[CONT.] [YG FF] Not A Wrong Choice

Casts : Lee Seunghyun (lead role)

Lee Hanna (author ~kekeke)

Kwon Jiyong

Lee Chaerin

Park Hyunseul (@sevinilaa)

Lee Jin-Ki (yes! a little bit SM here)

BigBang

2NE1

Yang Hyun-Suk

paired : just read and you will know ’bout it! >.<

curcol : ini udh pernah aku taro di BBIF (Big Bang Indonesia Forum) tp karena satu dan lain hal aku bakal bikin lanjutannya di blog ini🙂 ohya… mau pesen tlg comment yak.. masa dari sekian orang yg baca ff~ku cuma satu yg baru komen T.T (author sedih) gomawo ^^

-S.T.O.R.Y-

Chaerin, seorang gadis muda yang hari ini genap berusia 24 tahun baru saja bangun dari peraduannya. Dia adalah leader dari sebuah GB ternama di Korea dan Asia, 2NE1. Chaerin yang menggunakan stagename ‘CL’, yang artinya lagit, belum juga menyadari kalau hari ini adalah hari jadinya ke 24.

Chaerin tidur sendri di sebuah kamar mungil berukuran 3 x 4 meter di dorm 2NE1. Setelah selesai doa pagi di kasurnya, Chaerin segera bangun dari tempat tidur untuk menuju ke kamar mandi yang ada di lantai bawah.

Chaerin menekan beberapa kombinasi nomor dan pintu elektronik kamarnya pun terbuka. Saat itulah, dirinya hampir terlonjak kaget. Semua YG Family ada di depan pintu kamarnya.

“Astaga.. apa ini???” jeritnya tertahan.

“Saengil Chukae onnie…” ujar sebuah suara yang sedikit ngebass. Asalnya dari seorang gadis yang tak kalah cantik dari Chaerin, yaitu Lee Hanna. Hanna adalah salah satu dari 4 Stylist Director yang ada di YG Entertainment. Sudah 3 tahun lebih Hanna bekerja untuk YG dan dia menjadi sangat dekat dengan beberapa artis, termasuk Chaerin.

“Gomawoyo….. this is so special… I really forget about my day actually… “

Semua yang ada di sana tertawa mendengar statement Chaerin itu.

Acara surprise party untuk Chaerin belum berhenti sampai di situ. Ada seorang lagi yang sudah menyiapkan sesuatu yang special untuk Chaerin.

“Okay.. semuanya.. gak ada lagi keluar dorm untuk hari ini ya.. kalian harus focus sama comeback korea kalian bulan depan…”ujar Hanna pada 4 member 2NE1.

Semuanya hanya bisa mengangguk. Mr. Yang Hyun Suk sangat ketat untuk masalah berlibur dan keluar dorm. Bahkan pernah dulu mereka tidak boleh keluar dorm tanpa ditemani Hanna. Hanna memang masih muda, baru 21 tahun usianya, seusia Minzy. Namun kepercayaan Mr. Yang padanya membuat hampir semua staff YG Ent. salut padanya.

Saat Hanna tengah menjelaskan mengenai image baru 2NE1 untuk comeback mereka bulan depan, seseorang mengetuk ruang tari yang saat ini sedang mereka gunakan. Ternyata itu adalah Seungri. Hanna keluar sebentar dan menemui Seungri.

“Ada apa sunbae?” Tanya Hanna.

“Kau ada waktu? Di bawah ada seseorang yang ingin menemui mu…” ujar Seungri sedikit berbisik. Dia seperti bisa membaca pikiran Hanna yang sedang kusut karena kesibukan baru 2NE1.

“Arasseo.. aku turun ke bawah 5 menit lagi.. gamshamnida seungri sunbae..”

Seungri hanya mengangguk lalu meningglakan ruangan itu karena Hanna langsung menutup pintu ruang tari tanpa membiarkannya bicara dulu.

