Read >> COUPLE | TITLE | LINK

♥  YG FAMILY SERIES :

Skydragon | When Love Comes Over | Part 1  2  3  4[FINISHED]

Taeyang-Heera | Love isn’t As Complicated As You Think | Part 1 [FINISHED] (had been recomended by KoreanIndo)

TOP-Yeorin | Break Up | Part 1 [FINISHED]
TOP-Yeorin-Seungri | Beautiful Affair Does Exist | Part 1 [FINISHED]

♥  YOU’RE MY STAR SERIES :

Skydragon-Sunsky | You’re My Star| Chapter 1 Part1 Part2  Part3   Chapter 2  3  4  5  6  7  8  9

Dae-Bom | Please Don’t Cry My Boy | Part 1 [FINISHED]
Dae-Bom | Sequel : The Way I Love You | Part 1  2  3[FINISHED]

[COMING SOON]
Gummy-Hyunbae
Dara-Seungri x Darayang

♥  FAMILY SERIES :

Taeyang-Heera | I Love You My Eonni Hubby | Part 1 [FINISHED]

Skydragon | The Man | Part 1 [FINISHED]

PS : Semua fanfiction yang saya post selain fanfiction-fanfiction di atas berarti merupakan Fanfiction lepas yang tidak bersangkut-paut satu sama lain. Semoga post ini bisa sedikit membantu para readers sekalian ^o^

With love,

Sorayong

Hello readers! Kalau kalian melihat ada FF yang dipassword kalian bisa minta passwordnya sama author di :

TWITTER : @onlyoda

dan

Email : oda8b28@yahoo.com

okay? Terimakasih atas maklumnya ~

Sorayong-

[IGNORE IT] First :)

Posted: 15 Mei 2012 in Cerita Author

HOT NEWS

———————————-

E-News Live Saw Lee Donghae from Super Junior have a dinner with  A  Girl… Who is  that??

Soon….

———————————–

 

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

-Enjoy reading-

“Minji-ah… Minji-ah…” Chaerin  memanggil-manggil dalam  tidurnya.

“Minji-ah…. Minji-ah.. Eomma….” Kini Chaerin terbangun  dengan nafas yang memburu.  Untuk kesekian kalinya, mimpi  buruk  menghantui malamnya. Mimpi itu selalu sama dan berulang laiknya roda film yang memutar gulungan salinan negative film yang sama setiap malam.

“Astaga..” Chaerin berbisik kecil dan  tetap  mencoba  menenangkan dirinya. Diambilnya ponsel di atas nakas  dan dilihatnya pada layar yang menunjukkan waktu saat itu. Pukul tiga pagi, sama seperti  hari-hari  sebelumnya saat mimpi-mimpi buruk   itu membuatnya terjaga.

Chaerin mencoba menerka segala misteri di balik mimpi-mimpinya itu. Adakah mimpi itu sebenarnya kejadian yang pernah hilang dalam hidupnya?

=====================================================================================

“Kwon Jiyong,” sapa Daesung pada sosok  pria yang kini tengah berdiri membatu di depan  batu nisan yang bertuliskan hanja dan hangul dengan karakter-karakter huruf  yang membentuk kata Kwon dan Jiyong. Ya, itu  adalah makamnya. Abu yang sekiranya  dianggap sebagai abu tubuhnya  tersimpan manis di balik batu itu.

“Mereka menganggapku orang mati Daesung-ie..” bisik Jiyong dengan suara tercekat yang menyayat hati.

Baca entri selengkapnya »

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!

PS : Ini lanjutan untuk seri >>  ”Break Up” jadi buat yang belum baca, lebih baik baca FF itu dulu ^_^  (PS : udah gak dipassword lagi kok)

-Happy Reading-

“Lee Yeorin!” Seungri memekik dari sisi dalam meja resepsionis di gedung YG saat melihat siapa yang baru saja memasuki gedung mewah itu.

“Aku benar-benar tidak percaya ini kau, Yeorin!!” Seungri kini sudah menghampiri Yeorin dan memeluk gadis berambut panjang sebahu itu. Yeorin hanya bisa tertawa.

