD

3 thoughts on “[CONT.] [YG FF] Not A Wrong Choice Chapter 2

  1. masih bersambung kaaaan??? not bad,tp kurang panjang!hahaha…
    dengan semua kesibukan kamu,it’s a huge effort,darling…i apreciate it! Sekar DAEBAK!! LANJUTKAN!

    • wah… gomawo kak xDD ia nih.. sebenernya mau lebih panjang lagi tapi kasian yg baca nanti kepanjangan ~hehehe

      ammin.. semoga aku bisa terus melanjutkannya kak!!! ~jiah…~

  2. Jebal,sekar…terusin yg ini!! Berkali2 gw baca,kayak’y bagus dibikin berdarah2 ditengah tp happy2 diending’y!! LANJUTKAN!!Jebal,sekar…terusin yg ini!! Berkali2 gw baca,kayak’y bagus dibikin berdarah2 ditengah tp happy2 diending’y!! LANJUTKAN!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s