“Mianhe.. aku ada urusan sebentar.. aku akan minta Hyunja untuk menjelaskan mengenai image baru kalian setelah berhasil menaklukan pasar Eropa.. “ ujar Hanna sambil berkedip pada keempat wanita cantik di depannya.

Hanna pun turun ke bawah dan menerka-nerka siapa yang dating menemuinya. Dia lupa menanyakan jenis kelamin tamu itu tadi kepada Seungri.

haduh… mengganggu sekali sih orang itu…Hanna merutuk sendiri dalam hati.

“Hyunseul… ?” Hanna berteriak tak percaya melihat siapa yang dia lihat d ruang tamu kantor YG.

“kok kamu gak telepon atau e-mail dulu kalo mau datang??” sekarang mereka sudah pindah tempat ke kafè di dekat kantor YG.

“Aku bingung mau cerita ke siapa lagi Hanna…” kini Hyunseul langsung terisak di depan Hanna.

Hanna sudah berteman dengan Hyunseul sejak SMA. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, menempati kelas yang sama, bahkan merupakan teman sebangku. Mereka berdua sama-sama mengikuti program percepatan yang memungkinkan mereka lulus SMA dalam waktu 2 tahun.

“okay.. sekarang ceritakan padaku ada apa…”

“Mr. Lee… Lee Soo Man.. dia akhirnya mengetahui hubunganku dengan Jinki.. dan dia mengancam akan mengeluarkanku dari SM jika aku tidak mau berpisah dengan Jinki…”

“Ommo.. kenapa orang itu jahat sekali?? Bukankah SHINee sudah bukan boyband baru lagi yang perlu menjaga reputasinya di depan para fans?? Astaga..” Hanna turut sedih mendengar cerita sahabatnya itu.

“Kau taukan Hanna.. pekerjaan sebagai kepala divisi kreatif dan Jinki adalah dua hal terpenting dalam hidupku… aku memang egois karena tak ingin kehilangan keduanya….”

“Ya.. aku sangat mengerti..” Hanna mengelus punggung Hyunseul. “Onew~ssi sudah tau tentang ini?”

Hyunseul menggeleng. “Belum..” desah Hyunseul pelan tak bertenaga.

Hanna berpikir sejenak. Akhirnya dia mulai bicara lagi ,”baiklah.. sekarang kau tenang dulu… kalau kau sudah tenang, kau baru boleh menghubungi Onew~ssi dan menceritakan semuanya. Mau kuantarkan kau ke flatmu??”

“Jangan… kau pasti masih banyak kerjaan… aku bisa pulang naik taksi.. tak usah khawatir…” Hyunseul menolak tawaran Hanna, tak ingin membuat sohibnya itu makin kerepotan karena ulahnya.

Hanna hanya mendesah pelan. “Nde.. kalau begitu akan kupanggilkan taksi untukmu…”

Sekarang sudah tepat jam 7 malam dan Hanna belum juga keluar dari ruang kerjanya di lantai 4 Gedung Kantor YG. Minzy yang kebetulan lewat mampir sebentar untuk menyapa temannya yang terkenal workaholic ini.

“Belum pulang Hanna??” Tanya Minzy sambil masuk ke ruang kerja apik bercat ungu ini.

“Belum… aku masih sibuk berpikir tentang pakaian kalian di acara musik SVS TV nanti..”

“Kenapa tidak pakai baju kami yang pernah digunakan saat tampil di Eropa saja??”

“Kau mau?? Orang-orang nanti akan berkata 2NE1 bahkan tak berubah setelah debut dan berkarier di Eropa??” Hanna mengatakannya dengan ekspresi yang dibuat menakut-nakuti Minzy.

Minzy mengangkat kedua tangannya. “Nde… aku tahu kau tidak akan menjerumuskan kami ke arah situ kan?”