“Seungpa, sudahlah hentikan…” Yeorin mengurai pelukan mereka. Yeorin masih saja memanggil Seungri dengan panggilan kesayangannya, Seungpa, singkatan dari Seungri Oppa.

“Apa kabar?” tanya Yeorin.

“Tentu saja baik tapi hari ini menjadi semakin baik saat aku melihatmu pagi ini Yeorin..” Seungri mengumbar senyumnya yang manis itu. “Ohya, kau ke sini dengan siapa?” tanyanya penasaran.

“Denganku,” tiba-tiba saja seorang pria tinggi berbadan tegap muncul dan membuat Seungri seketika itu juga meloncat karena kaget.

“Oh kau Hyung…” Seungri hanya melancarkan taktik senyum buayanya yang biasa ia gunakan saat Seunghyun, salah satu teman satu tim bandnya di Bigbang mulai mengeluarkan pandangan membunuhnya yang sangat terkenal itu.

“Singkirkan tanganmu dari bahu gadisku!” Seunghyun memukul ringan tangan Seungri yang sedang menggenggam erat bahu Yeorin sisa pelukan  mereka tadi. Seungri meringis  atas aksi Seunghyun itu dan tak ayal membuat Yeorin dan salah satu staf YG yang ada di meja resepsionis tertawa.

“Tunggu … tadi Hyung menyebut gadisku? Sejak kapan kalian kembali berhubungan?? Ini tidak boleh!! Tidak adil!!” Seungri tiba-tiba protes dan mengeluarkan ekspresi terkejutnya yang terlalu berlebihan.

“Sejak dulu! Sudah sana lebih baik kau kembali melakukan latihan untuk album solomu!! Hush..” Seunghyun mengusir dan mendorong Seungri menjauh dengan kedua tangannya. Suengri memberontak.

“Tunggu dulu hyung! Ini tidak adil!! Aku kan juga berhak merebut hati Yeorin!! Masa aku tidak mendapat kesempatan sama sekali?? Yeorin!! Yeorin..!! Argh!!” Seungri kini didorong keras oleh Seunghyun yang membuatnya terhempas beberapa  meter ke depan dan sukses membuat jantung Seungri hendak mencuat keluar dari rongga dadanya.

Baca entri selengkapnya »

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!


-Happy Reading-

 

“Kita tidak akan pernah bertengkar kan Heera?” tanyaku pada Choi Heera di suatu senja yang indah. Mentari tenggelam di ufuk barat begitu nampak jelas terlihat indah dari bukit di mana saat itu aku dan Heera duduk  bersama.

“Tentu saja  tidak Saerin. Kita kan sahabat! Kenapa kau bertanya seperti itu?” Heera menampakkan  wajah bingungnya yang lugu.

“Entahlah… Hahaha,” Aku menjawab sambil  tertawa. Heera yang tidak mengerti hanya ikut tertawa saja. 

Choi Heera dan Cho Saerin,dua sahabat yang tidak bisa dipisahkan. Choi Heera dan Cho Saerin, dua sahabat  yang pernah mengukir kebahagiaan bersama. Ya, aku dan  Heera pernah melakukannya. Bisakah kalian menggarisbawahi kata pernah yang sedang kutulis saat ini? Heera dan aku hanyalah sebuah sejarah. Waktu, ruang dan manusia itu kini sudah tidak lagi sama.

Choi Heera dan Cho Saerin sudah tidak lagi sama seperti masa lampau. Sejarah tetap hanyalah sebuah  sejarah.

“Saerin…” suara  Eomma menghentikan  sementara kegiatanku menulis  catatanku kali ini.

“Ne!”  kujawab dengan enggan panggilan eomma sambil melangkah lesu menuju ruang makan tempat suara eomma tadi berasal.

“Saerin-ah! Kau sudah besar rupanya! Wah.. kau semakin cantik  saja,” bibi Gong,  sahabat eomma sedang duduk  di ruang makan dan melihatku mulai menuju ke sana. Bibi Gong selalu saja begitu, mengatakan hal  yang baik-baik  tentangku padahal aku tahu dengan jelas dia tak lebih dari seorang penjilat.

“Ne, ahjumma..” sapaku pada bibi Gong berusaha terlihat ramah meski rasanya ingin sekali kujambak rambut pendek model boyish-nya lalu kuseret dia keluar dari rumahku ini.

“Saerin-ah, kenapa kau masih begitu! Tersenyumlah! Lihat bibi Gong saja sudah bisa merelakan kepergian Heera. Jangan membuat bibi Gong semakin sedih karena melihatmu masih saja bersedih,” Eomma berbisik  sambil menggiring tubuhku untuk duduk dan bergabung makan malam dengan eomma, bibi Gong dan paman Choi.

“Ne..” bisikku pelan pada eomma.

Kalau bukan karena aku tidak ingin membuat eomma bahagia, aku tidak akan pernah sudi duduk dan  makan bersama dengan  orang sekotor  bibi Gong! Sampai matipun aku tidak akan pernah mengampuninya.

Makan malam kali ini sungguh sangat memualkan. Setiap nasi  yang masuk ke dalam  perutku serasa ingin menghambur keluar. Entah karena efek dari obat yang kukonsumsi  demi mengembalikan lagi kesehatanku atau karena  kehadiran salah satu orang yang paling kubenci  di dunia. Aku tak tahu yang mana yang menjadi penyebabnya.

“Eomma, aku sudah selesai. Aku naik ke atas dulu. Banyak tugas kantor yang harus kuselesaikan…” pamitku pada eomma. Meski tidak menjawab aku tahu eomma pasti sedang bingung karena aku tidak menghabiskan sup jagung kesukaanku kali ini.

Sungguh demi apapun yang ada di langit, aku ingin pergi  saja dari dunia ini.

Heera,  tidak bisakah kau membawaku sehingga kita bisa melanjutkan perang itu di neraka? Tidak bisakah Heera?

***

Ponsel di nakas  samping tempat tidurku bergetar  dan membuatku  sadar sudah saatnya untuk bangun dan kembali menatap hari. ‘SAERIN-AH! FIGHTING!’ tulisan Hangeul milik Heera  terpampang jelas di lemari baju yang posisinya tepat  di depan tempat  tidurku.  Tulisan itu memang sengaja kupindah ke  sana agar setiap bangun aku tidak lagi merasa telah kehilangan orang itu. Tidak! Tidak pernah!

Untuk mengusir suasana buruk hatiku, kuambil ponsel di atas nakas  yang sukses membuatku bangun sepagi ini. Setelah kunyalakan layarnya,  ternyata ada sebuah pesan  masuk.

From : YB-SUN

Saerin.. are you okay? If you only knew,  I have bad days during this time. Blame me for everything! Don’t ever blame yourself or my mother. She doesn’t know anything. Please…

Tidak perlu kuulangi membaca lagi karena aku sudah sangat mengerti maksudnya. Dasar pria laknat! Sudah  sekian tahun  dan  kau baru berani menghadapiku! LAKNAT! BERENGSEK! TIDAK TAHU MALU! Tidak ubahnya seperti ular dalam kisah penciptaan! Dia yang sudah  membawaku  masuk  dalam perangkap si jahat dan membuat satu persatu orang yang kukasihi meninggalkanku! Dong Youngbae! Kau pikir selama ini aku hanya menyalahkan  diriku saja? Atau bibi Gong? KAU SALAH!

To : YB-SUN

Youngbae-ssi, you’re  such as a jerk yet bastard! KEEP THAT!

Kutekan tombol  kirim dan mengirim pesan  singkat itu sebagai balasan untuknya. Dia kira aku  siapa? Cho Saerin  yang begitu mudah diperdaya  seperti dulu lagi! Sama sekali bukan! Kau sedang menggali lubang kuburmu sendiri Youngbae!

Ketimbang memikirkan laki-laki yang sudah pergi sekian tahun itu, lebih baik  aku mempersiapkan  diri untuk  pekerjaanku pagi ini. Sebagai seorang staf ahli  sumber daya manusia, hari  ini aku  harus menemui atasan baruku. Dia baru saja dipromosikan dari  Jepang  dan dipindahkan ke Korea karena keberhasilannya meningkatkan nilai saham perusahaan tempatku bekerja.

Seusai mandi kumasukkan beberapa arsip yang harus kukirim pagi ini ke kantor pusat di Milan, Italia ke dalam tas tanganku.  Kadang aku berpikir bagaimana bisa lulusan psikologi  dari Seoul Nation  University sepertiku ini bisa terjebak dalam sebuah perusahaan swasta semacam ini.