Mereka berdua tertawa bersama. Selesai tawa itu Minzy bertanya pada Hanna, “Kudengar dari Seungri sunbae tadi Hyunseul menemuimu??”

“Ya…”

“Apa itu berhubungan dengan hubungannya dan Onew sunbae?”

Hanna menghentikan kegiatannya mengambar rancangan pakaian untuk sesaat. Dia meneliti kata-kata Minzy tadi.

“Kau.. tau dari mana??” Hanna bertanya keheranan.

“Dari Taemin~ssi”sebut Minzy polos. Sikapnya memang sangat cocok dengan sikap seorang maknae. Sekarang perhatian Hanna benar-benar sedang tertuju pada Minzy. Minzy yang jengah ditatap seperti itu oleh Hanna pun berkata,

“Kami tidak seperti yang kau bayangkan…”

“Memang apa yang aku bayangkan?” Hanna bertanya sambil menahan tawa melihat ekspresi Minzy.

“oh… ugh.. sudahlah aku pulang dulu..” Minzy langsung berlari keluar dari ruang kerja Hanna. Dan Hanna tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Minzy.

Drrt…Drrt…

Ponsel Cyon Lollipop ungu milik Hanna bergetar. Ada sebuah email masuk. Hanna langsung membacanya ternyata dari Ji Young.

From : KJiYoung@live.com

To : HannaI@YGent.com

Hello my sweet dongsaeng.. aku pinjam Chaerin sebentar ya… ada urusan penting… tadi aku sudah menghubungi Paman Yang dan dia mengizinkanku membawa Chae.. kalau tidak percaya pada oppa mu yang jujur ini silakhan telepon ‘appa’ mu itu..

Gomawo…

Hanna heran membaca e-mail itu. Ada apa lagi ini? Pikirnya. Dia melirik jam dinding di sudut kiri ruangan .. sudah hamper menunjukkan pukul delapan. Hanna pun memutuskan untuk menghubungi Mr. Yang Hyun Suk. Dia menekan beberapa kombinasi nomor telepon yang sudah dihafalnya luar kepala.

“Ya Hanna…” ujar suara penuh wibawa di ujung sana.

“Malam ahjussi.. maaf menganggu.. aku ingin Tanya soal Ji Young sunbae…”

“Oh.. aku tahu.. dia sudah minta izin padaku soal Chaerin.. tak apa.. asal kau pastikan mereka tidak pulang terlalu larut, itu akan merusak suara mereka…”

“yes sir… thanks.. “

*KLIK* telepon ditutup.

Hanna kembali pada pekerjaannya lagi dan melupakan sesaat intermezzo yang dia terima tadi. Tak terasa kantuk mulai menyergapnya dan ia pun tertidur di tumpukkan kertas-kertas di meja kerjanya.

Di tempat lain Chaerin dan Ji Young sedang menikmati waktu mereka sendiri. Ternyata Ji Young menyiapkan sebuah special dinner untuk Chaerin di gedung 63. Ji Young menyewa gedung termewah di Seoul itu hanya untuk makan malam ini. Menurut Ji Young dia ingin sebuah privasi dan tak mau diganggu.

“Jadi… oppa menyipkan ini untukku…?” Tanya Chaerin takjub.

Ji young hanya mengangguk. Dia senang melihat ekspresi kegembiraan yang tergambar di wajah wantia yang sudah dicintainya sejak lama itu.

“Wae?” Tanya Chaerin.

“maksudnya?” Ji Yiung memiringkan wajhnya tanda tak mengerti.

“Kenapa oppa melakukan hal ini?”

“Kenapa ya..” jawab Ji Young pura-pura bingung. “Karena kau sudah 24 tahun dan kau sudah hampir 8 tahun menjajaki dunia musik..” jawab Ji Young.

“Lalu?” sekarang ganti Chaerin yang tidak mengerti maksud Ji Young.