Nasib! Siapa yang bisa menebaknya. Baca entri selengkapnya »

Kya!! tidak terasa bulan depan umur blog ini sudah satu tahun.. ><

Rasanya baru kemarin aku membuat blog ini dengan penuh perasaan bahagia menjadi anak SMA eh sekarang udah mau lulus aja ~curcol~ ^^

Dulu waktu pertama buat ini yang baca mungkin hanya lebih kurang 100-200 orang sebulan. Meskibegitu untuk menyalurkan energi dan minat kuatku untuk menulis aku tetap melanjutkan blog ini! ^^ AND!! ada kabar baik buatku sebagai seorang penulis abal-abal. Setelah 11 bulan menyiarkan berbagai jenis fanfiction nan nista di sini tanpa mengecek site stats sama sekali ternyaa sudah 12.000+ readers yang mampir ke sini dan membaca!

Aku sangat terharu.. mungkin untuk penulis-penulis hebat di luar sana 12.000 bukanlah angka yang fantastik, tapi untukku sebagai penulis pemula yang hanya mengandalkan berkat terindah yang Tuhan berikan yakni otak, ide, pengelihatan, dan inda peraba, angka 12,000 merupakan sesuatu yang indah.

Bagai menemukan tiara di tengah badai ombak pasang lautan. Bagai menemukan ladang hijau di tengah gersangnya tanah coklat padang pasir. Sesegar itulah dan sebahagia itulah melihat site stats selama 11 bulan ini.

Banyak-banyak terimakasih untuk semua pembaca.. I can’t be without you all <3 thankyou so much ^^~

Ohya, tidak lupa untuk semua pembaca dan komentator setia ku : kak teeka, kak bima, kak devy, ka’Pal, detas, denis, clarissa,theresia dan masih banyak lagi yang mungkin tidak bisa aku sebutkan satu-satu.

Intinya, I LOVE YOU ALL ^_^

With Bunch Of Loves,

Sorayong

PS : You’re My Star akan segera aku habiskan episodenya +/- 37 hari lagi ^^ jadi sabar ya… <3

This is not FANFICTION. Sorry ya.. aku sedang tidak bisa mengupdate fanfiction apapun ~ *bow*

Aku cuma mau sharing.. Ini ada sebuah lagu yang membuatku benar-benar menangis saat menyanyikan lirik-liriknya. Check out! ^^

Baca entri selengkapnya »

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS IN MY FANFICS AREN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORIES ARE MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!
PROTECTED BY  GCD
©!

-Happy Reading-

Do you believe on santa? Yeah! I mean the real Santa Claus. I don’t or at least I didn’t believe it until one day I found my real santa that I want to be mine. Laugh at me? Ya ya ya.

I met a girl named Chaerin when I was on senior high school. She was my junior that so damn baddass and so famous among the boys in my school. I were famous too, trust me. Everyone called us as Baddest Couple that acted like Tom and Jerry.

We always fight one another. She didn’t ever respected me as her senior. She was the first juniors of mine that didn’t want to call me “Seonbae”. I was so mad at her.

“Hey you girl! Who are you? What did you do here in “Senior Areas”?” one day I asked angrily at her because I saw her was eating in the area in cafeteria that should be only for the students who were on their last year in senior high school. No one of the juniors have ever eaten in that area, yeah except her. She was the first one!

Do you know her answer? “I’m eating. Do you want eat too? Please don’t disturb my lunch time! Thankyou.” Then, she just continued eating her  food. I was speechless. I want to angry and scream in front of her face but I just couldn’t do that. I don’t know why.

Another day, she had just arrived at our school. There’s an unwritten rule that none of the juniors can be dropped by their driver or parents in front of the school’s gate. All juniors must be walking from the nearest halte from our school.

Once again! She just broke those unwritten rule. She had just arrived at school and was dropped by her driver in front of the school’s gate. She came out from her car and acted like a princess! WHOAH! I was so angry.

I walked into her and scream in front of her face, “YOU ARE JUST A JUNIOR HERE! YOU ARE STILL ON YOUR FIRST YEAR AND YOU ACTED LIKE A SENIOR! PLEASE RESPECT YOUR SENIORS!”

Slapped!

She slapped  my cheek. Damn her!

“Do respect you junior first then you will get your respect as senior!” she whispered at me and then continued talking with her cheesy voice, “ISN’T THAT TRUE? GIVE AND TAKE! GIVE JUNIORS RESPECT AND JUNIORS WILL BE RESPECTING THEIR SENIORS, NE?” and everyone just clapped their hands shown the agreeness at Chaerin’s statement.

I hate a loss. I was so shy to be treated like that in front of everyone by this stupid junior named Chaerin. I was lost my control. After the end of the study time, I went to my favorite place ever, boxing arena near my school.

Yeah, I do boxing. I love boxing. But I have never used my good punch to kill anyone. I swear! ><

After more than an hour spent my time in boxing arena, I went home. Unfortunately I met a group of  people that known as my school’s enemy. They were from Daehee senior high school, one of Sunghwan, my school’s big enemy.

“Hey you Jiyong! What are you doing here? Preparing for our next fight? Huh? You chicken!” TOP, the leader of these group that I bet he was drunk said those stupid sentence to me.

As I said before, I was lost my control. With no second thought, I hit his stomach. Seems like miss fortune weren’t on my side at that time. They were consist of five people and of course I was just alone and lost against them five.

I had been battered and so pitty. I thought I was fainting already. But urhm.. not really, I could see but not clearly that someone help me. She, yeah this people was a girl, helped me by hit and defeat them one by one. She is a hero for me.

I didn’t know anything about her. I was fainting and when I woke up in the morning I had been on my bed, in my apartment. I asked my eomma, that lived there with me. But she said she didn’t know anything. She just said that the hero of mine was leaving me alone in front of my apartment’s door after she rang the bell.

“Ah but those people left this letter for you,” eomma  said as she took a sheet of paper from the kitchen desk.

She gave those letter for me, and those letter made me believe on santa until now. Baca entri selengkapnya »

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

ps: u better read [Taeyang-OC] [SunSky] I Love You My Eonni Hubby first ^.^
this fanfiction is the sequel of those fanfiction :)

-Enjoy reading-

A man love you

That man really loves you

Everyday, like a shadow, he follows you around

That man smiles but actually crying

-Jiyong-

Selesai sudah kegiatan Jiyong hari ini. Seperti biasa sebagai model papan atas sekaligus anak pejabat nomor satu di Hannara dang atau biasa disebut GNP, Grand National Party kegiatan Jiyong bisa disebut melebihi orang seumurnya.

“Jiyong-ssi, ada telepon untuk anda dari Kwon Sajangnim…” seorang sekertaris pribadi Jiyong memberikan padanya ponsel hitam kaku dan beku, sebeku pemiliknya, Kwon Jiyong tentu saja.  Jiyong mengambilnya dan segera berbicara dengan orang diseberang sana.

“Aboji, ada apa lagi?” tanya Jiyong dengan nada lelah yang kentara.

“……”

“Aku tahu Aboji.. lagipula nyonya Lee kesayanganmu itu tidak akan mati kutinggal sendiri hingga malam hari…”

“……”

“Jadi sekarang Aboji lebih membela menantumu daripada anakmu sendiri! Astaga gadis itu!! Aku harus pergi…” Sesudah itu Jiyong menutup flip ponsel hitam itu dengan kasar dan memasukkannya ke dalam kantung jasnya.

Jiyong benar-benar membenci semua ini. Pernikahan karena politik. Dia harus menikah dengan Lee Chaerin, anak dari Lee Kijin pemimpin terkuat dari Jayu Seojin-dang atau Liberty Forward Party yang merupakan partai oposisi dari Hannara-dang, partai yang dipimpin keluarganya selama bertahun-tahun.

Pernikahannya merupakan tanda politik bersatunya dua partai besar Korea.Pernikahannya merupakan alat politik untuk mempersiapkan dia melaju sebagai anggota parlemen dari distrik Seoul dan dengan cepat menjadi kandidat perdana menteri Korea di pemilihan berikutnya.

Jiyong benar-benar lelah dengan semua kepalsuan itu.