Baru saja Ji Young akan menjelaskan, makanan pembuka untuk mereka datang. Dengan terpaksa, Ji Young menahan sebentar keinginannya untuk bercerita panjang lebar.

Akhirnya, setelah sang waitress pergi, Ji Young mulai menjelaskan.

“Jadi kau tahu kenapa setelah putus dengan Jia empat tahun lalu, aku tidak berhubungan lagi dengan siapapun??”

Chaerin menggeleng. Lalu Ji Young melanjutakan… “semua ini karena aku sadar bahwa seorang kwon ji young dan bukan GDragon sudah menemukan wanita yang akan dicintainya sampai mati. Wanita itu adalah seseorang yang kini bayangannya tepat ada di kedua bola mataku…”

Chaerin yang sedang mendengarkan sambil meminum skylight tea tersedak tiba-tiba. Dia tidak percaya dengan semua yang baru saja dia dengar.

“Oppa….”

Pssst… Ji Young menahan bibir Chaerin dengan jari telunjuknya yang panjang besar. “Kau dengarkan dulu…” Ji Young menelan ludah sebentar lalu melanjutkan, “Saat aku menyadari bahwa aku sudah mencintai hobaeku sendiri aku memutuskan untuk bicara jujur pada paman Yang. Bagaimanapun juga dia sangat tidak suka dengan adanya skandal antar artis atau antar staff di YG.”

Chaerin kembali inggin bicara namun tangan kanan Ji Young yang memegang pundak kirinya membuatnya kaku tiba-tiba.

“Dengar dulu Chae… setelah bicara dengan pama Yang, akhirnya dia merestui persaanku ini. Namun dia memberikan satu syarat. Aku harus menunggu hingga usia mu yang ke-24. dia bilang jika aku bisa menyimpan perasaanku hingga saat itu tiba, dia tidak akan mempermasalahkan apapun. Jadi kupikir paman Yang sedang mencoba mengujiku.. dan aku berhasil melewatinya! Aku semakin sadar bahwa cinta ini begitu kuat … ya Chaerin aku sangat amat sangat menyayangimu… Sarangheyo…”

Kini tangan kanan Ji Young sudah berpindah ke atas meja untuk menggenggam tangan Chaerin yang sedingin es. Dia betul-betul kaget mendengar pengakuan sunbaenya itu.

“Chae??” panggil Ji Young sambil mengibas-kibaskan tangannya di depan wajah Chaerin.

“Nde..” seru Chaerin kaget.

“Jadi.. apa tanggapanmu??”

“atas apa oppa?”

“atas pengakuanku tadi tentunya..” jawab Ji Young sedikit kesal karena sepertinya Chaerin pura-pura tidak mengerti.

“oppa… mengajakku berpacaran??”

Ji Young mengangguk. Dan Chaerin pun turut mengangguk. Ji Young yang tak percaya ingin meyakinkan sekali lagi.

“kau mau menjadi kekasihku??’ Ji Young bertanya sedikit histeris karena tak percaya.

“aku sudah menyukai oppa sejak pertama kali masuk YG dan menjadi trainee di sini. Aku kagum pada oppa. Namun makin lama aku sadar itu bukan hanya sekedar kagum atau suka. Itu sesuatu yang lebih… “ Chaerin berkata malu-malu. Ji Young hanya tersenyum simpul. Penantiannya selama empat tahun tak sia-ia. Malam itu menjadi malam terbahagia untuk mereka berdua.

Pagi sudah menyambut lagi. Para staff YG bingung karena belum melihat Hanna datang ke kantor. Padahal biasanya dia yang pulang paling larut namun datang paling pagi. Mr Yang juga sudah berusaha menghubunginya namun tak juga diangkat.

Seungri, yang kebetulan saat itu sedang ada di kantor menawarkan diri untuk mencari Hanna. Semua staff dan Mr YG menyetujuinya. Seungri akhirnya pergi ke rumah Hanna di kawasan Yangsong-du. Sayangnya, rumah mungil kecil milik Hanna itu kosong. Seungri bingung sendiri dan mulai khawatir.

“Ohya.. semalam kan Hanna masih ada di kantornya… aku masih sempat menyelimutinya dengan jaketku karena dia tertidur di dalam kantor…. Mungkinkah?” Serungri langsung melesat kembali ke kantor YG di kompleks perkantoran elite, Bonggusak-dong. Mobil SUV putih miliknya dijalankannya secepat KTX, kereta cepat di Korea.

Sesampainya di gedung berlantai sepuluh itu, dia langsung naik lift dari basement ke latai 4, dimana ruang kerja Hanna berada. Seungri menerobos beberapa kerumunan orang di dekat lift dan sejurus kemudian sampai di depan pintu ruangan mungil itu.

Dibukanya pintu itu dia tak menemukan sosok Hanna di sana. Seungri masuk ke dalam ruangan itu, dan terkaget-kaget melihat tubuh Hanna ternyata sudah tergeletak di bawah meja kerjanya sehingga tak mungkin terlihat jika kita hanya mendelik dari pintu. Seungri dengan gesit langsung mengangkat tubuh gadis itu.

Ternyata blues putih yang dikenakan Hanna sudah banyak ternodai bercak darah segar yang sepertinya mengalir dari hidungnya. “Astaga Hanna… ada apa ini??” seru Seungri.

Aksi penyelamatan Seungri ini disaksikan oleh beberapa staff yang kebetulan sedang berkumpul di lantai 4. mereka pun dengan sigap langsung membantu Seungri. Ada yang memanggilkan ambulance dan ada yang memberikan pertolongan pertama karena darah dari hidung Hanna meluncur keluar lagi. Meninggalkan bekas di t-shirt oblong yang dikenakan Seungri. Ini semua karena posisi seungri yang masih membopong Hanna dan memeluknya dengan erat.

Mr YG pun segera turun ke lantai 4 dari tempat meetingnya di lantai 6. Ia melihat dengan jelas betapa Seungri begitu khawatir dan sedih melihat Hanna tergolek lemah. Bahkan dia masih bisa melihat dengan jelas pula bagaimana Seungri memaksa untuk tetap ikut ambulance yang mengantarkan Hanna ke RS terdekat. Dia mulai merasakan bahwa anak asuhannya itu memiliki perasaan lain untuk Hanna, orang kepercayaan sekaligus tanagn kanannya. “Ottoekajo?” gumam Yang Hyun Suk pelan sekali.

Ji Young dan Chaerin yang mendengar kabar sakitnya Hanna memutuskan untuk menjenguk Hanna. Bagi mereka berdua Hanna adalah seorang adik yang tak tergantikan. Maka itu setelah selesai latihan rutin, Chaerin menelepon Ji Young dan mengajaknya menjenguk Hanna sekaligus memberi tahunya kabar bahagia tentang hubungan mereka. Mereka berjanji bertemu di depan lift basement.

Sepuluh menit kemudian Ji Young dan Chaerin sudah bertemu di sana.

“Mau pakai mobil oppa atau mobilku?” Tanya Chaerin.

“Pakai mobilku saja… lebih enak dibawa kebut..”

Mereka pun segera menuju ke parkiran dan langsung tancap gas menuju RS Seonngguk Hamm.

“Kau yakin ini kamarnya honey?” Tanya Ji Young

“Tentu oppa… tadi aku sudah bertanya pada Darong.. tadi pagi Darongkan sudah menjenguknya bersama anggota 2NE1 yang lain…” ungkap Chaerin.

Ji Young hanya membalas dengan mengacak-acak rambut Chaerin. Setelah itu membuka kenop pintu kamar rawat nomor 42 A itu.