PIkirannya kembali terbang mengingat kenangan setengah tahun lalu di mana nasib mempertemukannya lagi dengan Chaerin, yang saat itu bahkan belum berstatus sebagai calon istrinya.

“KAU!” Chaerin memekik.

“KAU!” pria itu sama kagetnya dengan Chaerin.

“KWON JIYONG!”

“LEE CHAERIN!”

“KAU!” mereka berteriak bersamaan. Sedetik kemudian nama yang sama keluar dari mulut mereka, “DONG YOUNG BAE!!!”

Ya, Jiyong masih bisa mengingatnya dengan jelas. Kala itu Youngbae, sepupunya yang baru merayakan setahun usia pernikahannya dengan istrinya memberi Jiyong sebuah tiket berlibur ke pulau Nami. Jiyong tidak menolak, lagipula dia memang sudah semakin lelah dengan dengungan untuk menikah dan berkeluarga yang kerap diteriakkan halmeoni tercintanya.

Tanpa ada sedikitpun rasa curiga dengan kebaikan Youngbae yang tiba-tiba itu, Baca entri selengkapnya »

Sorayong©ALL RIGHT RESERVED
ALL CASTS HERE ISN’T MINE EXCEPT THE OC’s!
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT
MY PERMISSION!  NO PLAGIARISM!

-Enjoy reading-

“Gong Minji imnida, dowajuseyo..” ujar Minji pada dua makhluk di depannya. Dong Hyunbae dan Dong Youngbae, kakak beradik yang kini tengah memperhatikan Minji dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki.

“Jadi anda Minzy Agashi yang dikirim oleh Stanford?” tanya Hyunbae sarkatis. Stanford merupakan kampus Gummy, mantan tunangannya yang meninggalkannya di hari pernikahan mereka.

“Hyeong, “ Youngbae menegurnya. Youngbae berdeham sebentar lalu segera melanjutkan berbicara pada Minji, “Menurut Stanford kau adalah lulusan terbaik mereka sebagai agen mata-mata dan telah bekerja untuk CIA setahun sebelum kau lulus dari Stanford. Lalu kau melanjutkan pekerjaanmu menjadi mata-mata untuk KNI (Korean Nation Intellegent) di kantor berita New York Times. Cukup menarik.”

Minji hanya mengangguk-anggukan kepalanya membenarkan semua yang dikatakan oleh Youngbae.

“Sayangnya di sini tidak dicatat mengenai latar belakang keluargamu. Tidak keberatan jika aku ingin kau menceritakannya? Nama dan pekerjaan orangtuamu saja sudah cukup untuk kami,” Youngbae bicara sambil mengetuk-ketukan mountblanc miliknya di atas meja kaca di depannya.

Minji yang berdiri di depan meja itu menghadap Youngbae dan Hyunbae yang tengah duduk mulai merasa gerah. Untuk apa mereka menanyakan pertanyaan konyol itu, rutuk Minji dalam hati. Tak ada yang berubah dalam mimic wajahnya, Minji sudah sangat terlatih untuk menghadapi situasi seperti ini.

“Di MoU agen tidak pernah tertulis untuk membocorkan rahasia pribadi agen dan agensi kepada pihak ketiga. Dalam kasus ini perusahaan ini merupakan pihak ketiga dan identitas keluarga termasuk dalam rahasia pribadi agen. Kesimpulannya saya tidak diijinkan untuk memberitahukan data itu kepada anda berdua. Saya mohon maaf,” Minji menjawab dengan cukup diplomatis.

Hyunbae terbelalak mendengar jawaban itu. Seumur-umur menangani bisnis ini, belum pernah dia menemukan agen seperti Minji. Hyunbae yang  tersulut emosi sudah berdiri dan hendak mengusir Minji keluar dari kantor mereka secepatnya. Sayangnya, kali ini Youngbae menghentikannya.

“Baiklah Minji, kau diterima. Mulai besok datanglah pukul sepuluh pagi ke sini. Beberapa staf akan menunjukkan apa saja yang bisa kau dapatkan di sini,” Youngbae bicara mendahului Hyunbae dan sukses membuat pria itu berpaling pada Youngbae dan menatapnya penuh tanda tanya. Baca entri selengkapnya »