Baru saja mereka berdua masuk.. dan mereka melihat sebuah pemandangan yang sangat mengejutkan. Seungri ada di sana. Sedang tertidur. Kepalanya bersandar pada pinggiran tempat tidur Hanna, sementara tubhnya terduduk di sebuah bangku di sisi Hanna. Kedua tangan Seungri menggenggam erat tangan Hanna yang bebas dari kabel infuse. Hanna pun menyambut genngaman tangan itu dengan juga menggenggam tangan Seungri erat

Chaerin menjerit kaget tanpa suara. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mungkinkah ada hal yang tidak ia ketahui antara Seungri dan Hanna?? Tapi Hanna selalu menceritakan apapun pada Chaerin. Ji Young menyentuh pundak Chaerin dan memberi isyarat untuk keluar dari situ tanpa suara. Chaerin mengikuti Ji Young keluar dari situ.

Di dalam mobil, saat perjalanan pulang ke dorm 2NE1 Chaerin berdiskusi dengan kekasihnya itu.

“Bagaimana menurut oppa?? Tidakkah hal yang kita lihat tadi aneh?”

“ia.. aku setuju.. aku takut kalau perkiraan ku benar honey…”

“Kalau seungri suka pada Hanna?? Oh tidak aku tidak bisa membayangkan kalau Paman Yang tau tentang hal itu…” ujar Chaerin khawatir.

“entahlah.. yang pasti paman Yang itu orang pintar dan pandai membaca situasi. Kalau memang dugaanku benar, maka saat ini paman Yang pasti sudah tahu tentang ini honey…”

“lalu.. kita bisa berbuat apa?’

“sudahlah honey… kau liat sendirikan aku akhirnya bisa bersama denganmu…. Kalau memang mereka berdua sungguh-sungguh kurasa Paman Yang pun tidak akan tega menentang hubungan mereka…. Jadi kau tidak usah terlalu memikirkannya ya… “ Ji Young menenangkan pacarnya yang sedikit khawatir tentang nasib dongsaeng kesayangannya, Hanna.

Malam semakin larut dan Hanna baru saja bangun dari tidurnya yang cukup lama. Seingat dia, tadi dia masih ada di kantor dan baru mau akan ke kamar mandi karena hidungnya tiba-tiba mimisan. Kini, setelah dia sadar, dia sudah entah ada di mana…. Sepertinya ini rumah sakit…Pikir Hanna. Hanna mengalihkan pandangannya ke sisi kanan dan tertegun melihat siapa yang ada di sisinya.

“Sunbaenim….” Hanna mencoba memanggil pria di sampingnya yang tertidur.

“Seungri… sunbae…” Hanna memanggil sekali lagi dan Seungri terbangun.

“Astaga Hanna kau sudah bangun??” Seungri terlonjak kaget. Setelah kesadarannya pulih dan bisa melihat Hanna dengan jelas, Seungri langsung memeluk gadis itu dengan erat.

Hanna merintih dan mencoba melepaskannya. Sayangnya tenaga Seungri terlalu kuat. Pada akhirnya dia hanya pasrah dan justru membalas pelukan itu. Tanpa mereka sadari, seseorang telah masuk ke kamar itu dan menyaksikan kejadian tadi. Setelah dirasanya cukup melihat aksi Seungri tadi, pria yang ternyata Mr. YG itu berdeham sejenak.

-End of Chapter 1-

7 thoughts on “[CONT.] [YG FF] Not A Wrong Choice

  1. Kenapa mesti b’sambung siy..hehe.. Welldone! Ckp penasaran dgn klnjutan kisah Hanna-Seungri. Crta CL-GD jg ckp bkn snyum2 baca’y.. Lanjutkan!^^

    • hahaha… aku terharu :’) thanks so much lho kak… udh mau baca hehehe
      semoga FF ini bisa membantu kakak mencintai FF2x lain … tapi FF-ku jangan dilupakan ya kak ~kekekke *peluk cium* xoxo :DDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s